Perang Baccarat Online | Perang Baccarat
Posted by : Agen Casino Mejaemas Sabtu, 23 Juli 2016

SEKRETARIS LIAR
SEKRETARIS LIAR
Marina365.net Cerita Sex Terakhir | Sebagai direktur perusahaan Pak Lilik mengadakan agenda resepsi penikahan nakanya di suatu  hotel
berbintag 5 di kota Jakarta, sebab bisa undangan khusus dari atasan kami bersedia dengan bahagia hati
untuk datang serta mengucapkan selamat berbahagia untuk anaknya pastinya.

Cerita Sex Terakhir Sekretaris Liar

Malam itu aku datang dengan kawan kuliahku yang bernama Brandon dirinya kuliahnya di Amerika, hingganya di
hotel tidak sedikit yang datang dengan menggandeng pasangannya masing masing, kadang aku juga merasakan iri,
sebab aku tetap jomblo hehe..
“Selamat malam Pak..” sapa seseorang agak mengagetkanku. Aku menoleh, nyatanya Lia sekretarisku yang
menyapaku. Dirinya datang bersama tunangannya. Tampak sexy serta cantik sekali dirinya malam itu, disamping juga
anggun.

Tidak sama sekali apabila dibandingkan saat aku sedang menikmati tubuhnya,.. Liar serta nakal. Dengan gaun
malam yang berdada rendah, belahan buah dadanya yang besar tampak menggoda.

“Malam Lia” balasku. Mata Brandon tidak henti-hentinya menatap Lia, dengan pandangan kagum. Lia hanya
tersenyum manis saja dilihat dengan penuh nafsu semacam itu. Tampak dirinya menjaga tingkah lakunya,
sebab tunangannya berada di sampingnya.

Kamipun lalu berbincang-bincang sekedarnya. Lalu akupun permisi hendak menyapa para undangan lain yang
datang, khususnya para klienku.

“Malam Pak Robert..” seorang wanita cantik tiba-tiba menyapaku. Dirinya merupakan Santi, istri dari Pak
Rahman, manajer keuangan di kantorku. Mereka baru menikah kurang lebih tiga bulan yang lalu.

“Oh Santi.. Malam” kataku

“Pak Rahman dimana?”

“Sedang ke restroom.. Sendirian aja Pak?” tanyanya.

“Sama kawan” jawabku sambil memandangi dirinya yang malam itu tampak cantik dengan gaun malamnya dengan
anggun. Belahan gaunnya yang tinggi memamerkan pahanya yang putih menggiurkan. Dadanya mesikipun tak
sebesar Lia, tampak membusung menantang.

“Makanya, cari istri dong Pak.. Biar ada yang nemenin” katanya sambil tersenyum manis.

“Belum ada yang mau nih”

“Ahh.. Bapak bisa saja.. Pasti tidak sedikit banget cewek yang mau sama bapak.. Kalau belum married saya juga
mau lho..” jawabnya menggoda.

Kunjungi Juga CeritaSexDewasa.Org

Terbukti Santi ini rasanya punya perasaan tertentu padaku. Tampak dari tutorial bicaranya serta tutorial dia
memandangku.

“Oh.. Kalau saya sih mau lho sama kalian biarpun kalian telah married” kataku sambil menatap wajahnya yang
cantik.

“Ah.. Pak Robert.. Bisa aja..” jawabnya sambil tersipu malu.

“Bener lho mau aku buktiin?” godaku

“Janganlah Pak.. Kelak kalau ketahuan suamiku bisa gawat” jawabnya perlahan sambil tersenyum.
“Kalau nggak ketahuan gimana.. Nggak apa khan?” rayuku lagi.

Santi tampak tersipu malu. Wah.. Aku mendapat angin nih.. Terbukti aku sejak berkenalan dengan Santi
berbagai bulan yang lalu telah membayangkan nikmatnya menyetubuhi wanita ini. Dengan kulit putih, khas
orang Bandung, rambut sedikit ikal sebahu, bibir tipis, serta tetap muda lagi. Dirinya baru berusia 24
tahunan.
“Gimana nih seusai kawin.. Enak nggak? Pasti tetap hot y.

“Godaku lagi.

“Biasa aja kok Pak.. Kadang enak.. Kadang nggak.. Tergantung moodnya” jawabnya lirih.

Dari jawabannya aku punya dugaan bahwa Pak Rahman ini tidak begitu memuaskannya di atas tempat tidur.
Mungkin sebab usia Pak Rahman yang telah berusia dibandingkan dengan dirinya yang tetap penuh gejolak
hasrat seksual wanita muda. Pasti jarang sekali dirinya mengalami orgasme. Uh.. Kasihan sekali pikirku.

Tak lama Pak Rahmanpun datang dari kejauhan.

“Wah.. Pak Rahman.. Punya istri cantik begini kok ditinggal sendiri” kataku menggoda.

Santi tampak bahagia aku puji semacam itu. Tampak dari tatapan matanya yang haus bakal kehangatan laki-
laki tulen semacam aku ini.

“Iya Pak.. Habis dari belakang nih” jawabnya. Tatapan matanya tampak curiga menonton aku sedang
mengobrol dengan istrinya yang jelita itu. Mungkin dirinya telah dengar berita bakal ke-playboyanku di
kantor.Cerita Sex Terakhir

“Ok saya tinggal dulu ya Pak Rahman.. Santi” kataku lagi sambil ngeloyor berangkat menuju tempat hidangan.

Akupun mengambil hidangan serta menyantapnya nikmat. Maklum perutku telah keroncongan, terlalu tidak sedikit
basa-basi dengan para tamu undangan tadi. Kulihat si Brandon tetap ngobrol dengan Lia serta tunangannya.
Ketika aku mencari Santi dengan pandanganku, dirinya juga sedang mencuri pandang padaku sambil tersenyum.
Pak Rahman tampak sedang mengobrol dengan tamu yang lain. Terbukti payah juga bapak yang satu ini, tidak
bisa menyenangkan istrinya.

Santi kemudian berlangsung mengambil hidangan, serta akupun pura-pura meningkatkan hidanganku.

“San.. Kami semakinin ngobrolnya di luar yuk” ajakku berbisik padanya

“Nanti saya dicari suami saya gimana Pak..”

“Bilang aja kalian sakit perut.. Butuh ke toilet. Aku tunggu di luar ya”.

“Kataku sambil menahan nafsu menonton lehernya yang putih jenjang, serta lengannya yang berbulu halus

Tak lama Santipun keluar ruangan resepsi menyusulku. Kamipun berangkat ke lantai di atas, serta menuju
toilet. Aku berencana untuk bermesraan dengan dirinya di sana. Kebetulan aku tahu suasananya pasti sepi.
Sebelum hingga di toilet, ada suatu  ruangan kosong, suatu  meeting room, yang terbuka. Wah kebetulan
nih, pikirku. Kutarik Santi ke dalam serta kututup pintunya.
Tanpa basa-basi lagi, aku cium bibirnya yang indah itu. Santipun membalas bergairah. Tangankupun
bergerak merambahi buah dadanya, sedangkan tanganku yang satu mencari kaitan retsleting di belakang
tubuhnya.
Kulepas gaunnya sebagian jadi tampak buah dadanya yang ranum hanya tertutup BH mungil berwarna
krem. Kuciumi leher Santi yang jenjang itu, serta kusibakkan cup BHnya kebawah jadi buah dadanya
mencuat keluar.

Langsung kujilati dengan rakus buah dada itu, aku hisap serta aku permainkan putingnya yang telah
mengeras dengan lidahku.

“Oh.. Pak Robertt..” desah Santi sambil menggeliat.

“Enak San..”

“Enak Pak.. Semakin Pak..” desahnya lirih.

Tangankupun meraba pahanya yang mulus, serta hingga pada celana dalamnya. Tampak Santi telah begitu
bergairah jadi celananya telah lembab oleh cairan kewanitaannya.

Santipun kemudian tidak sabar serta membuka kancing kemeja batikku. Dicium serta dijilatinya putingku.

Lalu semakin ke bawah ke perutku. Kemudian dirinya berlutut serta dibukanya retsleting celanaku, serta tangannya
yang lentik berbulu halus itu merogoh ke dalam mengeluarkan kemaluanku dari celana dalamnya. Terbukti
kami sengaja tidak mau telanjang bulat sebab kondisi yang tidak memungkinkan.
“Ohh.. Besar sekali Pak Robert.. Santi suka..” katanya sambil mengagumi kemaluanku dari dekat.

“Terbukti punya suamimu seberapa?” tanyaku tersenyum menggoda.

“Mungkin cuma separuhnya Pak Robert.. Oh.. Santi suka..” katanya tidak melanjutkan lagi jawabannya
sebab mulutnya yang mungil itu telah mengulum kemaluanku.

“Enak Pak?” tanyanya sambil melirik nakal kepadaku. Tangannya sibuk meremas-remas buah zakarku
sementara lidahnya menjilati batang kemaluanku.

“Enak sayang.. Ayo isap lagi” jawabku menahan rasa nikmat yang menjalar hebat.

Dikulumnya lagi kemaluanku, sementara kedua tangannya meremas-remas pantatku. Sangat sexy sekali
menonton pemandangan itu.

Seorang wanita cantik yang telah bersuami, bertubuh padat, sedang berlutut didepanku dengan pipi yang
menggelembung menghisap kemaluanku.

Terlebih ketika kemaluanku keluar dari mulutnya, tanpa memakai tangannya serta hanya menggerakkan
kepalanya mengikuti gerak kemaluanku, Santi mengulumnya kembali.”selingkuh kawan kantor”

“Hm.. Kontol bapak enak banget.. Santi suka kontol yang besar begini” desahnya.

Tiba-tiba terdengar bunyi ponsel. Santipun menghentikan isapannya.

“Iya Mas.. Ada apa?” jawabnya.

“Lho Mas udah pikun ya.. Khan Santi tadi usah bilang.. Santi mau ke toilet.. Sakit perut.. Gimana sih”
Santi berkata terhadap suaminya yang tidak sabar menantikan. Sementara tangan Santi yang satu tetap meraba
dan mengocok kemaluan atasan suaminya ini.

“Iya Mas.. Mungkin salah makan nih.. Sebentar lagi Mas.. Sabar ya..”

Kemudian tampak suaminya berkata agak panjang di telpon, jadi waktu tersebut dipakai Santi
untuk kembali mengulum kemaluanku sementara tangannya tetap memegang ponselnya.

“Iya Mas.. Santi juga cinta sama Mas..” katanya sambil menutup telponnya.

“Suamiku telah nunggu. Tapi biarin aja deh dirinya nunggu agak lama, soalnya Santi pengin puas dulu”.
Sambil tersenyum nakal Santi kembali menjilati kemaluanku.

Aku telah ingin menikmati kehangatan tubuh wanita istri bawahanku ini. Kutarik tangannya supaya berdiri,
dan akupun tiduran di atas meja meeting di ruangan itu.

Tanpa butuh dikomando lagi Santi menaiki tubuhku serta menyibak gaun serta celana dalamnya sehingga
vaginanya cocok berada di atas kemaluanku yang telah menjulang menahan gairah.

Santi kemudian menurunkan tubuhnya jadi kemaluankupun menerobos liang vaginanya yang tetap sempit
itu.

“Oh.. My god..” jeritnya tertahan.Cerita Sex Terakhir

Kupegang pinggangnya serta kemudian aku naik-turunkan jadi kemaluanku maju mundur menjelajahi liang
nikmat istri cantik Pak Rahman ini. Kemudian tanganku bergerak meremas buah dadanya yang bergoyang
saat Santi bergerak naik turun di atas tubuhku.

Sesekali kutarik badannya jadi buah dadanya bergerak ke depan wajahku untuk kemudian aku hisap
dengan gemas.

“Ohh Pak Robertt.. Bapak terbukti jantan..” desahnya

“Ayo Pak.. Puaskan Santi Pak..” Santi mengatakan sambil menggoyang-goyangkan badannya maju mundur di atas
kemaluanku. Seusai itu dirinya kembali menggerakkan badannya naik turun mengejar kepuasan bercinta yang
tak didapatkan dari suaminya.
Seusai berbagai menit aku turunkan tubuhnya serta aku suruh dirinya menungging sambil berpegangan pada
tepian meja. Aku sibakkan gaunnya, serta tampak pantatnya yang putih menggairahkan hanya tertutup oleh
celana dalam yang telah tersibak kesamping. Kuarahkan kemaluanku ke vaginanya, serta langsung kugenjot
dia, sambil tanganku meremas-remas rambutnya yang ikal itu.

“Kamu suka San?” kataku sambil hebat rambutnya ke belakang.

“Suka Pak.. Robert.. Suka..”

“Suamimu terbukti nggak bisa ya”

“Dia lemah Pak.. Oh.. God.. Enak Pak.. Ohh”

“Ayo bilang.. Kalian lebih suka ngentotin suamimu alias aku” tanyaku sambil mencium wajahnya yang
mendongak ke belakang sebab rambutnya aku tarik.

“Santi lebih suka dientotin Pak Robert.. Pak Robert jantan.. Suamiku lemah.. Ohh.. God..” jawabnya.

“Kamu suka kontol besar ya?” tanyaku lagi

“Iya Pak.. Oh.. Semakin Pak.. Punya suamiku kecil Pak.. Oh yeah.. Pak Robert besar.. Ohh yeah oh.. God.
Suamiku jelek.. Pak Robert ganteng. Oh god. Enakhh..” Santi mulai meracau kenikmatan.

“Oh.. Pak.. Santi hampir hingga Pak.. Ayo Pak puaskan Santi Pak..” jeritnya.

“Tentu sayang.. Aku bukan suamimu yang lemah itu..” jawabku sambil semakin mengenjot dirinya dari belakang.
Tangankupun sibuk meremas-remas buah dadanya yang bergoyang menggemaskan.

“Ahh.. Santi hingga Pak..” Santi melenguh ketika gelombang orgasme menerpanya.

Akupun hampir hingga. Kemaluanku telah berdenyut-denyut ingin mengeluarkan laharnya. Kutarik tubuh
Santi hingga dirinya kembali berlutut di depanku. Kukocok-kocok kemaluanku serta tidak lama tersemburlah
spermaku ke wajahnya yang cantik. Kuoles-oleskan sisa-sisa cairan dari kemaluanku ke seluruh wajahnya.
Kemudian Santipun mengulum serta menjilati kemaluanku hingga bersih.

“Terimakasih Pak Robert.. Santi puas sekali” katanya saat dirinya membersihkan wajahnya dengan tisu.
“Sama-sama Santi. Saya hanya berniat menolong kok” jawabku sambil bergegas membetulkan pakaianku
kembali.

“Ngomong-ngomong, kalian pintar sekali blowjob ya? Tidak jarang latihan?” tanyaku.

“Santi tidak jarang lihat di VCD aja Pak. Kalau sama suami sih jarang Santi mau begitu. Habis nggak nafsu
sih lihatnya”

Wah.. Kasihan juga Pak Rahman, pikirku geli. Malah aku yang bisa menikmati enaknya dioral oleh
istrinya yang cantik jelita itu.

“Kapan kami bisa meperbuat lagi Pak” kata Santi mengharap ketika kami keluar ruangan meeting itu.

“Gimana kalau minggu depan aku suruh suamimu ke luar kota jadi kami bisa leluasa bersama?”

“Hihihi.. Ide keren tuh Pak.. Janji ya” Santi tampak gembira mendengarnya.

Kamipun kembali ke ruangan resepsi. Santi aku suruh turun terlebih dahulu, baru aku menyusul berbagai
menit kemudian. Sesampai di ruang resepsi tampak Brandon sedang mencari aku.

“Hey man.. Where have you been? I’ve been looking for you”

“Sorry man.., I had to go to the restroom. I had stomachache” jawabku.

Tak lama Santi datang bersama Pak Rahman suaminya.
“Pak Robert, kami mau pamit dahulu.. Ini Santi nggak enak badan.. Sakit perut katanya”

“Oh ya Pak Rahman, silakan saja. Istri bapak cantik wajib sangatlah dirawat lho..”

Baca Juga Cerita Seks Sahabatku

Santi tampak tersenyum mendengar perkataanku itu, sementara wajah Pak Rahman menunjukkan rasa curiga.
He.. He.. Kasihan, pikirku. Mungkin dirinya bakal syok berat bila tahu aku baru saja menyetubuhi istrinya
yang cantik itu.

Tak lama aku serta Brandon pun pulang. Sebelum pulang aku berpapasan dengan Lia, sekretarisku. Aku suruh
dia untuk mendaftarkan Pak Rahman untuk training di Singapore. Terbukti baru-baru ini aku mendapat
tawaran training ke Singapore dari salah satu perusahaan.

Lebih baik Pak Rahman saja yang pergi, pikirku. Toh terbukti dirinya yang mengerjakan pekerjaan itu di
kantor, sedangkan aku hanya bakal menolong istrinya yang cantik mengarungi lautan birahi selagi dia
pergi nanti.

Tak sabar aku menanti minggu depan datang. Kelak bakal aku ceritakan lagi pengalamanku bersama Santi
bila saatnya tiba. Dengan tidak adanya batas waktu sebab terburu-buru, pasti aku bakal lebih bisa
menikmati dirinya.
Sumber ceritasexterbaru.com

Welcome to My Blog

CONTACT US

MejaEmas Whatsapp : +6282298915740

Fans Page MejaEmas

Popular Post

- Copyright © Perang Situs Agen Judi Casino Baccarat Online dan Adu Bandar Bakarat Terpercaya -Mejaemas- Powered by marina365blogspot - Designed by Casino Online Betting -