Posted by : Agen Casino Mejaemas
Kamis, 10 September 2015
- Anda tentu tahu
kapur barus. Bahkan mungkin sudah seringkali memanfaatkan benda yang
satu ini sebagai wewangian ruangan hingga obat-obatan pengusir serangga.
Namun belum banyak yang tahu kalau
ternyata kapur barus merupakan komoditi asli Indonesia. Ada satu wilayah
di Indonesia yang menjadi pionir sekaligus primadona penghasil komoditi
yang satu ini, yakni sebuah kota kecil bernama Barus di wilayah
Sumatera Utara.
Dari namanya tentu kita sudah bisa
menerka. Nama kapur 'barus' diambil dari nama tempat asalnya. Kota Barus
terletak di Kabupaten Tapanuli Tengah. Meski tak sepopuler Medan, kota
ini begitu istimewa karena menyimpan banyak sejarah dan jejak peradaban.
Dilansir dari laman resmi Kementerian Pariwisata RI, Wonderful Indonesia,
Senin 24 Agustus 2015, Barus merupakan satu-satunya kota kecil di Tanah
Air yang namanya telah disebut sejak awal abad Masehi oleh
literatur-literatur dalam berbagai bahasa seperti bahasa Yunani, Suriah,
Armenia, Arab, India, Tamil, China, Melayu, dan Jawa.
Banyak kapal asing berlabuh di sana
ribuan tahun yang lalu. Karena itu, Barus pernah diklaim sebagai kota
pelabuhan terbesar se-Nusantara. Pada tahun 627-643 Masehi, pedagang
dari Timur Tengah berdatangan untuk memburu pohon kapur barus.
Melalui para pedagang Timur Tengah itu
juga kemudian ajaran-ajaran Islam dibawa masuk ke wilayah Barus dan
perlahan menyebar ke berbagai wilayah di Nusantara.
Sejak saat itu, Barus dianggap sebagai
'gerbang' masuknya agama Islam ke Indonesia. Barus kemudian semakin
tersohor dan menggoda pedagang-pedagang dari wilayah lain seperti Sri
Lanka, Yaman, Inggris dan Spanyol untuk datang.
Catatan sejarah lain menyebutkan bahwa
Dinasti Syailendra juga pernah menaklukkan Barus. Tak hanya itu,
dikabarkan pula bahwa petualang legendaris Marcopolo dan sejarawan
Muslim Ibnu Batutah pernah singgah di kota ini.
Barus merangkum sejarah masa lalu
melalui situs-situs yang hingga kini masih tertata rapi. Jika
menyambangi kota ini sekarang, Anda akan menjumpai makam-makam tua
bercorak Islam seperti Makam Mahligai, Situs Purbakala Tuanku Pinago,
dan Situs Makam Tuanku Kinali.
Makam-makam tersebut merupakan saksi
bisu sekaligus bukti eksistensi Islam di Barus pada masa lampau. Dari
sekian banyak situs yang ada, satu yang paling populer dan sering
dikunjungi wisatawan adalah Kompleks Pemakaman Papan Tenggi.
Situs ini begitu menarik perhatian
karena terletak di ketinggian 153 meter di atas permukaan laut dan
terlihat sangat indah dengan latar perairan Samudera Indonesia. Hal lain
yang menjadi daya tarik, di kompleks pemakaman ini terdapat sebuah
makam istimewa yang memiliki panjang 9 meter dengan nisan setinggi 1,5
meter.

