Posted by : Agen Casino Mejaemas
Senin, 14 September 2015
- Kian terpuruknya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berdampak pula pada dunia pariwisata. Sebagian besar traveller atau pelancong Indonesia mencari destinasi wisata alternatif saat hendak berlibur ke luar negeri.
Traveller Indonesia mulai
memilih negara-negara yang tidak menggunakan mata uang dolar sebagai
tujuan wisata. Berikut ini 3 negara yang banyak dilirik wisatawan
Indonesia sebagai destinasi wisata alternatif ketika dolar Amerika
tengah menggila seperti sekarang.
Kamboja
Kamboja merupakan salah satu negara Asia yang banyak dipilih traveller Indonesia sebagai destinasi wisata alternatif. Pasalnya, negara ini tidak menggunakan mata uang dolar untuk transaksi, melainkan riel Kamboja.
Kamboja merupakan salah satu negara Asia yang banyak dipilih traveller Indonesia sebagai destinasi wisata alternatif. Pasalnya, negara ini tidak menggunakan mata uang dolar untuk transaksi, melainkan riel Kamboja.
Tak hanya itu, Kamboja juga memiliki
banyak tempat menarik untuk ditelusuri. Salah satu daya tarik Kamboja
yang cukup populer di kalangan wisatawan Indonesia dan mancanegara
adalah Komplek Candi Angkor Wat.
Laos
Negara berikutnya yang menjadi pilihan alternatif traveller Indonesia ketika dolar menggila adalah Laos. Sama dengan Kamboja, Laos juga merupakan negara di kawasan Asia Tenggara yang tidak menggunakan dolar. Di negara ini berbagai transaksi dilakukan dengan mata uang Kip, yang 'ramah kantong' bagi turis asal Indonesia.
Negara berikutnya yang menjadi pilihan alternatif traveller Indonesia ketika dolar menggila adalah Laos. Sama dengan Kamboja, Laos juga merupakan negara di kawasan Asia Tenggara yang tidak menggunakan dolar. Di negara ini berbagai transaksi dilakukan dengan mata uang Kip, yang 'ramah kantong' bagi turis asal Indonesia.
Meski tak sepopuler Kamboja, Laos juga
memiliki banyak tempat menarik untuk dikunjungi. Salah satu di antaranya
adalah Komplek Candi Pha That Luang.
Myanmar
Negara ini makin banyak dikunjungi wisatawan mancanegara terlebih setelah pemerintah Myanmar mulai membuka diri terhadap dunia luar. Banyak spot menarik di Myanmar yang belum banyak terjamah sehingga membuat turis mancanegara penasaran.
Negara ini makin banyak dikunjungi wisatawan mancanegara terlebih setelah pemerintah Myanmar mulai membuka diri terhadap dunia luar. Banyak spot menarik di Myanmar yang belum banyak terjamah sehingga membuat turis mancanegara penasaran.
Sama halnya dengan Kamboja dan Laos,
Myanmar juga tidak menggunakan mata uang dolar Amerika Serikat sehingga
para pelancong asal Indonesia tak terlalu khawatir akan budget liburan
yang membengkak.

