Perang Baccarat Online | Perang Baccarat

Tampilkan postingan dengan label Manchester United. Tampilkan semua postingan

 info main bola 

MEJAEMAS  -  Bek Manchester United, Victor Lindelof optimistis timnya bisa memetik kemenangan di Derby Manchester nanti malam. Lindelof menyebut Setan Merah punya kepercayaan diri yang besar jelang lawatan ke Etihad Staidum nanti.

Manchester United akan melakoni laga akbar pada dini hari nanti. Tim berjuluk Setan Merah itu akan menantang sang rival, Manchester City pada laga bertajuk derby Manchester.

United sendiri punya catatan yang kurang apik melawan City musim ini. Setan Merah menelan satu hasil imbang dan satu kekalahan melawan The Citizens.

Namun Lindelof pede timnya bisa meraih kemenangan di laga ini. "Kami selalu percaya diri jelang menghadapi suatu pertandingan," buka Lindelof kepada MUTV.

Tidak Takut
Lindelof menyadari bahwa Manchester City tengah on fire dalam beberapa laga terakhir. Namun ia menegaskan MU sangat sanggup untuk mengalahkan City di laga ini.

"Kami tahu bahwa mereka tengah bermain dengan sangat baik belakangan ini. Namun di sisi lain, kami tahu bahwa kami bisa mengalahkan tim manapun,"

"Kami tidak akan fokus ke catatan mereka. Kami hanya akan fokus ke pertandingan dan melakukan apa yang kami inginkan di atas lapangan,"

Lapar Menang
Lindelof juga menyebut bahwa timnya sangat lapar akan kemenangan jelang pertandingan ini. Jadi ia berharap dahaga timnya akan kemenangan itu terbayar di laga ini.

"Seperti yang saya bilang, ini adalah pertandingan besar. Ini partai derby dan semua orang ingin memenangkan partai ini,"

"Kami akan bermain di laga ini dengan mentalitas yang tepat dan juga rasa lapar untuk menang," ujarnya.

Tebak Skor
Manchester United akan bertandang ke markas Manchester City di akhir pekan nanti.

Manchester United tengah berada dalam kondisi yang kurang baik, setelah meraih tiga hasil 0-0 beruntun. Akankah nasib MU kembali tersungkur ketika menghadapi sang tetangga?

info main bola

info main bola 

MEJAEMAS  -  Bek Manchester United, Victor Lindelof meminta rekan-rekannya untuk ekstra siaga menghadapi Manchester City. Ia menyebut sang tetangga adalah tim yang sulit ditebak sehingga mereka bisa jadi ancaman nyata di laga itu.

Nanti malam, Manchester United akan menyambangi Etihad Stadium. Mereka akan menantang sang tuan rumah, Manchester City di partai bertajuk Derby Manchester.

Manchester City saat ini berstatus tim terbaik di Premier League. Anak asuh Josep Guardiola itu berada di puncak klasemen, unggul 14 poin dari Manchester United yang menempati peringkat dua.

Lindelof tidak sungkan mengakui bahwa City lawan yang bakal menyulitkan timnya. "Mereka [City] kerap mengubah formasi mereka, sehingga kami harus siap akan segala kemungkinan," buka Lindelof kepada MUTV.

Skema Tanpa Striker
Lindelof juga menyadari bahwa City belakangan ini kerap memainkan skema tanpa striker murni. Ia menilai skema tersebut bisa menjadi ancaman yang nyata bagi MU.

"Mereka sering sekali bergerak baik saat membawa bola atau tanpa bola, jadi kami harus benar-benar waspada,"

"Jika mereka kembali tidak bermain dengan striker, maka kami harus melihat pertandingan dengan cara yang berbeda. Kami harus mencoba menutup ruang yang ada,"

Siap Atasi
Lindelof juga menegaskan bahwa timnya tidak akan gentar menghadapi skema apapun yang dipersiapkan City.

Ia menyebut timnya akan memberikan yang terbaik untuk menghentikan taktik yang disiapkan sang tetangga.

"Saya tidak tahu skema seperti apa yang akan mereka siapkan menghadapi kami, namun kami akan menunggu. Namun apapun taktik yang mereka gunakan, kami akan siap menghadapinya," ujarnya.

Tebak Skor
Manchester United akan bertandang ke markas Manchester City nanti malam.

Manchester United tengah berada dalam kondisi yang kurang baik, setelah meraih tiga hasil 0-0 beruntun. Akankah nasib MU kembali tersungkur ketika menghadapi sang tetangga?

info main bola

 info main bola 

MEJAEMAS  -  Para pelatih saat ini saat ini sering lebih menyukai formasi yang lebih dinamis. Seorang pemain dituntut bisa bermain di beberapa posisi, tidak ada yang sifatnya harga mati.

Ambil contoh di posisi penyerang, di era 4-4-2 dipresentasikan dua orang yang beroperasi di area tengah pertahanan lawan. Kini penyerang tidak hanya diidentikan dengan striker atau seorang bomber, tapi juga seorang winger. Contohnya Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, penyerang tajam yang beroperasi di sisi melebar lapangan.

Tim-tim era modern saat ini lebih sering memainkan patron 4-3-3, 4-2-3-1, atau 3-4-3. Kondisi ini secara langsung menggerus kemitraan duo penyerang yang amat populer di masa lalu.

Di era formasi 4-4-2 pencinta sepak bola disihir melihat aksi duet penyerang lewat gol-golnya.

Sejatinya kemitraan lini serang dalam sepak bola tak lantas mati dengan pergeseran posisi pemain. Tetap ada duo mematikan di lini serang, walau mungkin jumlahnya tak sebanyak dulu. Kini duet tak hanya melibatkan dua striker, tapi juga bisa striker dengan gelandang serang atau winger.

Situs Sportskeeda memilih duet-duet ofensif terbaik sepanjang masa, dari era jadul hingga kekinian.

Andy Cole dan Dwight Yorke
Andy Cole dan Dwight Yorke adalah duet mematikan yang pernah tercipta di Manchester United. Sir Alex Ferguson orang yang melihat potensi keduanya untuk dijadikan rekan duet sejati.

Cole-Yorke dianggap sebagai salah satu kemitraan paling tangguh sepanjang masa di Liga Inggris, mereka memainkan peran penting dalam musim kemenangan treble Manchester United pada tahun 1999. Duo ini mencetak 53 gol yang mengesankan di semua kompetisi dan berkembang di masing-masing kompetisi.

Dwight Yorke dan Andy Cole tampaknya menampilkan yang terbaik dari satu sama lain dan mencetak gol krusial untuk Manchester United melawan beberapa tim terbaik di dunia saat itu. Sinergi antara kedua penyerang menjadikan Manchester United menjadi tim dengan sistem serangan balik yang mematikan dan menjadikan tim 1998-1999 itu salah satu tim Premier League terbaik dalam sejarah.

Marco Van Basten dan Ruud Gullit
Kompetisi Serie A era 1990-an ditasbihkan sebagai kompetisi terbaik dunia. Bintang-bintang terbaik dunia meramaikan kompetisi kasta elite Italia tersebut.

Marco van Basten salah satu bintang Serie A kala itu yang melegenda hingga saat ini. Sang maestro Belanda mampu menampilkan momen-momen spektakuler di lapangan dan kemampuannya yang unik untuk menciptakan sejarah di lapangan menjadikannya salah satu striker terhebat di masanya.

Van Basten melakukan hal-hal luar biasa di AC Milan dan Timnas Belanda. Ia memiliki duet sehati Ruud Gullit yang tak kalah memesona. Keserbagunaan dan keuletan Gullit di sepertiga akhir membuat AC Milan menjadi tim ofensif yang mengerikan. Van Basten seringkali menikmati keruwetan yang dibuat Gullit di lini pertahanan lawan.

Ditambah Frank Rijkaard yang mendominasi lini tengah plus pemain-pemain seperti Franco Baresi dan Paolo Maldini membentuk tembok pertahanan yang sulit dijangkau, AC Milan asuhan Arrigo Sacchi memenangkan dua Piala Champions dan dua Scudetto.

Duo Basten-Gullit mencapai puncaknya pada tahun 1989, dengan AC Milan mengobrak-abrik pertahanan Real Madrid dan Steaua Bucharest dalam perjalanan menuju mahkota Eropa.

Ivan Zamorano dan Marcelo Salas
Kedua ujung tombak latino itu terpisah dunia baik secara generasi maupun gaya tetapi digabungkan untuk menghasilkan serangkaian momen gemilang bagi tim nasional mereka.

Ivan Zamorano sudah menjadi anggota mapan Timnas Chile ketika Marcelo Salas mencuat menjadi wonderkid pada tahun 1994. Zamorano segera membawa Marcelo Salas di bawah sayapnya dan keduanya bergabung untuk mendatangkan malapetaka di seantero Amerika Selatan.

Chile menjadi kekuatan baru di panggung sepak bola internasional, Zamorano dan Salas menjadi perwujudan dari setiap atribut berapi-api La Roja pada saat itu. Duo Amerika Selatan ini memainkan peran penting dalam perjalanan Piala Dunia 1998 Chile yang memesona dan memberi negara Amerika Selatan itu serangkaian momen yang tak terlupakan.

Gerd Muller dan Uli Hoeness
Penggemar sepak bola mengakui rekor produktivitas menakjubkan Gerd Muller bersama Bayern Munchen dan Timnas Jerman. Tapi ia tak bisa tajam tanpa bantuan Uli Hoeness.

Hoeness menjadi salah satu pemain sayap tercepat pada masanya dan kecepatannya bekerja dalam harmoni yang sempurna dengan naluri mencetak gol, Gerd Muller.

Keduanya menghabiskan hampir 10 tahun bersama di Bavaria dan memenangkan tiga gelar liga dan tiga Piala Eropa. Dengan tembakan Gerd Muller di semua silinder di area penalti dan Uli Hoeness menghancurkan lawan-lawannya di sayap, Bayern Munchen menjelma menjadi kekuatan Eropa yang kuat dan mendominasi sepak bola Jerman.

Dengan 359 gol yang menakjubkan dalam waktu kurang dari sepuluh musim untuk klub dan negara, Gerd Muller dan Uli Hoeness memanfaatkan hubungan mereka yang sangat baik dan mengukir warisan unik dalam sejarah Bayern Munchen.

Thierry Henry dan Dennis Bergkamp
Era keemasan Arsenal di awal tahun 2000-an ditandai dengan aksi beberapa pemain terbaik The Gunners yang melegenda di Premier League.

Prestasi spektakuler The Gunners di bawah asuhan Arsene Wenger ditandai dengan pencapaian sekelompok penyerang yang tangguh. Duet Thierry Henry dan Dennis Bergkamp yang terbaik di antara mereka.

Ketika Thierry Henry bergabung dengan Arsenal sebagai striker luar biasa berusia 20 tahun, Dennis Bergkamp sudah menjadi legenda hidup di klub. Kebijakan rotasi Arsene Wenger berarti bahwa dua favorit penggemar meluangkan waktu mereka untuk membangun hubungan yang efektif di lapangan.

Dennis Bergkamp tetap menjadi salah satu pemain paling kreatif dalam sejarah Liga Inggris dan visinya yang legendaris adalah ramuan sempurna untuk ledakan kecepatan eksplosif Thierry Henry di lapangan.

Kedua penyerang Arsenal itu memainkan peran penting dalam musim 'Invincibles' legendaris Arsene Wenger pada tahun 2004. Duo ini memenangkan dua gelar Premier League dan dua Piala FA bersama The Gunners dan menciptakan aura kejayaan di Highbury.

Ian Rush dan Kenny Dalglish
Liverpool selalu dikaitkan dengan striker legendaris selama bertahun-tahun dan era keemasan mereka di bawah Bob Paisley menghasilkan dua pembunuh bayaran terbaik dalam sejarah sepak bola Inggris.

Ian Rush dan Kenny Dalglish menjalin hubungan khusus dengan Anfield pada 1980-an dan telah menulis bab unik untuk diri mereka sendiri dalam cerita rakyat Merseyside secara turun menurun.

Kenny Dalglish adalah titik tumpu kreatif dari sisi Bob Paisley dan kemampuan bawaannya untuk menciptakan sihir di sepertiga akhir menghasilkan yang terbaik dari Ian Rush yang mematikan. Duet ternama Anfield ini memenangkan empat gelar liga dan dua Piala Eropa bersama Liverpool dan menjadikan klub Merseyside kekuatan kontinental yang amat tangguh.

Rush dan Dalglish adalah dua penyerang paling berbahaya di era mereka dan menandai salah satu era paling gemilang di Liverpool. Keduanya mengambil jalan yang berbeda setelah karier bermain mereka tetapi tetap menjadi duo paling menghancurkan dalam sejarah sepak bola Inggris.

Lionel Messi dan Luis Suarez
Lionel Messi, Luis Suarez, dan Neymar jadi trio mematikan Barcelona sebelum nama terakhir kemudian memutuskan pindah ke Paris Saint-Germain.

Sepeninggal Neymar, Messi dan Suarez menjalin kemitraan yang luar biasa di lapangan dan mendatangkan malapetaka buat lini pertahanan lawan di pentas La Liga.

Lionel Messi telah berubah menjadi pengaruh kreatif utama Barcelona di tahap akhir kariernya dan visinya yang patut dicontoh memberi Luis Suarez percikan yang dia butuhkan untuk menciptakan keajaiban bagi klub.

Messi juga mendapati dirinya menerima banyak peluang selama setahun karena kegigihan Suarez di lapangan, memungkinkan pemain Argentina itu melenggang melewati garis pertahanan lawan dengan mudah.

Lionel Messi dan Luis Suarez telah bergabung untuk menghasilkan 420 gol yang menakjubkan dalam enam tahun untuk Barcelona dan berbagi hubungan yang sangat baik baik di dalam maupun di luar lapangan. Kedua pemain Amerika Selatan itu sekarang bermain untuk rival La Liga tetapi tetap berteman sekalipun bersaing.

Pele dan Garrincha
ele dan Garrincha adalah dua pemain terhebat yang pernah menghiasi sepak bola. Kehadiran mereka di tim bertabur bintang Brasil membuat Selecao nyaris tak terkalahkan. Dua penyerang luar biasa adalah legenda permainan dan sementara kemampuan mereka melampaui dunia statistik, angka-angka tersebut memberikan gambaran yang menakjubkan tentang dampak mereka buat sepak bola Brasil.

Pele dan Garrincha memainkan 40 pertandingan bersama dalam warna nasional dan Selecao terkenal tidak pernah kalah dalam pertandingan dengan dua pemain hebat di lapangan.

Kemampuan Pele yang tak tertandingi untuk menemukan bagian belakang gawang sering membayangi kaki Garrincha yang memukau, tetapi pentingnya yang terakhir tidak hilang pada penggemar paling bersemangat permainan ini.

Dengan 44 gol dan dua Piala Dunia di antara mereka untuk Brasil, Pele dan Garrincha menjalin kemitraan yang tetap tak tertandingi di panggung internasional. Kedua legenda Selecao tidak dapat dimainkan di masa jayanya dan membuat Brasil identik dengan permainan yang indah ala Samba.

Alfredo Di Stefano dan Ferenc Puskas
Era kejayaan Real Madrid di tahun 1950-an memang memiliki akar kontroversial. Akan tetapi kualitas serangan hebat mereka tetap tidak perlu dipertanyakan lagi. Alfredo Di Stefano dan Ferenc Puskas tetap menjadi dua pencetak gol paling produktif dalam sejarah. Kemitraan mereka memberi Real Madrid landasan yang mereka butuhkan untuk menjadi klub paling sukses di Eropa.

Kedua pemain legendaris ini bermain bersama selama enam tahun di Real Madrid dan mencetak 302 gol yang menakjubkan dalam prosesnya. Final Piala Eropa 1962 menyaksikan momen mahkota keduanya saat Di Stefano dan Puskas membongkar Eintracht Frankfurt dalam perjalanan menuju kemenangan bersejarah 7-3.

Di Stefano, khususnya, adalah maestro Real Madrid pada saat itu dan memenangkan lima Piala Eropa bersama Los Blancos. Kehadiran Ferenc Puskas di klub membawa yang terbaik dari legenda Argentina dan memberikan Real Madrid status elite yang mereka miliki saat ini.

info main bola

 info main bola 

MEJAEMAS  -  Duel Manchester City vs Manchester United di Premier League, Minggu (7/3/2021) besok bakal mempertaruhkan banyak hal. Selain gengsi, ada rekor 21 pertandingan yang dijaga kedua tim.

Derby Manchester kali ini diprediksi bakal berlangsung seru. Saat ini Man City memimpin klasemen sementara dengan 65 poin, MU mengekor dengan 51 poin.

Artinya, laga ini seharusnya jadi kesempatan MU untuk memangkas poin, meski itu bukan berarti mereka bisa menghentikan Man City jadi juara.

Ole Gunnar Solskjaer pun mengakui pertandingan ini penting untuk perkembangan MU. Apa katanya?

Sama-sama 21
Man City memasuki laga ini dengan rekor 21 kemenangan beruntun, mereka belum pernah kalah sejak memasuki tahun 2021. MU, di sisi lain, punya rekor tandang tak terkalahkan dalam 21 pertandingan di Premier League. Laga kali ini digelar di Etihad Stadium, artinya bisa jadi salah satu rekor bakal gugur.

"Saat ini mereka adalah satu-satunya tim di depan kami jadi kami ingin memangkas poin dan mendekati mereka," kata Solskjaer di Manutd.com.

"Mereka tengah merangkai laju apik saat ini. Performa apik, 21 kemenangan beruntun. Kami punya catatan 21 laga tandang tak terkalahkan di liga."

"Jadi salah satu rekor akan terhenti, kita lihat saja yang mana," imbuhnya.

Finis kedua sudah cukup bagus?
Solskjaer pun bicara soal kemungkinan MU finis sebagai runner-up musim ini. Meski saat ini dalam jumlah poin tertinggal jauh dari Man City, finis di peringkat dua seharusnya sudah cukup bagus untuk MU.

"Fokus kami hanya kepada pertandingan ini dan tidak kepada di mana posisi kami mengakhiri musim nanti. Kami hanya perlu jadi MU yang terbaik dan mencoba berkembang dari musim lalu," sambung Solskjaer.

"Itu Artinya posisi kami di klasemen harus lebih baik, meraih lebih banyak poin, dan semoga bisa jadi penantang, mencapai final, atau meraih trofi."

"Soal apa yang dilakukan tim-tim lain, kami tidak bisa mengontrolnya. Kami hanya perlu melihat ke diri sendiri," tutupnya.

info main bola

info main bola 

MEJAEMAS  -  Tiga hasil imbang beruntun yang diraih Manchester United baru-baru ini membuka pintu kritik untuk si pemain terbaik, Bruno Fernandes. Sekarang Bruno diklaim tidak sebagus yang dikoar-koarkan.

Kritik ini datang dari Lee Sharpe yang kini jadi analis Premier League. Menurutnya Bruno tidak benar-benar melakukan sesuatu untuk membantu MU selain dari beberapa bulan awalnya tahun lalu.

Kini Bruno telah melewati tiga pertandingan terakhir tanpa gol dan tanpa assist untuk Setan Merah, ini laju paceklik terpanjangnya sejak tiba di Old Trafford pada Januari 2020 lalu.

Performa menurun drastis
Menurut Sharpe, penurunan performa Bruno terlihat jelas di laga-laga penting lawan tim top. Dia mengakui Bruno telah menyulut api semangat MU ketika pertama tiba, tapi sekarang tidak benar-benar membantu.

"Dalam beberapa bulan terakhir, saya tidak yakin Anda bisa benar-benar berkata bahwa Bruno Fernandes telah tampil apik di laga-laga penting," kata Sharpe di Express.

"Saya tahu semua orang memuji dia dan saya mungkin akan diserang karena ini, tapi sebenarnya saya tidak benar-benar yakin soal Bruno."

"Kehadirannya memang menghidupkan MU kembali, tapi sejak saat itu -- kecuali penalti -- dia tidak benar-benar berbuat banyak," imbuhnya.

Salah Bruno atau siapa?
Karena itulah Sharpe merasa Bruno yang sekarang tidak lebih dari salah satu pemain penting dalam skuad MU. Bruno tidak lagi bisa mengubah arah pertandingan seorang diri.

Meski begitu, Sharpe tidak langsung menyalahkan Bruno. Mungkin saja penurunannya disebabkan oleh perubahan instruksi dari Solskjaer, juga ada kemungkinan kelelahan.

"Di mata saya, dia tampak terlalu mudah kehilangan bola dan tidak terlalu terlibat pada permainan tim," sambung Sharpe.

"Entah ini karena posisinya di lapangan atau karena instruksi Ole, Bruno sepertinya tidak benar-benar terlibat seperti sebelumnya," tandasnya.

 info main bola MEJAEMAS  -  Manchester United saat ini merupakan pesaing terdekat Manchester City yang ada di puncak klasemen sementara Premier League 2020/21. Setan Merah menempati peringkat kedua dengan 51 poin, tertinggal 14 angka dari The Citizens.

Selisih 14 poin memang jauh, tapi itu sudah paling dekat buat pesaing utama Manchester City. Tim lain di bawah Manchester United malah selisih angkanya lebih banyak lagi.

Terbaru, Manchester City mengalahkan Wolverhampton Wanderers dengan skor 4-1. Selain menambah poin, produktivitas gol The Citizens juga semakin banyak, melebihi Manchester United.

Namun, perburuan gelar juara Premier League diyakini tetap terbuka. Manchester United juga masih berpeluang, meski dinilai berat.

Salah satu faktor yang membuat persaingan tetap terbuka adalah kompetisi masih berlangsung lebih dari 10 pekan lagi. Itu artinya, banyak hal bisa terjadi.

Lantas, apa saja upaya yang bisa dilakukan Setan Merah untuk mengejar Manchester City? Berikut setidaknya lima caranya.

Konsisten
Manchester United harus konsisten di jalur kemenangan, dengan sesekali toleransi imbang. Tapi untuk kalah, Setan Merah wajib menghindarinya.

Sepanjang Maret ini, tim asuhan Ole Gunnar Solskjaer itu punya tiga jadwal pertandingan di Premier League. Masing-masing menghadapi Crystal Palace, Manchester City, dan West Ham United.

Dari tiga laga bulan ini, sudah jelas derby Manchester harus diamankan Setan Merah. Jika sampai kalah, maka Manchester United bakal tambah berat mengejar posisi puncak, dan menjadi juara.

Laga Manchester United di Premier League sepanjang Maret 2021:
*4 Maret 2021: Crystal Palace 0-0 Manchester United
*7 Maret 2021: Manchester City vs Manchester united
*15 Maret 2021: Manchester United vs West Ham United.

Minimalkan Kesalahan
Dalam sepak bola, blunder adalah bagian dari permainan. Blunder adalah situasi salah yang dilakukan pemain sehingga berujung kebobolan.

Sama dengan skuad Manchester United sekarang ini. Luke Shaw dan kawan-kawan jangan sampai sering melakukan kesalahan.

Kewajiban meminimalkan kesalahan bisa dengan meningkatkan fokus dan konsentrasi. Karena salah sedikit, maka akibatnya bisa fatal. Ujungnya, Setan Merah bakal semakin sulit mengejar Manchester City.

Maksimalkan Kualitas Paul Pogba
Meski punya harga dan gaji lebih besar dibandingkan Bruno Fernandes, peran Paul Pogba di Manchester United musim ini belum menonjol. Kemampuan terbaik yang diharapkan bisa membuat lapangan tengah Setan Merah menjadi lebih kuat ternyata belum keluar maksimal.

Padahal jika Paul Pogba bisa memiliki performa yang lebih dari sekarang, maka perannya bakal siginifikan dalam upaya mengejar Manchester City. Sayangnya, pemain asal Prancis itu masih angin-anginnya.

Berdasarkan statistik, Paul Pogba baru mencatatkan 19 pertandingan bersama Manchester United. 15 di antaranya menjadi starter.

Kurangi Beban Bruno Fernandes
Catatan 15 gol, dan selalu turun dalam 27 laga sejauh Premier League musim ini bergulir membuat Bruno Fernandos seperti sulit digantikan. Padahal, itu adalah fakta yang mengkhawatirkan.

Bruno Fernandes sudah tampak kelelahan. Pemain asal Portugal ini barangkali sedang ada di titik jenuh.

Maka dari itu, tim pelatih perlu berpikir tentang Bruno Fernandes. Harus diistirahatkan dulu agar mendekati akhir musim nanti performanya mencapai puncak.

Berdayakan Donny Van De Beek
Bruno Fernandes memang tidak tersentuh, tapi tim pelatih harus mulai memberi kesempatan buat pemain lain. Contohnya adalah Donny van de Beek.

Pemain berusia 23 tahun ini harus diberi kesempatan lebih banyak. Apalagi, posisinya hampir sama dengan Bruno Fernandes sehingga bisa menjadi pelapis sepadan.

Hingga sekarang, Donny van de Beek baru bermain 13 kali, dan 11 di antaranya diganti saat tengah pertandingan. Fakta itu memperlihatkan jika tim pelatih belum percaya 100 persen kepada pemain asal Belanda ini.

Padahal, Donny van de Beek diyakini bisa memikul tanggung jawab sebagai gelandang serang berkualitas di Manchester United. Tinggal bagaimana pelatih memberi kepercayaan.

info main bola

info main bola  

MEJAEMAS   -  Manchester United sedang tidak dalam kondisi terbaiknya menjelang duel kontra Manchester City di Premier League akhir pekan ini, Minggu (7/3/2021). Ole Gunnar Solskjaer pun mengakui kesulitan MU, meski dia masih percaya diri.

Teranyar, Kamis (4/3), MU ditahan imbang Crystal Palace dengan skor 0-0. Hasil ini buruk, MU gagal memangkas jurang poin dari Man City di puncak klasemen sementara.

Selain itu, hasil ini menambah panjang performa buruk MU sepekan terakhir. Tiga laga terakhir mereka berakhir 0-0, yakni kontra Real Sociedad, Chelesea, dan kini Palace.

Bermodalkan momentum buruk tersebut, apa yang bisa dilakukan MU saat lawan Man City nanti?

Percaya diri Solskjaer
Solskjaer tahu kondisinya jauh lebih mendukung untuk Man City, wajar jika MU diprediksi kalah. Namun, dia menegaskan bahwa timnya yang sekarang selalu memberikan segalanya, bahkan ketika bermain imbang baru-baru ini.

Terlebih laga kontra Man City adalah laga derby yang memperhitungkan harga diri. Bakal ada energi ekstra yang mendorong para pemain.

"Sikap, pendekatan, setiap pemain di sini memberikan segalanya. Itulah yang luar biasa dari pemain-pemain ini, mereka selalu memberikan segalanya, jadi kami tidak perlu khawatir soal momentum buruk," ujar Solskjaer di Manutd.com.

"Kami akan bermain baik, dan jelas ada bumbu ekstra ketika bermain di laga derby."

Bakal jadi motivasi
Lebih lanjut, Solskjaer yakin hasil-hasil kurang memuaskan di berapa pertandingan terakhir ini justru bakal jadi motivasi untuk skuadnya. Man City harus bersiap menghadapi perlawanan MU.

"Sedikit rasa frustrasi dan kecewa atau penyesalan malam ini, itu bakal kembali jadi motivasi dan inspirasi untuk pertandingan berikutnya," sambung Solskjaer.

"Sebab ketika melawan Man City, Anda tahu pertandingan itu sangat berarti bagi kami dan sangat berarti bagi fans. Kami akan memberikan segalanya," tutupnya.

info main bola

info main bola 

MEJAEMAS  -  Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer mewanti-wanti klubnya agar realistis dalam berbelanja pemain pada jendela transfer musim panas mendatang.

Saat ini Manchester United mulai menyusun rencana mereka di jendela transfer musim panas nanti. Sejumlah pemain masuk diyakini daftar target Setan Merah.

Di sisi lain, kondisi keuangan klub-klub Eropa saat ini tengah lesu akibat pandemi Covid-19. Kondisi ini jelas bakal berpengaruh ke aktivitas jual beli pemain.

Pernyataan Solskjaer
Manchester United kerap dikaitkan dengan bintang-bintang top berharga mahal di pasaran. Namun dengan situasi saat ini, Solskjaer meminta klubnya untuk mempertimbangkan segala aspek sebelum membeli pemain.

“[Pandemi] pasti mempengaruhi semua orang di sepak bola. Tentu saja kurangnya pendapatan, keuangan telah mempengaruhi semua orang," ujar Solskjaer seperti dikutip Goal International.

“Kami harus realistis dan bertanggung jawab dalam menjalankan bisnis kami baik di dalam maupun di luar lapangan. Ada peningkatan di tempat latihan, stadion - kami harus melihat gambaran keseluruhan," tambahnya.

"Di mana kita bisa membelanjakan uangnya? Dan berapa harganya? Itulah kenyataannya sekarang. Dunia telah berubah." tandasnya.

Pengaruh ke Manchester United
Lantas, bagaimana pengaruh situasi saat ini terhadap kebijakan Manchester United di jendela transfer mendatang? Solskjaer mengutarakan solusinya.

“Anda dapat melihatnya dengan cara yang berbeda soal membangun tim kembali. Kami juga memiliki pemain di akademi yang sekarang mungkin bisa kami beri peluang," tutur Solskjaer.

"Semua klub di dunia mengalami situasi yang sama sehingga tidak ada bedanya untuk klub lain selain kami. Saya pikir akan ada semakin sedikit transfer yang terjadi di dunia sepak bola dengan semua perubahan ini." tukasnya.

info main bola

info main bola  

MEJAEMAS   -  Manchester United harus menggelontorkan uang bernilai besar jika ingin merekrut Erling Braut Haaland dari Borussia Dortmund. Padahal, beberapa tahun lalu, mereka punya kesempatan merekrutnya dengan harga murah.

Kontrak Haaland sendiri mencantumkan klausul pembelian seharga 75 juta euro. Namun, kalau ingin mendapatkannya dengan harga segitu, Manchester United harus menunggu hingga tahun 2022 mendatang.

Untuk musim panas ini, Dortmund berhak menentukan harga sesuai keinginan. Manchester United tahu persis kalau klub raksasa Jerman tersebut sulit diajak bernegosiasi, seperti yang terjadi dalam saga transfer Jadon Sancho.

Situasi ini jelas merugikan buat Manchester United. Sekarang, manajemen klub sepertinya sedang menyesali keputusan karena tidak merekrutnya di tahun 2019 lalu.

Kenapa Tidak dari Dulu?
Di klub sebelumnya, yakni RB Salzburg, Haaland memiliki klausul pelepasan seharga 17 juta pounds. Melihat torehan golnya sebelum meninggalkan Austria, angka segitu jelas sangat murah.

Kendati demikian, mereka melepaskan kesempatan emas itu terlewat begitu saja. Jurnalis Sky Sports, Dharmesh Sheth, hanya bisa menduga satu alasan mengapa Manchester United tidak merekrutnya di tahun 2019 lalu.

"Pertanyaan besarnya, yang selalu ditanyakan, adalah kenapa salah satu klub tersebut tidak mengejar Haaland saat masih berharga 17 juta pounds?" ungkapnya.

"Man United adalah klub yang besar, seolah-olah mereka berkata: 'kami adalah klub besar, dan merupakan klub di mana para pemain menghabiskan sisa karirnya, kami bukan batu loncatan'," lanjutnya.

Dortmund Memanfaatkan Celah
Sheth meyakini kalau pola pemikiran yang sama juga dimiliki oleh klub-klub lain. Jika mengingat saat itu, sedikitnya ada dua tim papan atas Eropa yang menginginkan jasanya selain Manchester United, yakni Juventus dan juga Arsenal.

Dortmund melihat gengsi klub papan atas itu sebagai celah. Tanpa diduga banyak orang, mereka langsung mengikatnya dengan kontrak berdurasi empat setengah tahun.

"Dortmund tahu apa yang mereka hadapi, mendapatkannya dengan harga murah. Namun mereka harus menyepakati klausul pelepasan ini di tahun 2022 mendatang," pungkas Sheth.

Sekarang peminat Haaland semakin banyak. Sang agen, Mino Raiola, mengungkapkan kalau kliennya sedang diincar 10 klub papan atas Eropa saat ini. Empat di antaranya berasal dari Inggris.

info main bola

 info main bola 

MEJAEMAS  -  Manchester United tidak sempat berpesta merayakan keberhasilan menembus 16 besar Liga Europa 2020/21. Pasukan Ole Gunnar Solskjaer akan segera disambut laga-laga sulit di kompetisi domestik.

Jumat (26/2/2021), MU bermain imbang 0-0 dengan Real Sociedad pada leg kedua 32 besar Liga Europa 2020/21. Hasil ini sudah cukup mengantar MU ke babak 16 besar setelah sebelumnya menang telak 4-0 di leg pertama.

Solskjaer puas dengan kemenangan dan keberhasilan lolos timnya. Namun, dia tidak mau timnya bersantai. MU baru akan memasuki babak terpenting yang akan menentukan laju mereka musim ini.

Hadapi laga-laga berat
Desakan Solskjaer punya alasan kuat. Setelah ini MU akan menghadapi jadwal padat dengan laga-laga sulit sampai jeda internasional berikutnya. Di antaranya ada laga kontra Chelsea, Manchester City, dan perempat final FA Cup.

"Sekarang sampai jeda internasional kami akan menghadapi tujuh atau delapan pertandingan. Ada laga kontra Chelsea, Leicester, Man City, laga-laga masif ... West Ham pun demikian," ujar Solskajer di Manutd.com

"Itulah laga-laga penting di liga, ada laga tandang kontra Palace, lalu siapa tahu bagaimana undian kami nanti [16 besar Liga Europa]."

Perlu skuat penuh
Jeda internasional berikutnya dijadwalkan pada 22-30 Maret mendatang. Sebelum itu pasukan Solskjaer harus berjuang menjaga konsistensi, yang jelas tidak akan mudah.

"Jadi ada sekitar tiga atau empat pekan sampai jeda internasional yang akan jadi masa-masa penting bagi kami," sambung Solskjaer.

"Kami ada di posisi bagus, kepercayaan diri kami baik. Semoga kami bisa menyambut sejumlah pemain kembali dari cedera," tandasnya.

Berikut jadwal pertandingan MU selengkapnya:

Jadwal MU sebelum jeda internasional
*28/2 Chelsea vs Man United, EPL
*4/3 Crystal Palace vs Man United, EPL
*7/3 Man City vs Man United, EPL
*12/3 Man United vs (...), UEL
*15/3 Man United vs West Ham, EPL
*19/3 (...) vs Man United, UEL
*22/3 Leicester City vs Man United, FA Cup

info main bola

 info main bola  

CASINO ONLINE   -  Manchester United hanya bermain imbang 0-0 ketika meladeni Real Sociedad pada duel leg kedua 32 besar Liga Europa 2020/21, Jumat (26/2/2021). Hasil ini sudah cukup mengantar pasukan Ole Gunnar Solskjaer ke putaran berikutnya.

Sebelumnya, pada duel leg pertama pekan lalu, MU tampil perkasa dan menghajar Sociedad 4-0. Artinya satu langkah MU sudah menginjak babak 16 besar, hanya perlu bermain aman di leg kedua.

Sayangnya permainan MU terlampau aman, bahkan terbilang di bawah standar. Solskjaer membuat banyak rotasi, mungkin inilah penyebab MU tidak bisa menghantam Sociedad sepenuhnya.

Tetap lolos
Solskjaer menegaskan bahwa timnya ingin mencetak gol juga di leg kedua tadi, sayangnya hal itu tidak terjadi. Permainan MU kurang maksimal dan akhirnya harus puas dengan skor imbang.

Meski begitu, yang paling penting MU tetap lolos dan Solskjaer bisa memberi kesempatan pada sebagian pemain yang jarang tampil

"Kami lolos dan itu sudah. Tentu ini latihan bagus untuk sejumlah pemain, jadi kami seharusnya puas karena mereka adalah tim bagus, justru tim yang sangat bagus," kata Solskjaer di Manutd.com.

"Biasanya ketika Anda sudah unggul 4-0, sulit menjaga semangat untuk terus berjuang. Kami membutuhkan tamparan itu dari penalti mereka."

Tantangan sebenarnya
Musim lalu MU pun melaju cukup apik di Liga Europa sampai akhirnya dikalahkan Sevilla di semifinal. Kini Solskjaer punya kesempatan baru untuk memperbaiki itu dan mempersembahkan trofi pertamanya untuk fans MU.

"Anda lebih mudah mengingat kekalahan daripada kemenangan, khususnya di semifinal. Kami begitu dekat dengan final dan panggung utama, bahkan ada tiga kesempatan," sambung Solskjaer.

"Kami sudah merasakan satu kegagalan musim ini [semifinal Carabao Cup] jadi jelas tim kami merasa kecewa dan ingin melaju lebih jauh lagi di ajang ini," tutupnya.

info main bola

 info main bola 

MEJAEMAS  -  Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, menilai timnya harusnya tidak hanya mencetak empat gol saat berjumpa Real Sociedad. Sebab, United punya banyak peluang untuk mencetak gol lain.

United berjumpa Sociedad pada laga leg pertama babak 32 Besar Liga Europa, Jumat (19/2/2021) dini hari WIB. Pada duel di Allianz Stadium, Setan Merah menang dengan skor 4-0.

United tampil apik sejak menit awal. Bruno Fernandes kembali jadi pemain menentukan dengan dua golnya. Sedangkan, Marcus Rashford dan Daniel James juga turut mencatatkan namanya di papan skor.

Harusnya Menang Lebih Besar
Menang dengan skor 4-0 membuat United berada di atas angin. Mereka akan tetap lolos ke 16 Besar, walau kalah dengan skor 3-0 pada leg kedua yang akan digelar di Old Trafford.

Solskjaer pun senang melihat performa pasukannya. Akan tetapi, dia tetap memberikan catatan pada pemain United yang dinilai belum cukup efektif dalam memanfaatkan peluang mencetak gol.

"Kami mencetak beberapa gol bagus dan memainkan sepak bola yang bagus," ucap Solskjaer kepada BT Sport dikutip dari BBC.

"Kami layak menang, tapi mungkin tidak dengan empat gol. Ketika kami mendapatkan ruang seperti pada malam ini, kami bisa menjadi tim yang berbahaya," imbuh manajer asal Norwegia tersebut.

Kunci Kemenangan United
Solskjaer menyebut kunci sukses United ada di lini belakang. Setan Merah bertahan dengan baik dan mampu memanfaatkan momen serangan balik untuk mencetak gol.

"Kami bertahan dengan baik, mereka punya beberapa pemain hebat di depan dan kami mampu melakukan serangan balik dengan cepat. Mereka membuka diri dan kami mendapat ruang yang kami inginkan," kata Solskjaer.

"Setiap tim menyerang Anda, ini tentang menemukan momen untuk menemukan ruang. Kami sedang dalam proses, kami belajar dari beberapa laga yang belum bisa kami menangkan," sambung Solskjaer.

info main bola

 info main bola 

MEJAEMAS   -   Manchester United akan memulai kiprahnya di Liga Europa 2020/21. Setan Merah datang sebagai tim limpahan dari Liga Champions, karena finis di posisi ketiga penyisihan Grup H.

Lanjutan Liga Europa pada Februari ini diawali babak 32 besar. Babak ini terbagi menjadi dua leg, kandang dan tandang.

Berdasarkan hasil undian, Manchester United akan menghadapi Real Sociedad. Leg pertama bakal berlangsung di markas Juventus, Allianz Stadium, Turin, pada Jumat (19/2), mulai pukul 00.55 WIB.

Duel tersebut dipindah ke Turin karena tantangan pandemi COVID-19 yang mengancam. Seharusnya di laga ini Real Sociedad yang menjadi tuan rumah.

Pada pertandingan nanti, Manchester United punya modal lebih banyak untuk memenangi pertandingan. Apa saja alasannya? Mari kita bedah satu per satu. Setidaknya, ada enam alasan Setan Merah akan memetik kemenangan di Turin.

Manchester United Lebih Percaya Diri
Perjalanan di kompetisi domestik bisa menjadi gambaran akan seperti apa di pentas internasional. Kita tahu sekarang Manchester United beredar di papan atas.

Tim asuhan Ole Gunnar Solskjaer itu saat ini menempati posisi kedua klasemen sementara Premier League dengan mengemas 46 poin. Terpaut tujuh angka dari Manchester City yang ada di peringkat satu.

Sebaliknya, posisi Real Sociedad terus melorot setelah berpekan-pekan mengejutkan di awal kompetisi La Liga musim ini. Tim asuhan Imanol Alguacil itu kini menghuni peringkat kelima dengan mengantongi 38 poin, tertinggal 17 angka dari Atletico Madrid yang ada di puncak.

Dari perbedaan posisi tersebut membuat Manchester United agaknya lebih percaya diri dalam menatap pertandingan dini hari nanti.

Manchester United Dominan
Manchester United dan Real Sociedad pernah bertemu di Liga Champions. Tepatnya pada musim 2013/14.

Ketika itu di babak penyisihan grup, Setan Merah tidak pernah kalah dari Real Sociedad. Baik kandang maupun tandang.

Pada pertemuan pertama, Manchester United menang 1-0. Kemudian pada putaran kedua seri 0-0.

Fakta itu akan menambah kepercayaan diri skuad Manchester United pada laga dini hari nanti. Setan Merah diprediksi akan tetap dominan, terlebih lagi Real Sociedad tidak bermain di kandang aslinya.

Hasil Pertandingan Head to Head:
24/10/2013 Manchester United 1-0 Real Sociedad, UCL
6/11/2013 Real Sociedad 0-0 Manchester United, UCL

Paul Pogba Familier dengan Turin
Gelandang Manchester United, Paul Pogba akan kembali ke rumah yang pernah ditinggalinya yaitu Allianz Stadium. Kita tahu pemain asal Prancis itu adalah eks Juventus.

Paul Pogba menjadi penghuni Allianz Stadium pada 2012-2016. Pengalaman selama empat tahun itu tentu banyak yang bisa dibagikan.

Dengan laga ini dimainkan di Turin, Paul Pogba diyakini punya semangat besar. Ingin memperlihatkan betapa Turin masih menjadi kota keberuntungannya.

Koneksi Spanyol
Di skuad Manchester United saat ini terdapat setidaknya tiga pemain yang pernah membela tim dari Spanyol. Mereka adalah David de Gea, Eric Bailly, dan Juan Mata.

David de Gea pernah memperkuat Atletico Madrid (2008-2011). Sementara Eric Bailly membela Espanyol (2013-2015), dan Villarreal (2015-2016). Sedangkan Juan Mata berseragam Real Madrid Castilla (2006-2007), dan Valencia (2007-2011).

Koneksi Spanyol ini bisa dimanfaatkan untuk mengebut kesiapan menghadapi Real Sociedad. Jika dipasang sebagai starter, maka ketiganya akan sangat menggangu lawan karena sudah paham gaya bermain tim Spanyol.

Belum Kehilangan Poin
Manchetser United sedang dalam tren bagus. Di lima pertandingan terakhir, Marcus Rashford dan kawan-kawan selalu memetik poin.

Manchester United terakhir kali kalah pada 28 Januari 2021. Setan Merah takluk 1-2 dari Sheffield United, di ajang Premier League.

Tapi setelah itu, Manchester United mengebut. Bahkan sempat beberapa minggu ada di puncak klasemen, sebelum akhirnya dikudeta Manchester City.

Catatan belum kehilangan poin ini bisa menjadi dorongan untuk skuad Manchester United memetik poin penuh atas Real Sociedad.

Hasil 5 laga terakhir Manchester United:
31/1/2021 Arsenal 0-0 Manchester United, Premier League
3/2/2021 Manchester United 9-0 Southampton, Premier League
7/2/2021 Manchester United 3-3 Everton, Premier League
10/2/2021 Manchester United 1-0 West Ham, Piala FA
14/2/2021 West Bromwich Albion 1-1 Manchester United, Premier League

Tangan Dingin Solskjaer
Ole Gunnar Solskjaer datang ke Turin dengan harapan memetik kemenangan, dan tidak kebobolan. Jika itu terjadi, maka Manchester United akan menjalani leg kedua dengan tenang.

Diyakini pula tangan dingin Ole Gunnar Solskjaer akan membawa Setan Merah meraih kemenangan atas Real Sociedad. Alasannya karena Manchester United belajar dari kegagalan di Liga Champions.

Skuad terbaik Manchester United juga siap diturunkan. Fakta itu akan membuat Ole Gunnar Solskjaer menjadi maksimal dalam meramu komposisi tim.

info main bola

 

 

 info main bola  

MEJAEMAS  -  Pemain Manchester United dinilai tidak percaya dan enggan melepas umpan pada Donny van de Beek. Opini tersebut disampaikan eks pemain United, Mark Hughes.

Performa Donny van de Beek memang dinilai belum sesuai harapan. Dia dibeli dengan harga 40 juta euro pada awal musim, tetapi kini justru lebih sering duduk di bangku cadangan.

Van de Beek beberapa kali tampil sejak menit awal, seperti di laga melawan West Ham (10/2/2021). Akan tetapi, pemain asal Belanda itu gagal menunjukkan aksi yang cukup impresif dan ditarik keluar pada babak kedua.

Pemain MU Tidak Percaya pada Donny van de Beek?
Mark Hughes menilai Donny van de Beek punya kualitas yang bagus. Akan tetapi, pemain United belum cukup percaya untuk memberikan umpan kepada gelandang berusia 23 tahun tersebut.

"Sepertinya pemain United belum percaya untuk mengumpan bola padanya," kata Mark Hughes kepada talkSPORT.

"Ketika pemain seperti Fred dan Nemanja Matic naik dan melihat Marcus Rashford, Anthony Martial, dan Mason Greenwood, yang merupakan pemain hebat, pikiran mereka adalah mengumpan padanya," sambung Hughes.

"Saya belum melihat ada banyak gerakan dari Donny van de Beek, saya belum lihat dia melakukan gerakan kecil untuk masuk ke kotak penalti. Dia tampil mengecewakan. Dia harus memberi bukti," tegas Hughes.

Layak Dapat Kesempatan Lagi?
Ole Gunnar Solskjaer sendiri terus memberi pembelaan pada Donny van de Beek. Dia yakin eks pemain Ajax Amsterdam masih butuh waktu untuk adaptasi. Hughes berharap, jika Van de Beek terus diberi kesempatan, harus memberi bukti lebih banyak.

"Ya, Anda ingin memberikan Donny van de Beek kesempatan. Mungkin, dia agak sedikit kecewa karena tidak banyak bermain dan mungkin situasinya menjadi sedikit lebih sulit," kata Hughes.

"Tapi, Anda harus katakan, melihat performanya sejauh ini dengan waktu yang didapat, dia tidak pantas mendapat lebih dari itu. Van de Beek harus menunjukkan lebih banyak lagi," tutup eks manajer Manchester City tersebut.

 info main bola 

MEJAEMAS   -  Manchester United menggilas Southampton pada duel Premier League, Rabu (3/2/2021). Pesta sembilan gol tanpa balas terjadi di Old Trafford (9-0), MU menggila untuk kembali ke jalur kemenangan.

Pasukan Ole Gunnar Solskjaer memulai dominasi mereka dengan kartu merah langsung untuk bek muda Southampton di menit ke-2. Unggul jumlah pemain, MU bisa mencetak empat gol di babak pertama.

Pesta gol ini belum berhenti di babak kedua. Unggul empat gol, MU justru semakin agresif pada 45 menit kedua dan mencetak lima gol tambahan. Southampton tidak berdaya karena kalah jumlah pemain.

Hasil ini pun mendongkrak kepercayaan diri skuad MU dalam persaingan ketat di papan atas. Di saat yang sama, Southampton kembali terkapar dengan kekalahan 0-9, skor yang sudah akrab bagi skuad Ralph Hassenhuttl.

1. Kedua kalinya untuk Soton
Nahas, ini merupakan kekalahan kedua Southampton dengan skor sama: 0-9. Mereka pertama kali dihajar sembilan gol oleh Leicester City pada tahun 2019 lalu, kini terulang oleh MU.

Kedua kekalahan besar ini terjadi di bawah pelatih yang sama, Ralph Hasenhuttl. Kala itu Southampton butuh waktu cukup lama untuk bangkit dan masih memercayai Hasenhuttl.

Kali ini, Hasenhuttl harus membawa timnya bangkit lagi. Musim ini sebenarnya tidak terlalu buruk bagi Southampton, tapi kekalahan 0-9 ini jelas jadi pukulan telak.

2. Juga kedua kalinya untuk MU
Jika ini kedua kalinya Southampton kalah 0-9, di saat yang sama ini pun kedua kalinya MU menang dengan skor 9-0. Pertama kali MU menang dengan skor telak 9-0 atas Ipswich Town pada tahun 1995 silam.

MU bermain nyaris sempurna pada laga ini. Southampton bahkan tidak bisa bergerak melawan, meski jelas MU diuntungkan dengan dua kartu merah lawan.

Setan Merah sudah unggul 4-0 di babak pertama, tapi belum merasa puas dan terus tancap gas di babak kedua. Bahkan tiga gol terakhir MU tercipta hanya dalam rentang 6 menit menjelang akhir laga.

3. Mimpi buruk Jankewitz
Laga ini merupakan laga debut bek muda Southampton, Alexandre Jankewitz. Nahas, laga ini pun mungkin akan jadi laga yang paling ingin dia lupakan.

Jankewitz hanya bermain dua menit di lapangan. Dia membuat pelanggaran fatal pada Scott McTominay dan langsung dihukum katu merah oleh wasit Mike Dean.

Bos Soton, Ralph Hassenhuttl, bahkan langsung mengangkat tangan begitu melihat pelanggaran Jankewitz. Tentu kehilangan pemain hanya setelah 3 menit membuat 87 menit sisanya berjalan begitu sulit.

4. Pemain MU tancap gas lagi
Pesta sembilan gol kali ini pun sangat penting untuk sejumlah pemain MU. Anthony Martial memulai dengan catatan tanpa gol pada sembilan laga terakhir, di laga ini dia membungkus dua gol.

Lalu Bruno Fernandes, sebelumnya lima laga tanpa gol di Premier League, kali ini mencetak satu gol dari titik putih.

Bukan hanya gol, Bruno pun membungkus dua assists pada laga ini. Dia tidak ambil peran pada 4 gol pertama, tapi tampil impresif di babak kedua.

5. Luke Shaw semakin bagus
Musim ini Luke Shaw tampil di level luar biasa, dan dia kembali menunjukkannya pada pertandingan ini. Shaw yang sekarang sudah bebas dari masalah cedera dan siap membuktikan diri.

Shaw hanya bermain 45 menit, sengajat diistirahatkan di babak kedua. Meski demikian, 45 menit itu sudah cukup untuk membuat catatan impresif.

Shaw menyumbang dua assists pada 45 pertama, jumlah yang sama dengan kontribusinya pada 45 penampilan di Premier League sebelumnya.

Kedatangan Alex Telles sepertinya benar-benar memaksa Shaw untuk berkembang dan main bagus.

info main bola 

MEJAEMAS  -  Satu gol yang dicetak Marcus Rashford ke gawang Southampton, Rabu (3/2/2021) dini hari WIB membawanya naik peringkat dalam daftar pencetak gol terbanyak Manchester United.

Dalam laga ini, Rashford membobol gawang Southampton pada menit ke-25 lewat sebuah sontekan first time meneruskan umpan tarik yang dikirim Mason Greenwood dari sisi kiri.

Manchester United yang unggul jumlah pemain sejak pertandingan baru berjalan dua menit sendiri akhirnya sukses memenangi laga ini dengan skor mentereng, yakni 9-0.

Prestasi Rashford
Dilansir Goal International, satu gol ke gawang Southampton ini membuat Rashford kini tercatat sudah mencetak 83 gol bagi Manchester United di semua kompetisi.

Angka ini ternyata melewati catatan 82 gol milik gelandang serang andalan Manchester United pada medio 90-an silam, yakni Eric Cantona.

Kini, Rashford tengah bernafsu mengejar catatan 85 gol milik legenda sekaligus mantan ikon Manchester United lainnya, yakni David Beckham.

Masih Jauh dari Puncak
Catatan 83 gol Rashford masih cukup jauh dari rekor pencetak gol terbanyak Manchester United yang hingga kini dipegang Wayne Rooney dengan 253 gol.

Meski demikian, dengan usia yang baru menginjak 23 tahun, Rashford memiliki kesempatan sangat terbuka untuk terus menambah pundi-pundi golnya bagi Manchester United.

Bisa jadi dalam waktu dekat Rashford sudah bisa melewati catatan gol milik legenda Manchester United lainnya seperti Cristiano Ronaldo (118 gol), Andy Cole (121), hingga Ole Gunnar Solskjaer (126).

info main bola

Bruno Fernandes Dikritik: Melempem Lawan Tim Besar

Minggu, 31 Januari 2021
Posted by Agen Casino Mejaemas

 info main bola 

MEJAEMAS  -  Mantan pemain Manchester United, Paul Scholes, memberi kritik pedas atas performa Bruno Fernandes di laga kontra Arsenal. Menurutnya, performa Fernandes sangat mengecewakan.

Setan Merah berkunjung ke markas Arsenal pada matchday 21 Premier League, Minggu (31/1/2021) dini hari WIB. Partai bigmatch ini berlangsung di Emirates Stadium.

Setan Merah sejatinya memiliki penguasaan bola yang lebih besar dari The Gunners. Namun, tak ada gol yang tercipta sehingga pertandingan berakhir dengan skor 0-0.

Hasil imbang ini membuat MU tertahan di posisi kedua klasemen sementara Premier League. Tim asuhan Ole Gunnar Solskjaer mengumpulkan nilai 41 dari 21 pertandingan.

Sementara itu, tambahan satu angka membuat Arsenal menghuni posisi kedelapan. Pasukan Mikel Arteta mengoleksi nilai 31 dari 21 pertandingan.

Performa Fernandes
Sementara itu, Fernandes kembali gagal memberikan dampak saat berhadapan dengan Arsenal. Pemain internasional Portugal itu sebelumnya juga tak bersinar saat United takluk 0-1 dari The Gunners di Old Trafford pada November lalu.

Scholes yakin penampilan Fernandes melawan tim papan atas di Premier League cukup mengewakan dan harus menjadi perhatian Solskjaer.

Anda berbicara tentang [melawan] Liverpool dan Manchester City. Mereka sepertinya tidak bisa memenangkan pertandingan itu," kata Scholes kepada Premier League Productions.

"Saat Anda kesulitan melawan Sheffield United pada suatu malam dan Anda dikalahkan oleh mereka, dan itu sampai pada pertandingan besar, Anda harus memenangkan pertandingan ini, dan mereka tidak dapat menemukan cara untuk melakukannya.

"Bruno Fernandes selalu mengecewakan di setiap pertandingan itu. Dia memiliki angka-angka yang luar biasa, assist yang hebat, gol-gol yang hebat, menurut saya dalam lima pertandingan terakhir melawan tim-tim besar dia tidak mencetak gol, tidak ada assist."

MU Mengkhawatirkan
Scholes menilai Fernandes harus segera meningkatkan performa. Kalau tidak, Setan Merah akan kesulitan dalam meraih gelar musim ini.

"Benar-benar mengkhawatirkan. Dan itulah mengapa United berada di posisi mereka sekarang," lanjutnya.

"Saya tahu mereka dalam posisi yang baik, itu adalah posisi yang baik, tetapi ini bukanlah posisi yang akan memenangkan liga."

info main bola

 info main bola  

MEJAEMAS  -  Bek Arsenal, David Luiz mengaku senang bisa menghentikan tendangan bebas Bruno Fernandes. Ia menilai tendangan bebas playmaker Manchester United itu sangat berbahaya.

Dini hari tadi, Arsenal berhadapan dengan Manchester United di Emirates Stadium. Laga ini jadi pertempuran yang sengit karena kedua tim saling menyerang sejak awal.

Manchester United sempat memiliki peluang yang sangat berbahaya melalui tendangan bebas Bruno Fernandes yang berjarak sangat dekat dari kotak penalti Arsenal. Tembakan yang terukur itu berhasil dihentikan oleh Luiz.

Luiz mengaku girang bisa menghentikan tembakan bebas itu. "Saya rasa dia [Fernandes] adalah salah satu eksekutor tendangan bebas terjago di Premier League," ujar Luiz kepada Sky Sports.

Tendangan Bebas Krusial
Menurut Luiz, Fernandes sangat berbahaya ketika mendapatkan tembakan bebas yang berjarak dekat dari kotak penalti.

Ia menyebut bahwa tendangan bebas Fernandes itu berpeluang besar berubah menjadi gol jika dibiarkan begitu saja.

"Bruno sangat luar biasa saat tendangan bebas. Ia bisa mengubah jalannya pertandingan dengan tendangan bebas di posisi itu."

Dapat Pujian
Luiz menyebut bahwa keberhasilannya menghentikan tendangan bebas Fernandes itu mendapatkan apresiasi dari sang penendang.

Fernandes disebut tidak menyangka tembakannya bisa dihentikan oleh Luiz.

"Dia [Fernandes] berbicara dengan saya setelah pertandingan, karena ia mencoba mengejutkan semua orang dengan tendangan itu. Namun saya senang saya berada di posisi yang siap dan menghentikan gol itu." ujarnya.

Naik Peringkat
Berkat tambahan satu poin ini, Arsenal naik peringkat.

Mereka naik ke peringkat delapan melampaui Chelsea yang baru akan bermain pada nanti malam.

info main bola

info main bola 

MEJAEMAS  -   Manchester United akan bertandang ke markas Arsenal pada pekan ke-21 Premier League 2020/21, Minggu (31/1/2021). Jika mampu menghindari kekalahan, maka Setan Merah akan mengukir sebuah rekor anyar dalam sejarah klub mereka.

Manchester United (MU) tak terkalahkan dalam 17 laga tandang terakhirnya di Premier League. Itu terhitung dari tujuh laga tandang terakhir di Premier League musim lalu dan 10 laga tandang yang sudah mereka mainkan di Premier League musim ini.

Selama periode itu, MU meraih 13 kemenangan tandang. Empat laga tandang lainnya berkesudahan imbang.

Bisa 18 Laga?
Menurut statistik di situs resmi Premier League, MU berpeluang menorehkan rekor anyar jika mampu meraih hasil imbang atau menang di markas Arsenal.

Sejauh ini, MU telah menyamai rekor yang pernah mereka ukir antara Desember 1998 dan September 1999. Waktu itu, MU tak terkalahkan dalam 17 laga tandang beruntun di liga tertinggi Inggris.

MU sudah menyamai rekor itu. Jika meraih hasil positif saat melawan Arsenal nanti, berarti MU akan mengukir rekor anyar dalam sejarah klub mereka, yakni tak terkalahkan dalam 18 laga tandang beruntun di liga tertinggi Inggris.

Kapan Terakhir Kali MU Kalah Tandang?
Terakhir kali MU menelan kekalahan tandang di Premier League adalah pada 19 Januari 2020. Waktu itu, MU dikalahkan Liverpool di Anfield.

MU dipaksa menyerah 0-2. Gol-gol Liverpool ke gawang MU dicetak oleh Virgil van Dijk dan Mohamed Salah.

Setelah itu, hingga sekarang, MU belum lagi menelan kekalahan tandang di Premier League. Mampukah Setan Merah meneruskan catatan positif itu di Emirates Stadium nanti?

info main bola

info main bola 

MEJAEMAS   -  Manchester United akan berhadapan dengan Sheffield United pada pekan ke-20 Premier League 2020/21. Duel kedua tim bakal berlangsung di Old Trafford, Kamis (28/1), mulai pukul 03.15 WIB.

Posisi kedua tim di klasemen saat ini bak langit dan bumi. Manchester United menempati peringkat kedua dengan mengoleksi 40 poin, sementara Sheffield United baru mengemas lima angka dan kini ada di dasar klasemen.

Sheffield United tampaknya menjadi kandidat kuat bakal degradasi ke Divisi Championship. Bagaimana tidak, dari 19 pertandingan yang telah dijalani, perolehan poin yang dikoleksi begitu minim.

Namun, apakah Sheffield United tidak punya peluang sama sekali untuk mengalahkan Manchester United? Jelas tidak, karena sepak bola bukan matematika atau ilmu pasti.

Sepak bola biasa menghadirkan kejutan dan menghancurkan prediksi. Nah, Sheffield United juga tidak menutup kemungkinan melakukan itu.

David Mcgoldrick
Penyerang berusia 33 tahun ini adalah nyawa lini depan The Blades. Ia sudah mencetak lima gol buat timnya sejauh musim ini bergulir.

Lima gol itu berarti setengah dari jumlah total gol Sheffield United pada putaran pertama Premier League musim ini. Sebab, The Blades memang baru mencetak 10 gol.

Alhasil, para pemain bertahan Manchester United harus mewaspadai David McGoldrick. Jangan sampai lengah jika tidak mau kecolongan.

Bukti sudah ada dalam pertemuan di putaran pertama ketika Sheffield United kalah 2-3 dari Manchester United. Ketika itu, dua gol The Blades tercipta via David McGoldrick.

Billy Sharp
Ia merupakan salah satu amunisi lini depan The Blades. Dua gol sudah dicatatnya untuk Sheffield United.

Dua gol tersebut dicetaknya ke gawang Newcastle United dan Fulham. Jumlah gol tersebut memang minim. Tapi jika melihat posisi Sheffield United yang ada di bawah, rasanya sudah lumayan.

Billy Sharp berpeluang menghadirkan kejutan untuk Manchester United. Meski tidak diunggulkan, penyerang Sheffield United tidak akan tinggal diam.

Sander Berge
Posisinya sebagai gelandang sulit tergantikan dalam skuat Sheffield United. Ini terlihat dari statistik menit bermainnya yang paling banyak di antara para pemain tengah lainnya.

Sander Berge punya potensi untuk memberi pelajaran kepada Manchester United. Memang semua memandang sebelah mata, tapi pemain asal Norwegia ini siap memberi kejutan.

Sejauh ini, Sander Berge sudah menyumbang satu gol untuk Sheffield United. Bisa saja di kandang Manchester United nanti ia akan menambah lagi daftar golnya.

Chris Basham
Posisi sebagai pemain belakang akan lebih fokus mengkoordinasi barisan pertahanan. Tapi bisa saja ketika dapat angin menyerang, Chris Basham akan mencetak gol.

Terutama misalnya dari skema sepak pojok atau tendangan bebas tidak langsung yang mengarah ke gawang. Chris Basham bisa ikut berdiri untuk menyambut dengan sundulan.

Oleh sebab itu, tim asuhan Ole Gunnar Solskjaer tidak boleh meremehkan Chris Basham. Pemain yang di putaran pertama tidak pernah absen bertanding.

Oliver McBurnie
Pemain ini menjadi salah satu yang telah mencatatkan namanya sebagai pencetak gol untuk Sheffield United. Meski jumlahnya baru satu gol.

Oleh sebab itu, ia bisa menyita perhatian para pemain belakang Manchester United. Harry Maguire dan kawan-kawan harus mewaspadai pergerakan Oliver McBurnie. Ia kemungkinan akan membentuk trisula penyerang bersama David McGoldrick dan Billy Sharp.

info main bola

Welcome to My Blog

CONTACT US

MejaEmas Whatsapp : +6282298915740

Fans Page MejaEmas

Popular Post

- Copyright © Perang Situs Agen Judi Casino Baccarat Online dan Adu Bandar Bakarat Terpercaya -Mejaemas- Powered by marina365blogspot - Designed by Casino Online Betting -