Perang Baccarat Online | Perang Baccarat

Tampilkan postingan dengan label Liga Champions. Tampilkan semua postingan

 info main bola 

MEJAEMAS  -  Manchester City masih belum bosan mencatat kemenangan demi kemenangan. Terbaru anak asuh Pep Guardiola sukses mengalahkan Borussia Monchengladbach dengan skor 2-0 pada leg 1 babak 16 besar Liga Champions 2020/2021, Kamis (25/02/2021) dini hari WIB.

Bermain di Puskas Arena, kekuatan Manchester City dalam fase bertahan maupun menyerang masih sangat dominan pada laga ini. Borussia Monchengladbach yang sempat digadang sebagai kuda hitam dibuat frustrasi.

Manchester City pun mencetak gol perdana lewat aksi Bernardo Silva menit ke-29. Dia memanfaatkan umpan Joao Cancelo yang kemudian melakukan sundulan dan membobol gawang Borussia Moenchengladbach yang dijaga Yann Sommer.

Bernardo Silva kembali memainkan peran penting untuk gol kedua Manchester City. Kini ia memberikan umpan sundukan untuk Bernardo Silva dan dikonversikan Gabriel Jesus menjadi gol pada menit ke-65.

Gol ini jadi yang terakhir tercipta pada pertandingan ini. Dan Manchester City membawa modal berharga menuju leg kedua yang bermain di markas mereka.

Manchester City pun melanjutkan tren positif ketika bermain pada laga tandang Liga Champions. Tercatat tim asuhan Pep Guardiola tidak kebobolan selama 315 menit ketika memainkan partai tandang.

Yuk scroll ke bawah untuk melihat catatan menarik lainnya usai keberhasilan Manchester City mengalahkan Borussia Monchengladbach di ajang Liga Champions.

4 Statistik Menarik
1. Pada empat pertemuan sebelumnya, Manchester City selalu lolos ke babak berikutnya pada fase knockout Liga Champions jika menang di laga pertama di mana mereka berstatus sebagai tim tandang.

2. Gabriel Jesus telah mencetak gol dalam lima penampilannya pada babak 16 besar ajang Liga Champions bersama Manchester City. Tercatat empat musim terakhir pada fase 16 besar, ia selalu sukses cetak gol.

3. Manchester City adalah tim pertama yang mencatatkan clean sheet dalam empat pertandingan tandang pertama Liga Champions dalam satu musim sejak Manchester United melakukannya pada 2010/2011.

4. Phil Foden dari Manchester City tampil di babak sistem gugur Liga Champions untuk keempat kalinya sebelum berusia 21 tahun. Dia pemain ketiga yang melalukannya. Sebelumnya ada nama Cesc Fabregas (2004/2005 - 2007/2008) dan Theo Walcott (2006/2007 - 2009/2010).
info main bola

info main bola 

MEJAEMAS  -  Bertanding di Arena Nationala, Rumania lantaran travel restrictions akibat COVID-19, tim yang berstatus kandang, Atletico Madrid harus menyerah dari Chelsea dengan skor 0-1 pada leg 1 babak 16 besar Liga Champions 2020/2021, Rabu (24/02/2021) dini hari WIB.

Satu-satunya gol yang terjadi pada laga ini tercipta menit ke-72. Tendangan akrobatik Olivier Giroud berhasil masuk ke gawang Atletico Madrid yang dijaga Jan Oblak.

Ketika ditanya mengenai gol tersebut, Olivier Giroud sampai kehabisan kata-kata. Dia mengaku dalam proses gol tersebut, dirinya hanya fokus melakukan salto.

"Saya tidak tahu apa yang harus saya pikirkan tentang gol tersebut, saya hanya fokus untuk melakukan tendangan salto dan senang melihatnya menjadi gol," kata Giroud.

"Saya sama sekali tidak berpikir gol itu offside. Mason Mount mengatakan dia tidak menyentuh bola. Bagus untuk tim, bagus untuk saya," lanjutnya.

Menurutnya kunci kemenangan Chelsea atas Atletico Madrid adalah tidak percaya diri berlebihan tapi yakin tim punya kualitas untuk meredam anak asuh Atletico Madrid.

"Kami tahu pentingnya gol tandang di kompetisi Eropa jadi itulah mengapa saya senang membantu tim memenangkan pertandingan. Kami mengelolanya dengan baik dan kami percaya diri," Giroud mengatakan.

"Tapi menghadapi tim yang hebat dan saya pikir kami sangat berkomitmen. Kini kami sudah mengatasi mereka tapi kami harus tetap fokus dan menyelesaikan pekerjaan (di leg 2)," lanjutnya.

Hasil dan Gol Fantastis
Sementara itu menurut manajer Chelsea, Thomas Tuchel, drinya punya beberapa harapan yang harus dipenuhi oleh skuad Chelsea untuk bisa mengalahkan Atletico Madrid. Di matanya, semua harapan itu telah terwujud dengan sangat baik saat permainan berlangsung.

"Hasil yang fantastis, gol yang fantastis, pantas didapatkan. Kami ingin mendominasi wilayah lawan, tidak kehilangan konsentrasi, tidak melakukan kesalahan mudah dan selalu sadar serangan balik mereka," tambahnya.

"Ini adalah performa yang sangat disiplin dari para pemain - pantas mendapatkan clean sheet juga. Inilah kerja keras, sebuah upaya tim - dasar untuk meraih kemenangan besar," pungkasnya.

Berkat satu gol dari Olivier Giroud membuat satu kaki Chelsea menapak di babak perempat final. Mereka hanya perlu mengincar hasil imbang pada leg kedua yang digelar di Stamford Bridge pada bulan Maret mendatang, jika tak ada perubahan.

info main bola

 info main bola 

MEJAEMAS  -  Juventus harus mengakui keunggulan Porto dalam ajang Liga Champions. Bek Bianconeri Alex Sandro menganggap kekalahan ini merupakan akibat dari kesalahan yang dilakukan timnya.

Juventus menelan kekalahan 1-2 saat berkunjung ke markas Porto dalam leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Duel ini digelar di Estadio do Dragao, Kamis (18/2/2021) dini hari WIB.

Porto mencetak gol pembuka melalui Mehdi Taremi pada awal babak pertama. Moussa Marega kemudian berhasil menggandakan kedudukan pada awal babak kedua.

Juventus sempat membalas lewat gol Federico Chiesa pada menit ke-82. Sayangnya, Bianconeri harus pulang dengan tangan hampa karena tidak mampu menambah gol.

Kesalahan Sendiri
Hasil buruk ini sontak membuat kecewa Alex Sandro. Sang bek juga mengakui bahwa timnya kalah karena melakukan kesalahan sendiri.

“Kami tahu bahwa babak pertama buruk, tetapi babak kedua lebih baik dan kami sangat sadar bahwa kami harus memulai leg kedua dengan cara kami mengakhiri pertandingan ini,” kata Alex Sandro kepada Sky Sport Italia.

"Ada kesalahan besar dalam dua insiden dan mereka memanfaatkan keunggulan untuk mencetak dua gol, jadi kami perlu lebih berkonsentrasi dalam situasi ini."

Mirip dengan Kekalahan dari Napoli
Kini Juventus menderita dua kekalahan beruntun dalam sepekan terakhir. Pada pertandingan sebelumnya, Bianconeri takluk dengan skor 1-0 dari Napoli dalam ajang Serie A.

Alex Sandro bisa melihat kemiripan antara kekalahan timnya dari Porto dan Napoli.

"Kami membicarakan hal ini setelah pertandingan Napoli, karena itu kurang lebih sama," lanjut Alex Sandro.

“Sekali lagi kami memulai pertandingan dengan buruk dan mengakhirinya dengan lebih baik, jadi yang perlu kami lakukan sekarang adalah belajar untuk memulai dengan kuat.

"Karena itu, kami memang mencetak gol malam ini dan mudah-mudahan itu bisa membuat kami tampil lebih baik di leg kedua."

info main bola

 info main bola 

MEJAEMAS   -   Manchester United akan memulai kiprahnya di Liga Europa 2020/21. Setan Merah datang sebagai tim limpahan dari Liga Champions, karena finis di posisi ketiga penyisihan Grup H.

Lanjutan Liga Europa pada Februari ini diawali babak 32 besar. Babak ini terbagi menjadi dua leg, kandang dan tandang.

Berdasarkan hasil undian, Manchester United akan menghadapi Real Sociedad. Leg pertama bakal berlangsung di markas Juventus, Allianz Stadium, Turin, pada Jumat (19/2), mulai pukul 00.55 WIB.

Duel tersebut dipindah ke Turin karena tantangan pandemi COVID-19 yang mengancam. Seharusnya di laga ini Real Sociedad yang menjadi tuan rumah.

Pada pertandingan nanti, Manchester United punya modal lebih banyak untuk memenangi pertandingan. Apa saja alasannya? Mari kita bedah satu per satu. Setidaknya, ada enam alasan Setan Merah akan memetik kemenangan di Turin.

Manchester United Lebih Percaya Diri
Perjalanan di kompetisi domestik bisa menjadi gambaran akan seperti apa di pentas internasional. Kita tahu sekarang Manchester United beredar di papan atas.

Tim asuhan Ole Gunnar Solskjaer itu saat ini menempati posisi kedua klasemen sementara Premier League dengan mengemas 46 poin. Terpaut tujuh angka dari Manchester City yang ada di peringkat satu.

Sebaliknya, posisi Real Sociedad terus melorot setelah berpekan-pekan mengejutkan di awal kompetisi La Liga musim ini. Tim asuhan Imanol Alguacil itu kini menghuni peringkat kelima dengan mengantongi 38 poin, tertinggal 17 angka dari Atletico Madrid yang ada di puncak.

Dari perbedaan posisi tersebut membuat Manchester United agaknya lebih percaya diri dalam menatap pertandingan dini hari nanti.

Manchester United Dominan
Manchester United dan Real Sociedad pernah bertemu di Liga Champions. Tepatnya pada musim 2013/14.

Ketika itu di babak penyisihan grup, Setan Merah tidak pernah kalah dari Real Sociedad. Baik kandang maupun tandang.

Pada pertemuan pertama, Manchester United menang 1-0. Kemudian pada putaran kedua seri 0-0.

Fakta itu akan menambah kepercayaan diri skuad Manchester United pada laga dini hari nanti. Setan Merah diprediksi akan tetap dominan, terlebih lagi Real Sociedad tidak bermain di kandang aslinya.

Hasil Pertandingan Head to Head:
24/10/2013 Manchester United 1-0 Real Sociedad, UCL
6/11/2013 Real Sociedad 0-0 Manchester United, UCL

Paul Pogba Familier dengan Turin
Gelandang Manchester United, Paul Pogba akan kembali ke rumah yang pernah ditinggalinya yaitu Allianz Stadium. Kita tahu pemain asal Prancis itu adalah eks Juventus.

Paul Pogba menjadi penghuni Allianz Stadium pada 2012-2016. Pengalaman selama empat tahun itu tentu banyak yang bisa dibagikan.

Dengan laga ini dimainkan di Turin, Paul Pogba diyakini punya semangat besar. Ingin memperlihatkan betapa Turin masih menjadi kota keberuntungannya.

Koneksi Spanyol
Di skuad Manchester United saat ini terdapat setidaknya tiga pemain yang pernah membela tim dari Spanyol. Mereka adalah David de Gea, Eric Bailly, dan Juan Mata.

David de Gea pernah memperkuat Atletico Madrid (2008-2011). Sementara Eric Bailly membela Espanyol (2013-2015), dan Villarreal (2015-2016). Sedangkan Juan Mata berseragam Real Madrid Castilla (2006-2007), dan Valencia (2007-2011).

Koneksi Spanyol ini bisa dimanfaatkan untuk mengebut kesiapan menghadapi Real Sociedad. Jika dipasang sebagai starter, maka ketiganya akan sangat menggangu lawan karena sudah paham gaya bermain tim Spanyol.

Belum Kehilangan Poin
Manchetser United sedang dalam tren bagus. Di lima pertandingan terakhir, Marcus Rashford dan kawan-kawan selalu memetik poin.

Manchester United terakhir kali kalah pada 28 Januari 2021. Setan Merah takluk 1-2 dari Sheffield United, di ajang Premier League.

Tapi setelah itu, Manchester United mengebut. Bahkan sempat beberapa minggu ada di puncak klasemen, sebelum akhirnya dikudeta Manchester City.

Catatan belum kehilangan poin ini bisa menjadi dorongan untuk skuad Manchester United memetik poin penuh atas Real Sociedad.

Hasil 5 laga terakhir Manchester United:
31/1/2021 Arsenal 0-0 Manchester United, Premier League
3/2/2021 Manchester United 9-0 Southampton, Premier League
7/2/2021 Manchester United 3-3 Everton, Premier League
10/2/2021 Manchester United 1-0 West Ham, Piala FA
14/2/2021 West Bromwich Albion 1-1 Manchester United, Premier League

Tangan Dingin Solskjaer
Ole Gunnar Solskjaer datang ke Turin dengan harapan memetik kemenangan, dan tidak kebobolan. Jika itu terjadi, maka Manchester United akan menjalani leg kedua dengan tenang.

Diyakini pula tangan dingin Ole Gunnar Solskjaer akan membawa Setan Merah meraih kemenangan atas Real Sociedad. Alasannya karena Manchester United belajar dari kegagalan di Liga Champions.

Skuad terbaik Manchester United juga siap diturunkan. Fakta itu akan membuat Ole Gunnar Solskjaer menjadi maksimal dalam meramu komposisi tim.

info main bola

 

 

 


MEJAEMAS Penampilan luar biasa ditunjukkan Kylian Mbappe ketika mengemas hattrick ke gawang Barcelona pada Leg I Babak 16 Besar Liga Champions 2020-2021. Trigol pemain asal Prancis itu menyamai catatan penyerang legendaris Ukraina, Andriy Shevchenko.

Paris Saint-Germain (PSG) sukses menghancurkan Barcelona dengan skor telak 4-1 di Stadion Camp Nou pada Rabu (17/2/2021) dini hari WIB. Tiga dari empat gol Les Parisien disumbangkan Kylian Mbappe.

Menurut catatan Liga Champions, trigol Kylian Mbappe itu merupakan yang pertama sejak Andriy Shevchenko melakukannya pada 1997. Kala itu, Sheva sukses membantu Dynamo Kyiv menghajar Barcelona 4-0 di Stadion Camp Nou!

“Kylian Mbappe adalah pemain ketiga yang mencetak hattrick pada ajang Liga Champions melawan Barcelona, setelah Faustino Asprilla untuk Newcastle dan Andriy Shevchenko untuk Dynamo Kyiv (keduanya terjadi pada 1997). Magis,” cuit akun Twitter @OptaJoe, Rabu (17/2/2021).

Apabila Faustino Asprilla mengemas trigolnya di kandang sendiri, maka Mbappe dan Shevchenko melakukannya di kandang lawan. Andriy Shevchenko jelas lebih hebat karena menjebol gawang Barcelona tiga kali ketika usianya baru 21 tahun!

Namun, baik Asprilla mau pun Shevchenko, trigol dicetak pada fase grup. Sedangkan Kylian Mbappe melakukannya pada babak 16 besar yang lebih penuh tekanan.

Kemenangan telak PSG di Camp Nou membuat langkah anak asuh Mauricio Pochettino kian ringan untuk melangkah ke babak perempatfinal. Pada leg kedua yang digelar Maret 2021, PSG bisa lolos asalkan tidak kalah dengan skor 0-4.

Kendati peluangnya besar, Kylian Mbappe mengingatkan perjuangan Les Rogue et Bleus belum usai. Masih ada 90 menit lagi yang perlu dimainkan di Parc des Princes. Apa pun masih bisa terjadi di dunia sepakbola saat ini.

“Kami sangat senang. Itu pertandingan yang penting bagi kami. Kami ingin datang ke sini dan menang,” papar Kylian Mbappe, dikutip dari laman resmi UEFA.

“Kami melakukannya dengan gaya. Malam ini luar biasa, tapi kami belum memenangkan apa pun,” tukas pemain kelahiran Bondy itu.

info main bola


 info main bola 

MEJAEMAS  -  Thomas Tuchel memasang target tinggi sebagai manajer Chelsea pada musim 2020/2021. Pria 47 tahun itu ingin membawa Chelsea meraih gelar juara di ajang Piala FA dan Liga Champions.

Thomas Tuchel baru saja ditunjuk sebagai manajer Chelsea. Dia menggantikan posisi Frank Lampard yang dipecat usai penampilan buruk Chelsea sejak Desember 2020 lalu.

Pada laga debutnya di Chelsea, Tuchel gagal meraih kemenangan. Dia membawa Jorginho dan kolega bermain imbang melawan Wolves pada laga pekan ke-20 Premier League, Kamis (28/1/2021) dini hari WIB.

Target Tuchel di Chelsea
Thomas Tuchel datang ke Chelsea tengah dalam situasi yang sulit. Di Premier League, Chelsea yang sempat jadi kandidat juara, berada di papan tengah klasemen dengan 30 poin dari 20 laga.

"Kami harus siap bersaing," buka Tuchel dikutip dari situs resmi Chelsea.

"Chelsea adalah klub tempat Anda bersaing menjadi juara dan tidak ada waktu untuk dibuang. Sebagai manajer, Anda tidak punya waktu untuk main-main," kata Tuchel.

Namun, Tuchel menyadari jika peluang Chelsea menjadi juara Premier League cukup sulit.

"Sejujurnya, sekarang kami bersaing memperebutkan Piala FA, kami akan bersiap untuk benar-benar bersaing di level tertinggi pada ajang Liga Champions," sambung Tuchel.

DNA Juara
Tuchel ingin mengembalikan rasa percaya diri pemain Chelsea. Dia yakin Chelsea adalah tim yang bisa menang melawan siapa pun. Jika itu terjadi, maka target menjadi juara Liga Champions nampak realistis.

"Saya sangat realistis. Saya berada di klub yang DNA-nya adalah untuk menang dan mengejar trofi," kata Tuchel.

"Saya di sini untuk menantang setiap trofi yang kami mainkan di semua kompetisi. Artinya, ya, secara realistis tahun ini adalah Liga Champions dan Piala FA," tegas Tuchel.

info main bola

Info Main Bola Pimpin Laga Perdana Chelsea, Thomas Tuchel Langsung Cetak Rekor

MEJAEMAS -  Thomas Tuchel memang gagal membawa tim asuhannya, Chelsea, meraih kemenangan di laga perdana sebagai pelatih The Blues. Namun, pelatih 48 tahun itu ternyata membuat rekor dalam laga yang mempertemukan Chelsea vs Wolverhampton Wanderers di lanjutan pekan ke-20 Liga Inggris 2020-2021, Kamis (28/1/2021) dini hari WIB.

Menurut catatan ESPN, Jorginho dan kawan-kawan melepaskan 820 umpan sepanjang pertandingan. Jumlah tersebut merupakan yang terbanyak ketimbang klub lain di Liga Inggris 2020-2021.

“Chelsea mencatatkan 820 umpan sukses menghadapi Wolverhampton. Jumlah tersebut merupakan yang terbanyak ketimbang klub Liga Inggris lain musim ini. Tuchel Ball,” tulis akun @ESPNFC.

Bisa dibilang, salah satu alasan manajemen Chelsea mendatangkan Tuchel supaya permainan skuad The Blues kembali enak untuk disaksikan. Namun, di balik itu semua, prestasi tetap jadi bidikan.

Dalam laga yang digelar di Stamford Bridge skuad Chelsea mendominasi bola hingga 78,9 persen. Saking dominannya, Chelsea membuat Wolverhampton tak mampu mencetak satu shot on target pun.

Sementara Chelsea, tercatat membuat lima shot on target. Sayangnya dari lima peluang yang didapat, semuanya mentah di tangan kiper Wolverhampton, Rui Patricio.

Kelar pertandingan, Tuchel pun memberi motivasi kepada Olivier Giroud dan kawan-kawan. Tuchel menilai, kualitas yang ditunjukkan skuadnya di laga Wolverhampton sudah benar.
“Saya berjalan ke ruang ganti dan memberi tahu ke semua orang bahwa tidak ada ruang untuk kecewa. Tidak ada ruang untuk keraguan,” kata Tuchel mengutip dari laman resmi Chelsea, Kamis (28/1/2021).

“Saya justru senang dengan performa yang ditunjukkan, baik dari sisi energi dan intensitas. Saya pikir, kami perlu memperbaiki kualitas dalam menyelesaikan peluang,” lanjut pelatih yang membawa PSG lolos ke final Liga Champions 2019-2020.

Saat ini Chelsea duduk di posisi delapan klasemen sementara Liga Inggris 2020-2021 dengan koleksi 30 angka. Selanjutnya pada Minggu 31 Januari 2021 pukul 19.00 WIB, Chelsea akan menjamu Burnley di lanjutan pekan ke-20 Liga Inggris 2020-2021. Kemenangan dibidik demi mengembalikan kepercayaan diri Kai Havertz dan kawan-kawan..

info main bola


 info main bola 

MEJAEMAS  -  Allenatore AC Milan, Stefano Pioli menegaskan bahwa timnya musim ini fokus untuk meraih ambisi kembali ke Liga Champions usai sekian lama absen.

Milan tampil perkasa di Serie A musim ini. Hingga giornata 14, Rossoneri masih belum terkalahkan dan kini nyaman duduk di puncak klasemen dengan poin 34.

Sukses menyabet gelar Campione d'Inverno, banyak pihak kini menjagokan Milan untuk bisa meraih gelar Scudetto di akhir musim nanti, sekaligus memutus dominasi Juventus.

Penegasan Pioli
Terlepas dari posisi bagus yang sedang diduduki timnya, Pioli ogah terlalu jemawa. Pioli menegaskan bahwa timnya masih akan fokus untuk mencapai target lolos ke Liga Champions.

“Kami akan berusaha untuk berbenah. Dan, ya, kembali ke Liga Champions. Klub tidak meminta apa pun, mereka tidak ingin menekan kami," ujar Pioli kepada Corriere della Sera.

“Maldini, Massara dan Gazidis telah menempatkan kami dalam kondisi kerja yang ideal: mereka luar biasa. Tapi kami semua sadar kami harus melakukan segalanya untuk membawa Milan kembali ke tempat semestinya, di Liga Champions," imbuhnya.

“[Liga Champions] sudah lama hilang, itu tempat kami dan kami bisa melakukannya.” tegas Pioli.

Antusiasme Milan
Pioli mengakui bahwa kedatangan sejumlah pemain baru pada Januari 2020 dan musim panas kemarin membuat Milan kini memiliki antusiasme luar biasa untuk terus tampil impresif.

"Sekarang ada perasaan antusiasme, ada keseriusan dan kekompakan. Tidak perlu lagi menggantung meja di dinding, semua orang tahu apa yang harus dilakukan," tutur Pioli.

“Grup ini kuat, bersatu dan bangga. Mereka yang tiba Januari lalu, Ibrahimovic dan Kjaer, memberi contoh dan itu membantu kami membalikkan keadaan." tukasnya.

info main bola


Info main bola Segera Tinggalkan Juventus, Sami Khedira Bertolak ke Inggris
MEJAEMAS Kebersamaan Sami Khedira dengan Juventus nampaknya akan berakhir dalam waktu dekat. Sang gelandang dikabarkan telah meminta izin kepada manajemen klub untuk bertandang ke Inggris guna mencari kesempatan bermain.

Perjalanan Khedira dengan juara bertahan Serie A tersebut sudah berlangsung sejak tahun 2015. Ia didatangkan dari klub raksasa Spanyol, Real Madrid, secara gratis setelah kontraknya resmi berakhir.

Khedira mencicipi banyak kesuksesan bersama Bianconeri. Ia merupakan salah satu pemain penting yang turut membawa Juventus ke babak final Liga Champions pada tahun 2017 lalu dan turut menyumbang lima trofi Serie A dan tiga Coppa Italia.

Namun dalam tiga musim terakhir, jumlah penampilannya mulai menurun. Bahkan pemain berkebangsaan Jerman itu belum pernah lagi merumput sejak musim 2020/21 dimulai pada bulan September lalu.

Khedira Siap Bertolak ke Inggris

Bisa dipastikan kalau Khedira takkan bermain di Serie A musim ini karena Juventus tidak mendaftarkan namanya ke dalam skuad. Kontraknya sendiri akan berakhir pada musim panas tahun 2021 mendatang.

Sepertinya, pria berusia 33 tahun tersebut enggan mengakhiri kontraknya di Turin. Beberapa laporan menyebutkan kalau dirinya ingin melanjutkan karirnya di Inggris, di mana Everton disebut-sebut sebagai tujuan yang paling realistis.

Menurut laporan Gazetta dello Sport, Khedira dikabarkan telah meminta izin kepada manajemen klub untuk bertolak ke Inggris. Disebutkan bahwa sang pemain ingin mencari kesempatan bermain di kompetisi Premier League.

Everton atau Manchester United?

Beberapa laporan mengaitkan Khedira dengan Everton karena kehadiran Carlo Ancelotti di kursi kepelatihan. Kedua sosok ini pernah bekerja sama di Real Madrid selama dua musim dan meraih empat trofi, termasuk Liga Champions.

Ancelotti sendiri pernah menepis rumor kedatangan Khedira ke Everton. “Saya punya memori-memori bagus tentangnya dari Real Madrid,” kata Ancelotti, seperti dikutip Football Italia.

“Sepanjang karier saya, saya sudah melatih pemain-pemain fantastis. Saya punya memori bagus tentang semuanya. Namun, itu bukan berarti mereka semua akan datang ke Everton,” pungkasnya.

Beberapa rumor juga menyebutkan kalau Khedira sedang masuk dalam pantauan Manchester United. Namun rumor ini nampaknya sulit terwujud karena klub asuhan Ole Gunnar Solskjaer itu punya banyak stok di lini tengah.

info main bola


 Info main bola  - Robert Lewandowski Sabet Trofi Pemain Terbaik 2020 Versi Globe Soccer Awards

MEJAEMAS -  Robert Lewandowski masih belum menutup tahun 2020. Teranyar, bintangBayern Munchen dan Timnas Polandia ini dinobatkan sebagai juara Globe Soccer Award for the PLAYER OF THE YEAR⁣ 2020.

Ajang megah ini digelar di Dubai pada Minggu (27/12/2020) waktu setempat. Ada begitu banyak pemain-pemain terbaik, pelatih, klub-klub, bahkan agen pemain terbaik.

Lewandowski mengungguli dua pemain terbaik lainnya, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Bukan kali pertama, sebab sebelumnya Lewandowski pun mengalahkan keduanya dalam ajang pemain terbaik versi FIFA.Info main bola

Torehan impresif

Tahun 2020 ini memang bisa disebut sebagai tahunnya Lewandowski. Dia jadi salah satu alasan gemilang trofi yang diraih Bayern Munchen, tepatnya dengan lima trofi sekaligus.

Di antaranya tentu ada trofi Liga Champions yang selalu penuh gengsi. Lewandowski jadi top scorer dengan total 15 gol, hanya 2 di antaranya gol penalti.

Wajar jika dia terpilih sebagai pemain terbaik versi FIFA kemarin, dan kini versi Globe Soccer. Bahkan seandainya Ballon d’Or tetap digelar, mungkin Lewandowski juga akan menyabetnya.

Musim ini dia juga masih tampil impresif, tepatnya dengan 17 gol hingga pekan ke-13 Bundesliga.

Ronaldo dan yang lain

Meski dia jadi bintang utamanya, ajang penghargaan kali ini bukan hanya untuk Lewandowski. Beberapa bintang lainnya pun menorehkan catatan impresif.

Sebut saja Cristiano Ronaldo yang meraih penghargaan Player of the Century (2001 to 2020), alias pemin terbaik abad ini.

Ada pula Iker Casillas dan Gerard Pique yang menyabet Player Career Awards karena kesetiaan mereka untuk Real Madrid dan Barcelona.

Lalu, tentu ada Bayern Munchen yang dinobatkan sebagai Club of the Year usai menjuarai treble Liga Champions, Bundesliga, dan DFB-Pokal musim lalu.

Wajar jika dia terpilih sebagai pemain terbaik versi FIFA kemarin, dan kini versi Globe Soccer. Bahkan seandainya Ballon d’Or tetap digelar, mungkin Lewandowski juga akan menyabetnya. Lewandowski mengungguli dua pemain terbaik lainnya, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Bukan kali pertama, sebab sebelumnya Lewandowski pun mengalahkan keduanya dalam ajang pemain terbaik versi FIFA.

 



Buon Compleanno, AC Milan 121 tahun silam

Kamis, 17 Desember 2020
Posted by Agen Casino Mejaemas

info main bola 

MEJAEMAS -121 tahun silam, AC Milan terlahir. Dan sejak saat itu, klub yang nama awalnya adalah Milan Foot-Ball and Cricket Club itu menjadi klub tersukses di Italia di pentas Eropa, tepatnya di Liga Champions.

Pada tahun 1899 silam, tepatnya pada 16 Desember, Milan didirikan oleh dua ekspatriat asal Inggris, Alfred Edwards dan Herbert Kilpin.

Tanggal itu menjadi tanggal resmi berdirinya Rossoneri. Meskipun, jejak sejarah tampaknya membuktikan bahwa Milan didirikan beberapa hari sebelumnya, tepatnya pada 13 Desember.

Milan sempat berjaya di pentas domestik usai pergantian abad. Namun pada akhirnya prestasi mereka sempat tersendat akibat adanya permasalahan internal, yang kemudian menjadi biang lahirnya FC Internazionale Milano, alias yang lebih dikenal sebagai Inter Milan, pada 1908.

Milan baru mulai gacor lagi pada awal tahun 50an di liga domestik. Ini kemudian berujung pada kesuksesan mereka menjadi juara Eropa untuk pertama kalinya. Pada tahun 1963, Rossoneri mengalahkan Benfica di final European Cup.

Jose Altafini menjadi aktor kemenangan Milan kala itu. Dua golnya membuat satu gol Eusebio menjadi tak berarti.

Milan kemudian meraih gelar Eropa keduanya pada tahun 1969. Kali ini di final mereka bersua dengan raksasa Belanda, Ajax Amsterdam. Hattrick Pierino Prati dan satu gol Angelo Sormani membawa mereka mengalahkan Ajax 4-1.

Fase Kelam AC Milan
Namun setelah itu, AC Milan mengalami masa kelam. Usai memenangi gelar liga yang ke-10, Rossoneri mengalami penurunan prestasi.

Hal tersebut tak lepas dari keterlibatan klub dalam skandal Totonero 1980. Ini adalah skandal pengaturan skor di Serie A dan Serie B. 13 klub terlibat di dalamnya. Selain Milan, ada Juventus, Napoli dan juga Lazio.

Milan sendiri dihukum untuk turun kasta ke Serie B. Mereka langsung bangkit dalam semusim, tapi terdegradasi lagi pada musim 1981-82.

Pada tahun 1983, AC Milan berhasil kembali berhasil meraih tiket promosi ke Serie A. Mereka berhasil menjadi juara Serie B untuk kedua kalinya dalam tiga musim.

Silvio Berlusconi dan Kebangkitan Milan
AC Milan sempat ambyar dan kere. Untungnya ada dewa penyelamat bernama Silvio Berlusconi yang datang mengakuisisi Rossoneri pada awal tahun 1986.

"Milan? Ini urusan hati. Itu mahal, tapi wanita tercantik juga mahal," ucap bos Fininvest dan Mediaset tersebut usai menyelamatkan klub dari kebangkrutan kala itu, via Goal.

Milan langsung bangkit dengan suntikan dana dari sang taipan. Dengan dilatih Arrigo Sacchi dan diperkuat trio Belanda - Ruud Gullit, Marco van Basten, dan Frank Rijkaard, usai meraih Scudetto pada musim 1987-88, Rossoneri jadi juara Eropa lagi pada tahun berikutnya.

Di final Milan mengalahkan Steaua Bucharest dengan skor telak 4-0. Gullit dan Van Basten sama-sama mengemas brace di laga itu.

Di musim berikutnya, 1989-90, Milan berhasil mempertahankan gelar juaranya usai di final menang 1-0 atas Benfica. Kali ini Rijkaard yang menjadi penentu kemenangan Rossoneri. Hasil tersebut membuat Rossoneri menjadi tim terakhir yang meraih dua gelar Eropa beruntun sebelum diulang Real Madrid pada tahun 2017 lalu.

Milan Capello, Format Baru UCL, dan Penghancuran Barcelona
Pada tahun 1992, terjadi perubahan format di kompetisi paling elit di benua Biru tersebut. Nama European Cup ditanggalkan dan berganti menjadi seperti yang kita kenal saat ini, Champions League alias Liga Champions.

Milan juga mengalami perubahan. Mereka berganti nahkoda. Arrigo Sacchi hengkang dari Milan pada tahun 1991 dan digantikan oleh Fabio Capello.

Pada tahun 1993, Milan masuk final. Tapi di partai tersebut mereka dikalahkan Marseille dengan skor 1-0.

Namun Capello menebusnya di tahun berikutnya, di mana Rossoneri berhasil menekuk Barcelona dengan skor 4-0. Brace Daniele Massaro, serta gol dari Dejan Savicevic dan Marcel Desailly membuat Diavolo Rosso mengangkat trofi pertamanya di format baru sekaligus yang kelima di sepanjang sejarah.

Laga ini termasuk yang sangat bersejarah. Sebab Milan yang tak diunggulkan berhasil membunuh mimpi Barcelona yang saat itu berjuluk The Dream Team.

“Pers, terutama media asing, tidak memberi kami harapan,” kata Paolo Maldini saat mengenang pertandingan itu, via Bleacher Report.

"Barcelona jelas tim yang bagus, tapi kami tahu mereka memiliki kelemahan dan bagaimana mengeksploitasinya dan kami melakukannya dengan kejam.”

Periode Kesuksesan Milan Era Ancelotti
Usai kemenangan lawan Barcelona itu, AC Milan tak meraih sukses lagi di pentas Eropa selama nyaris satu dekade. Meskipun mereka saat itu berganti pelatih berkali-kali, dari Oscar Tabarez, Capello lagi, Alberto Zaccheroni, hingga Fatih Terim.

Milan mulai bangkit usai menunjuk Carlo Ancelotti pada tahun 2001. Pada musim 2002-03, ia membawa Filippo Inzaghi dkk melaju ke final melawan rival domestik mereka, Juventus.

Duel kedua tim berlangsung alot dan berakhir imbang 0-0 meski telah melalui extra time. Pada akhirnya Milan menang 3-2 di babak adu penalti.

Milan sempat masuk ke final pada tahun 2005. Namun mereka dijegal oleh Liverpool via adu penalti. Akan tetapi pada tahun 2007, Rossoneri kembali bertemu dengan The Reds di final.

Kali ini ceritanya berbeda. AC Milan berhasil menang dengan skor 2-1. Super Pippo Inzaghi menjadi pahlawan dengan dua golnya ke gawang Liverpool. Ia pun membawa Rossoneri meraih gelar Eropa untuk yang ketujuh kalinya.

"Saya telah mencetak cukup banyak gol di Eropa, tetapi mencetak gol di final Liga Champions adalah sesuatu yang istimewa," ucapnya usai laga tersebut pada situs resmi UEFA.

Gelar tersebut untuk saat ini menjadi gelar terakhir AC Milan di pentas Liga Champions. Mereka tak cuma menjadi tim tersukses Italia di kompetisi itu tapi juga tim tersukses kedua di Eropa, hanya kalah dari Real Madrid.

Semoga koleksi trofimu di Liga Champions terus bertambah, wahai AC Milan!

info main bola

info main bola 

MEJAEMAS  -   Inter Milan gagal lolos ke babak 16 besar Liga Champions usai ditahan imbang Shakhtar Donetsk. Hasil itu memperpanjang rekor buruk Antonio Conte di kompetisi elite Eropa ini.

Inter wajib menang saat menjamu Shakhtar untuk bisa lolos ke babak 16 besar. Namun, mereka hanya mampu bermain 0-0 di Guiseppe Meazza, Kamis (10/12/2020) dini hari WIB.

Hasil imbang tersebut membuat Inter gagal lolos ke babak knockout. Tim berjuluk La Baneamata itu menempati posisi juru kunci dengan koleksi enam poin.

Di laga lainnya, Real Madrid menang 2-0 atas Borussia Monchengladbach. Itu berarti Madrid dan Gladbach yang berhak lolos ke babak 16 besar. Sementara tiket ke Liga Europa dikunci Shakhtar.

Rekor Buruk Conte
Hasil imbang melawan Shakhtar memperpanjang rekor buruk Conte di Liga Champions. Dilansir Football Italia, Conte hanya menang tiga kali dalam 15 pertandingan terakhirnya di kompetisi ini bersama Chelsea dan Inter.

Menariknya, tiga kemenangan tersebut diraih Conte bersama Inter. Kemenangan itu terjadi saat melawan Borussia Dortmund (2-0) pada Oktober 2019, Slavia Praha (3-1) pada November 2019, dan Gladbach (3-2) pada Desember 2020.

Sisanya, Conte cuma meraih enam hasil imbang dan enam kali kalah. Termasuk waktunya di Juventus, Chelsea dan Inter, rekor Conte di Liga Champions selama jadi pelatih adalah 12 kemenangan, 11 kali imbang, dan 11 kali kalah.

Selalu Gagal
Dengan kegagalan ini, Inter Milan berarti selalu gagal melangkah ke babak 16 besar Liga Champions dalam dua musim terakhir. Musim lalu mereka finis ketiga di fase grup sehingga harus turun kasta ke Liga Europa.

Pencapaian terbaik Conte di Liga Champions sebagai pelatih adalah melaju ke babak perempatfinal bersama Juventus pada 2012-2013. Namun, Bianconeri kala itu dihentikan Bayern Munchen dengan agregat 0-4.

Kegagalan kali ini juga menjadi sejarah buruk untuk Inter. Sebab ini adalah pertama kalinya La Beneamata finis di dasar klasemen grup selama berkompetisi di Liga Champions.

info main bola

info main bola 

MEJAEMAS  -  Manchester United meraih hasil buruk saat berjumpa PSG pada matchday kelima Liga Champions, Kamis (3/12/2020) dini hari WIB. Setan Merah kalah dengan skor 1-3 pada duel yang digelar di Old Trafford.

PSG mampu unggul cepat pada menit ke-6 lewat aksi Neymar. United kemudian menyamakan kedudukan lewat Marcus Rashford pada menit ke-32.

Babak kedua menjadi milik PSG yang mampu mencetak dua gol tambahan. Marquinhos membobol gawang David de Gea pada menit ke-69. Lalu, ada gol kedua Neymar pada menit 90+1. PSG pun menang dengan skor 1-3.

Manchester United, PSG, dan RB Leipzig kini sama-sama mendapat sembilan poin. Mereka akan bersaing pada matchday keenam untuk menjadi wakil Grup H yang lolos ke babak 16 Besar Liga Champions.

Lantas, siapa pemain yang tampil cemerlang dan buruk pada laga Manchester United vs PSG?

Terburuk - Fred
Fred menjadi pemain kunci United pada beberapa laga terakhir. Akan tetapi, di laga melawan PSG, Fred justru menjadi kartu mati bagi tim racikan Ole Gunnar Solskjaer.

Fred bermain ceroboh dengan begitu banyak pelanggaran. Pada babak pertama, dia melanggar Leandro Paredes dan mendapat kartu kuning setelah wasit melihat VAR. Neymar dinilai bisa mendapat hukuman lebih berat dari kartu kuning.

Pada menit ke-70, Fred kembali mendapat kartu kuning. Pemain 27 tahun membuat United bermain dengan sepuluh pemain pada sisa laga.

Terbaik - Neymar
Neymar menjadi mimpi buruk bagi lini belakang Manchester United. Pemain asal Brasil sudah mencetak gol pada menit ke-6. Setelah itu, dia menjadi pemain yang paling merepotkan United.

Neymar memang berada dalam kendali Sott McTominay pada babak pertama, tetapi dia tampil sangat bagus di babak kedua. Neymar sangat dominan di lini depan PSG.

Neymar melakukan aksi yang luar biasa pada proses gol keduanya. Dia melewati kerumunan pemain United dan memulai serangan balik cepat. Neymar pula yang mengakhiri perlawanan United lewat golnya pada menit 90+1.

Terburuk - Leandro Paredes
Leandro Paredes bermain buruk pada babak pertama. Dia menjadi salah satu titik lemah PSG di lini tengah. Dia tidak memberi dukungan yang cukup bagi Neymar dan kolega saat menyerang.

Thomas Tuchel menarik keluar pemain asal Argentina pada menit ke-65. Posisinya digantikan Ander Herrara. Pergantian ini membawa dampak besar. Lini tengah PSG makin solid dan akhirnya mampu mencetak dua gol setelahnya.

Paredes mendapat nilai 6.1 dari Whoscored.

Terbaik - Marcus Rashford
Marcus Rashford melanjutkan aksi gemilangnya saat berjumpa PSG. Pemain 22 tahun tidak pernah absen mencetak gol pada tiga laga terakhirnya melawan PSG.

Hanya saja, kali ini gol Rashford tidak mampu membawa United menang atas PSG. Pada dua laga sebelumnya, saat Rashford mencetak gol, United selalu mengakhiri laga sebagai pemenang.

Saat ini, Rashford sudah mencetak enam gol di Liga Champions. Bersama Erling Haaland dan Alvaro Morata, Rashford memimpin perebutan gelar top skor.

Terburuk - Anthony Martial
Anthony Martial belum juga tampil bagus pada musim 2020/2021 ini. Pemain 24 tahun melanjutkan performa minornya saat United kalah dari PSG dengan skor 1-3 di Old Trafford.

Martial bermain di posisi winger kiri. Namun, dia tidak banyak terlibat dalam aksi bertahan saat United berada dalam tekanan. Martial juga tidak cukup tajam saat menyerang.

Martial gagal mencetak gol dan melewatkan satu peluang emas pada babak kedua. Whoscored memberi nilai 6.6 untuk pemain asal Prancis itu.

Terbaik - Marquinhos
PSG harusnya tidak meratapi lagi kepindahan Thiago Silva ke Chelsea. Sebab, mereka sudah punya bek tengah tangguh pada diri Marquinhos. Pemain asal Brasik juga menjadi kapten yang baik.

Di laga melawan United, Marquinhos tampil solid. Bukan hanya mencetak satu gol, tetapi juga membuat Edinson Cavani tidak berkutik. Marquinhos menunjukkan kelasnya pada laga ini.

Whoscored memberi nilai 7.8 untuk aksi Marquinhos.

info main bola

 info main bola 

MEJAEMAS  -  Manchester United memetik kemenangan 4-1 atas Istanbul Basaksehir di Liga Champions beberapa hari lalu. Kemenangan ini seharusnya memuaskan dan meyakinkan, tapi ternyata tidak bagi Paul Parker, mantan pemain MU yang kini jadi analis.

Menurutnya, pasangan bek tengah MU masih belum tampil meyakinkan. Duet Harry Maguire dan Victor Lindelof tampak begitu rapuh, yang terbukti pada beberapa pertandingan musim ini.

Sebut saja kekalahan 1-2 dari Istanbul Basaksehir pada matchday 3 lalu, sebelum jeda internasional. Benar bahwa pasukan Ole Gunnar Solskjaer bisa balas dendam dengan kemenangan 4-1, tapi saat itu pun barisan bek tampil kurang meyakinkan

Sebagai mantan bek MU, Parker pun merasa bahwa duet Maguire-Lindelof bisa jadi titik lemah tim saat ini.

Serangan oke, tapi bek?
Melihat laga MU kemarin, lini serang mereka tampak tajam, lini tengah pun mulai padu dengan Donny van de Beek. Namun, Parker masih belum yakin dengan duet bek tengah MU, yang bakal memaksa Solskjaer membuat keputusan-keputusan sulit.

"Maslahnya adalah meski mereka punya gagasan untuk menyerang, masih akan ada pertanyaan besar soal bek tengah mereka, sebab bahkan lawan Istanbul Basaksehir mereka pun kesulitan," kata Parker kepada Metro.

"Hanya karena mereka memetik tiga kemenangan beruntun, bukan berarti MU sudah pulih. Melihat Premier League musim ini, tidak ada yang benar-benar stabil."

"Ada kemungkinan besar Solskjaer akan kembali memainkan dua gelandang bertahan, tanpa pemain kreatif di lini tengah, lalu di Liga Champions dia kembali mengganti taktik seperti yang dia gunakan saat lawan Istanbul," imbuhnya.

Bagaimana di Premier League?
MU akan menyambangi Southampton akhir pekan ini (29/11), duel penting di Premier League. Menurut Parker, pada laga inilah kondisi MU sebenarnya bisa dilihat.

Jika Solskjaer memilih pemain-pemain ofensif yang sama dengan saat menghajar Istanbul. berarti MU mulai berkembang. Namun, jika kembali menurunkan pemain-pemain defensif, artinya duet bek tengah belum bisa dipercaya.

"Ini soal pola pikir pemain saat lawan Southampton nanti. JIka Anda melihat Fred dan McTominay bermain, itu sudah cukup menggambarkan bagaimana jalannya pertandingan. Southampton akan membongkar pertahanan mereka dengan mudah," lanjut Parker.

"Saya kira pemain MU tidak merasa lebih lepas di Liga Champions, Solskjaer pun jelas tidak sebab dia tertekan di setiap laga, MU selalu ada di posisi tidak aman," tandasnya.

info main bola

info main bola

MEJAEMAS  -  Liverpool kalah dengan skor 2-0 saat menjamu Atalanta pada matchday keempat Grup D Liga Champions, Kamis (26/11/2020) dini hari WIB. Jurgen Klopp memainkan sejumlah pemain lapis kedua di laga ini.

Liverpool membutuhkan kemenangan pada duel di Anfield itu. Sebab, andai mampu meraih tiga poin, maka The Reds bakal lolos ke babak 16 Besar.

Akan tetapi, Liverpool kalah dengan skor 0-2. Gol-gol Atalanta dicetak Josip Ilicic dan Robin Gosens. Bagi Liverpool, ini adalah kekalahan pertama sejak 2018 lalu di kandang.

Walau kalah, Liverpool tetap duduk manis di puncak klasemen Grup D. Liverpool telah meraih sembilan poin. Sedangkan, Atalanta berada di posisi ketiga dengan meraih tujuh poin.

Bagaimana Jurgen Klopp, Sudah Kapok Main-Main?
Jurgen Klopp memainkan sejumlah pemain cadangan sejak menit awal. Kosta Tsimikas, Neco Williams, Rhys Williams, Curtis Jones, dan Divock Origi dipercaya tampil sebagai pemain inti oleh manajer asal Jerman.

Liverpool pun kesulitan meladeni permainan Atalanta.

"Kami membuat lima perubahan dan sangat penting untuk melakukan itu. Pada akhirnya, kami gagal dan itu adalah bagian dari konsekuensi," ucap Jurgen Klopp dikutip dari Liverpool Echo.

Jurgen Klopp memainkan pemain lapis kedua keran jadwal padat dan badai cedera yang melanda klub. Walau kalah, Jurgen Klopp tidak kapok melakukannya dan berniat mencobanya pada laga lainnya.

"Bagaimana pun, saya akan mencobanya lagi," kata mantan pelatih Dortmund itu.

Permainan Liverpool
Jurgen Klopp sebenarnya sejak awal menyadari timnya tidak akan tampil seperti biasanya. Mereka memainkan terlalu banyak pemain lapis kedua. Namun, Klopp sempat punya keyakinan Liverpool bakal tetap tampil bagus.

"Babak pertama sama sekali bukan pertandingan yang bagus, Atalanta juga tidak bagus."

"Kami membahasnya dan berpikir di babak kedua mungkin kami bisa melakukan lebih baik, tetapi tampaknya tidak seperti itu dan itulah mengapa kami mengubah tim lebih awal, tapi sedetik sebelum perubahan mereka mencetak gol," kata Klopp.

Jurgen Klopp memasukkan empat pemain baru sekaligus pada menit ke-61. Namun, sebelum Roberto Firmino dan kolega masuk lapangan, Liverpool lebih dulu kebobolan dari gol Josip Ilicic.

info main bola

 info main bola 

MEJAEMAS -  Matchday 4 Liga Champions 2020/21 sudah rampung. Kamis (26/11/2020) dini hari WIB tadi, 8 pertandingan Grup A-D jadi sajian utama, dengan beberapa hasil mengejutkan.

Seperti biasa, bukan Liga Champions jika tidak menyimpan kejutan. Pada 8 partai Grup E-H sebelumnya sudah ada 4 tim yang memastikan lolos ke 16 besar alias fase gugur.

Keempatnya adalah Chelsea dan Sevilla yang merupakan pasangan Grup E, lalu ada Barcelona dan Juventus sebagai perwakilan dari Grup G.

Keempat tim itu sudah dipastikan lolos, hanya soal penentuan siapa juara grup dan siapa runner-up.

Kini, setelah pertandingan dini hari tadi, menyusul dua tim berikutnya yang menembus 16 besar.

Hasil pertandingan
Duel-duel yang mempertemukan 16 tim dini hari WIB tadi pun tidak mengecewakan. 19 gol tercipta dalam beberapa pertandingan menarik.

Pun ada beberapa hasil mengejutkan, termasuk kekalahan mengejutkan Liverpool dari Atalanta dengan skor 0-2.

Lalu ada Real Madrid yang ternyata tampil begitu perkasa di San Siro untuk menghajar Inter Milan dua gol tanpa balas.

Ada pula Marseille yang takluk 0-2 dari Porto untuk mencatat rekor buruk 13 kekalahan beruntun di Eropa.

Yang tak kalah menarik, Borussia Monchengladbach bisa menghajar Shakhtar Donetsk 4-0, dan Manchester City hanya menang tipis 1-0 atas Olympiakos.

2 tim lolos, total 6 tim
Delapan pertandingan tadi pun memastikan langkah dua tim menuju 16 besar: Bayern Munchen dan Manchester City. Bayern mengalahkan Salzburg 3-1, Man City menang tipis atas Olympiakos.

Kedua tim ini memang terlalu tangguh di grupnya masing-masing. Bayern dengan 12 poin sempurna dari 4 pertandingan, memimpin Grup A tanpa gangguan berarti.

Man City pun demikian, dengan 12 poin dari 4 pertandingan, memimpin Grup C dan sudah pasti lolos ke 16 besar.

Bayern dan Man City bakal menyusul Chelsea, Sevilla, Barcelona, dan Juventus yang sudah lebih dahulu lolos.

Total ada 6 tim yang sudah pasti melangkah ke fase gugur, dan sejauh ini belum ada nama kejutan dalam daftar tim yang lolos.

info main bola

 info main bola
 SPORTBOOK  -  Juventus tidak menemui kendala yang cukup berarti saat berjumpa Ferencvaros di matchday ketiga Grup G Liga Champions. Si Nyonya Tua meraih kemenangan dengan skor 1-4 dari Ferencvaros.

Pada laga di Puskas Arena, Kamis (5/11/2020) dini hari WIB, Juventus tampil menyerang sejak menit awal. Gol pertama Juventus lahir pada menit ke-7 lewat aksi Alvaro Morata.

Juventus kemudian menambah tiga gol pada babak kedua. Morata kembali mencetak gol pada menit ke-60. Lalu, ada gol Paulo Dybala pada menit ke-72 dan gol bunuh diri Lasha Dvali pada menit ke-81.

Ferencvaros mendapat gol hiburan pada menit 90 dari aksi Franck Boli.

Juventus bangkit usai kalah dari Barcelona pada matcday kedua. Juventus kini berada di posisi kedua klasemen Grup G dengan enam poin. Peluang lolos ke Babak 16 Besar pun terbuka lebar.

Andrea Pirlo patut senang dengan kinerja lini depannya. Setalah dua laga yang sulit melawan Hellas Verona dan Barcelona, kini Juventus kembali tajam dan tampil apik pada dua laga terakhir.

Juventus mencetak masing-masing empat gol di laga melawan Spezia dan Ferencvaros. Terlepas dari kualitas lawan yang dihadapi, mencetak delapan gol dalam dua laga menjadi catatan positif bagi Juventus.

Alvaro Morata terus tampil bagus. Setelah tiga golnya ke gawang Barcelona dianulir, kini Morata mencetak dua gol ke gawang Ferencvaros. Pemain 28 tahun itu bisa jadi andalan di lini depan Juventus.

Juventus Masih Kebobolan
Andrea Pirlo pantas senang dengan kinerja lini depannya. Akan tetapi, Andrea Pirlo juga harus bekerja keras untuk mendapatkan komposisi terbaiknya di lini depan.

Juventus kebobolan satu gol pada laga melawan Ferencvaros. Satu gol ini membuat Juventus tidak pernah mencatat cleansheet pada empat laga terakhir. Juventus kebobolan lima gol.

Andrea Pirlo tentu masih punya opsi untuk membuat pertahanan Juventus makin tangguh. Sebab, ada nama Matthijs de Ligt yang belum dimainkan. Bek asal Belanda itu baru sembuh dari cedera, tetapi belum pulih 100 persen.

Patut dinantikan apakah De Ligt bisa membantu Pirlo membenahi lini belakang Juventus.

Jalan Terjal Ferencvaros
Ferencvaros bermain di Liga Champions setelah 25 tahun absen. Klub asal Hungaria itu kini berada dalam situasi yang cukup sulit. Dari tiga laga, mereka hanya mampu mendapatkan satu poin saja.

Ferencvaros sudah dua kali kalah, dari Juventus dan Barcelona. Satu poin didapat saat bermain imbang lawan Dynamo Kiev.

Jalan Ferencvaros untuk lolos ke babak 16 Besar belum tertutup, tetapi sangat terjal. Namun, masih ada harapan untuk bermain di Liga Europa. Laga melawan Dynamo Kiev pada matchday kelima bakal sangat menentukan langkah Ferencvaros ke Liga Europa.

Akhirnya, Paulo Dybala!
Paulo Dybala memulai musim 2020/2021 dengan kondisi yang sulit. Dia harus berjuang, bukan hanya untuk tempat utama, tetapi juga untuk mendapat kebugaran yang ideal.

Andrea Pirlo sempat menaruh Paulo Dybala di bangku cadangan dan itu membuatnya kesal. Namun, pelan tapi pasti Dybala menemukan performa terbaiknya.

Dybala masuk ke lapangan pada menit ke-67, menggantikan Alvaro Morata. Pada menit ke-72, Dybala mencetak gol. Ini adalah gol pertama La Joya pada musim 2020/2021.

So, kini Andrea Pirlo berada dalam pilihan sulit di lini depan. Morata, Dybala, atau Ronaldo?

Fleksibilitas Formasi Juventus
Andrea Pirlo bermain dengan formasi awal 4-3-3 di laga melawan Ferencvaros. Tiga pemain di lini depan adalah Federico Chiesa, Alvaro Morata, dan Cristiano Ronaldo.

Formasi ini berbeda dengan ketika Juventus menang atas Spezia akhir pekan lalu. Pirlo memakai formasi 4-4-2, dengan Paulo Dybala bermain sebagai penyerang tengah. Chiesa bermain sebagai sayap kanan.

Pirlo sebenarnya tidak menekankan pada formasi awal. Pelatih 41 tahun itu lebih fokus pada peran pemain di lapangan. Formasi bisa sangat fleksibel atau lentur tergantung pada peran pemain dan lawan.

Chiesa misalnya. Pirlo menyebut peran pemain 22 tahun sebagai penyerang yang melebar, bukan empat pemain tengah.

info main bola

info main bola 

MEJAEMAS  -   Manchester United kalah dengan skor 2-1 saat berjumpa Istanbul Basaksehir. Salah satu gol klub asal Turki tersebut dicetak Demba Ba lewat sebuah aksi solo run dari tengah lapangan.

United menjalani laga tandang ke Stadion Fatih Terim pada Kamis (5/11/2020) dini hari WIB. United datang ke markas Basaksehir dengan status pemuncak klasemen Grup H Liga Champions.

Di atas lapangan, sang pemuncak klasemen justru limbung. Pasukan Ole Gunnar Solskjaer kalah dari Basaksehir, klub yang pada dua laga sebelumnya selalu kalah.

Dua gol Basaksehir dicetak Demba Ba pada menit ke-12 dan Edin Visca pada menit ke-40. Sedangkan, United mencetak gol balasan pada menit ke-43 dari aksi Anthony Martial.

Gol Solo Run Demba Ba ke Gawang MU
Manchester United tengah menyerah pada menit ke-12. Semua pemain berada di wilayah lawan. Lima pemain berada di dalam kotak penalti dan empat pemain lain berada di sekitar kotak penalti.

Umpan crossing yang dilepaskan Aaron Wan-Bissaka mampu dipatahkan pemain Basaksehir. Setelah dua sentuhan, bola jatuh di kaki Edin Visca. Dengan jeli dia melepas umpan jauh.

Demba Ba sudah menunggu di tengah lapangan. Tanpa pengawalan satu pun pemain United, mantan bomber Chelsea itu melaju ke gawang yang dijaga Dean Henderson. Demba Ba pun mencetak gol solo run yang mudah.

Cukup mengherankan melihat gol yang dicetak Demba Ba. Sebab, tak satu pun pemain United berada di dekat Demba Ba. Satu pemain coba mengejar lari Ba, tetapi jaraknya sangat jauh dan gagal mengejar.

Deja Vu Gol ke Gawang Liverpool
Pada tanggal 27 April 2014 lalu, Demba Ba juga mencetak gol solo run. Saat itu, Demba Ba masih bermain untuk Chelsea. Lawan yang dihadapi adalah Liverpool. The Reds sedang memburu gelar juara Premier League.

Laga berjalan ketat. Namun, pada momen yang krusial, Steven Gerrard membuat blunder. Sang kapten terpeleset sehingga bola yang dikuasai lepas. Demba Ba dengan cepat membawa bola ke arah gawang Liverpool.

Ba kemudian mencetak gol solo run ke gawang Liverpool. Chelsea menang dan Liverpool gagal juara Premier League musim itu. Man City lah yang kemudian mendapat untung dari momen ini dengan tampil sebagai juara Premier League.

info main bola

 info main bola 

MEJAEMAS  -  Liverpool meraih hasil gemilang pada matchday keempat Liga Champions, Rabu (4/11/2020) dini hari WIB. Liverpool menang dengan skor 0-5 melawan Atalanta di Stadion Gewiss.

Liverpool menunjukkan dominasi sejak awal laga. Pada babak pertama, dua gol diciptakan tim racikan Jurgen Klopp lewat aksi Diogo Jota pada menit ke-16 dan 33.

The Reds memulai babak kedua dengan baik. Dua gol tercipta pada kurun waktu dua menit, Mohamed Salah pada menit 47 dan Sadio Mane pada menit 49. Jota kemudian menutup pesta Liverpool lewat golnya pada menit 54.

Liverpool kini berada di puncak klasemen Grup D dengan sembilan poin. Peluang lolos dari fase grup sangat besar. Sedangkan, Atalanta berada di posisi ketiga dengan empat poin.

Trio Baru di Lini Depan
Jurgen Klopp memainkan trio Sadio Mane, Diogo Jota, dan Mohamed Salah di laga melawan Atalanta. Ketiga pemain tampil sangat apik sebagai individu maupun secara kolektif.

Jota menjadi bintang dengan tiga gol atau hattrick. Lebih dari itu, Jota juga membuat assist untuk gol yang dicetak Sadio Mane pada menit ke-54.

Trio ini bakal membuat pusing Jurgen Klopp. Sebab, dia punya banyak pilihan di lini depan. Sedangkan, bagi Takumi Minamino dan Divock Origi, moncernya trio ini menjadi kabar buruk dan mengancam menit bermainnya.

Rhys Williams, Opsi Lain di Lini Belakang
Jurgen Klopp kembali membuat perbahan di lini belakang. Kali ini, Joe Gomez diduetkan dengan Rhys Williams. Akhir pekan lalu, lawan West Ham, Gomez bermain bersama Nat Williams dan tampil sangat bagus.

Rhys Williams baru berusia 19 tahun. Laga melawan Atalanta menjadi kali ketiga dia dipercaya Jurgen Klopp bermain di Liga Champions. Beda dengan dua laga sebelumnya, kali ini Rhys Williams tampil sejak menit awal.

Jebolan akdemi Liverpool itu tampil cukup solid. Terlepas dari performa buruk Atalanta, aksi cemerlang Rhys Williams bakal memberi banyak opsi bagi Jurgen Klopp untuk lini belakang setelah Virgil van Dijk cedera.

Ada Apa dengan Atalanta?
Musim lalu, Atalanta menjadi salah satu tim dengan performa paling impresif. Bukan hanya di Italia, tetapi juga di Eropa. La Dea tersohor dengan lini depan yang tajam.

Atalanta mencetak 98 gol di Serie A musim lalu. Namun, Papu Gomez dan kawan tidak berdaya di hadapan Liverpool. Atalanta kalah dengan skor 0-5 di kandang sendiri.

Pasukan Gian Pierro Gasperini menunjukkan performa yang buruk. Hasil melawan Liverpool melengkapi catatan negatif Atalanta pada tiga laga sebelumnya. Atalanta hanya sekali menang pada empat laga terakhir.

Diogo Jota, Lebih Bagus dari Firmino?
Kini, bakal ada perdebatan yang seru di kalangan fans Liverpool. Siapa yang lebih baik antara Roberto Firmino dan Diogo Jota?

Firmino tidak diragukan telah menjadi pemain yang sangat penting bagi Liverpool. Perannya bukan sekadar mencetak gol dan Jurgen Klopp sangat mempercayai pemain asal Brasil ini.

Belakangan, performa Firmino menurun. Di sisi lain, Diogo Jota justru tampil sangat apik. Pemain asal Portugal itu mencetak enam gol pada empat laga terakhirnya bersama Liverpool secara beruntun.

Jota dan Firmino punya gaya bermain yang berbeda. Kini, tergantung pada Jurgen Klopp akan memakai jasa siapa untuk mengisi lini depan Liverpool.

Hasil Sempurna
Liverpool meraih hasil sempurna pada tiga laga awal di Grup D. The Reds menyapu bersih semua laga dengan kemenangan. Bukan hanya meraih sembilan poin, Liverpool juga belum kebobolan satu gol pun.

Hasil ini membuat jalan Liverpool lolos ke babak 16 Besar terbuka lebar. Jika mampu menang pada mathchday keempat, lawan Atalanta di Anfield, maka Liverpool dipastikan lolos ke babak 16 Besar.

Liverpool selalu menang pada lima laga terakhirnya di semua kompetisi. The Reds sedang onfire dan akhir pekan nanti bakal menjalani laga sulit lain. Liverpool akan berjumpa Manchester City di Stadion Etihad.

info main bola

 info main bola

MEJAEMAS  -  Real Madrid membungkam keraguan atas kiprah mereka di pentas Liga Champions 2020/2021. Pada matchday ketiga Grup B, Real Madrid menang dengan skor 3-2 atas Inter Milan.

Pada duel yang digelar di Stadion Alfredo Di Stefano, Rabu (4/11/2020) dini hari WIB, Real Madrid unggul dua gol lebih dulu. Karim Benzema dan Sergio Ramos mencetak gol pada menit 25 dan 33.

Namun, Inter Milan mampu bangkit dan menyusul ketinggalan. Lautaro Martinez mencetak gol pada menit ke-35. Setelah itu, ada gol yang dicetak Ivan Perisic pada menit ke-68.

Real Madrid menunjukkan mental yang kuat. Pada menit ke-80, dua pemain pengganti, Vinicius Junior dan Rodrygo, berkolaborasi untuk mencetak gol. Rodrygo membawa Real Madrid menang 3-2.

Real Madrid meraih kemenangan pertama di Liga Champions 2020/2021. Lantas, pelajaran apa yang bisa dipetik dari laga Real Madrid vs Inter Milan?

Achraf Hakimi? Real Madrid Punya Lucas Vazquez
Ketika Dani Carvajal cedera, lalu disusul Alvaro Odriozola, dan Nacho, fans Real Madrid mulai rindu pada kehadiran Achraf Hakimi. Awal musim lalu, bek kanan asal Maroko dijual ke Inter Milan dengan harga 40 juta euro.

Banyak yang menilai Zinedine Zidane membuat blunder dengan melepas Achraf Hakimi. Sebab, dia tampil begitu bagus bersama Dortmund selama dua musim terakhir.

Hakimi pemain top. Akan tetapi, Real Madrid punya banyak opsi di posisinya. Selain tiga nama di atas, masih ada Lucas Vazquez yang tampil sangat bagus sebagai bek kanan.

Kini, fans Real Madrid lebih memilih Hakimi atau Vazquez?

Sergio Ramos, Lagi!
Sergio Ramos kembali menjadi aktor penting bagi permainan Real Madrid. Pemain 34 tahun itu menyumbang satu gol saat Real Madrid menang atas Inter Milan. Ini adalah gol ke-100 Sergio Ramos untuk Real Madrid.

Sergio Ramos mencetak gol lewat situasi sepak sudut. Mantan pemain Sevilla itu menanduk bola yang dikirim Toni Kroos. Sergio Ramos mampu lepas dari kawalan Stefan De Vrij.

Sergio Ramos kini menjadi pemain ke-19 yang mampu mencetak 100 gol atau lebih untuk Real Madrid. Uniknya, dari 19 pemain itu, hanya ada dua pemain belakang yakni Sergio Ramos dan Fernando Hierro.

Positif dan Negatif
Zinedine Zidane lagi-lagi membuat pergantian pemain yang bertuah. Seperti pada duel lawan Barcelona dan Gladbach. Di laga melawan Inter Milan, ada dua pergantian yang berdampak positif.

Pada menit ke-64, Zidane membuat keputusan memainkan Vinicius Junior dan Rodrygo. Eden Hazard dan Marco Asensio. Kedua pemain pengganti kemudian menjadi aktor gol kemenangan Madrid pada menit ke-80.

Hanya saja, ada catatan negatif dari permainan Madrid. Gawang Thibaut Courtois kembali gagal cleansheet. Real Madrid selalu kebobolan pada enam laga terakhir. Tentu ini bukan kinerja yang bagus.

Ivan Perisic x Lautaro Martinez
Inter Milan memang kalah, tetapi bukan berarti tidak ada hal positif yang bisa didapat tim racikan Antonio Conte. Inter Milan tidak bermain buruk, terutama para pemain depannya.

Inter Milan sempat diprediksi akan limbung menyusul absennya Romelu Lukaku. Akan tetapi, duet Ivan Perisic dan Lautaro Martinez mampu tampil padu dan tajam.

Lautaro mencetak satu gol dan satu assist, sedangkan Perisic membuat satu gol. Permainan padu duet ini bakal memberi lebih banyak opsi di lini depan Inter Milan. Conte patut mencoba duo Perisic x Lautaro lagi di laga selanjutnya.

Jadi, Siapa yang 'Turun' ke Liga Europa?
Real Madrid hanya mendapat satu poin dari dua laga awal Grup B. Kalah dari Shakhtar dan imbang lawan Gladbach. Setelah hasil buruk itu, banyak yang memprediksi Real Madrid bakal terjerumus ke Liga Europa.

Namun, pada momen yang penting, Real Madrid mampu bangkit dan mendapat poin yang krusial. Real Madrid menang lawan Inter Milan dan kini mendapat empat poin. Madrid berada di posisi kedua klasemen.

Di sisi lain, Inter Milan justru kini dalam posisi sulit. Tim racikan Antonio Conte belum pernah menang pada tiga laga yang dilalui. Namun, Inter masih punya tiga laga untuk bersaing di Grup B.

Saat ini, Gladbach berada di puncak klasemen dengan lima poin, disusul Shakhtar dengan empat poin.

info main bola
Welcome to My Blog

CONTACT US

MejaEmas Whatsapp : +6282298915740

Fans Page MejaEmas

Popular Post

- Copyright © Perang Situs Agen Judi Casino Baccarat Online dan Adu Bandar Bakarat Terpercaya -Mejaemas- Powered by marina365blogspot - Designed by Casino Online Betting -