Perang Baccarat Online | Perang Baccarat

Tampilkan postingan dengan label Cristiano Ronaldo. Tampilkan semua postingan

 info main bola 

MEJAEMAS  -  Para pelatih saat ini saat ini sering lebih menyukai formasi yang lebih dinamis. Seorang pemain dituntut bisa bermain di beberapa posisi, tidak ada yang sifatnya harga mati.

Ambil contoh di posisi penyerang, di era 4-4-2 dipresentasikan dua orang yang beroperasi di area tengah pertahanan lawan. Kini penyerang tidak hanya diidentikan dengan striker atau seorang bomber, tapi juga seorang winger. Contohnya Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, penyerang tajam yang beroperasi di sisi melebar lapangan.

Tim-tim era modern saat ini lebih sering memainkan patron 4-3-3, 4-2-3-1, atau 3-4-3. Kondisi ini secara langsung menggerus kemitraan duo penyerang yang amat populer di masa lalu.

Di era formasi 4-4-2 pencinta sepak bola disihir melihat aksi duet penyerang lewat gol-golnya.

Sejatinya kemitraan lini serang dalam sepak bola tak lantas mati dengan pergeseran posisi pemain. Tetap ada duo mematikan di lini serang, walau mungkin jumlahnya tak sebanyak dulu. Kini duet tak hanya melibatkan dua striker, tapi juga bisa striker dengan gelandang serang atau winger.

Situs Sportskeeda memilih duet-duet ofensif terbaik sepanjang masa, dari era jadul hingga kekinian.

Andy Cole dan Dwight Yorke
Andy Cole dan Dwight Yorke adalah duet mematikan yang pernah tercipta di Manchester United. Sir Alex Ferguson orang yang melihat potensi keduanya untuk dijadikan rekan duet sejati.

Cole-Yorke dianggap sebagai salah satu kemitraan paling tangguh sepanjang masa di Liga Inggris, mereka memainkan peran penting dalam musim kemenangan treble Manchester United pada tahun 1999. Duo ini mencetak 53 gol yang mengesankan di semua kompetisi dan berkembang di masing-masing kompetisi.

Dwight Yorke dan Andy Cole tampaknya menampilkan yang terbaik dari satu sama lain dan mencetak gol krusial untuk Manchester United melawan beberapa tim terbaik di dunia saat itu. Sinergi antara kedua penyerang menjadikan Manchester United menjadi tim dengan sistem serangan balik yang mematikan dan menjadikan tim 1998-1999 itu salah satu tim Premier League terbaik dalam sejarah.

Marco Van Basten dan Ruud Gullit
Kompetisi Serie A era 1990-an ditasbihkan sebagai kompetisi terbaik dunia. Bintang-bintang terbaik dunia meramaikan kompetisi kasta elite Italia tersebut.

Marco van Basten salah satu bintang Serie A kala itu yang melegenda hingga saat ini. Sang maestro Belanda mampu menampilkan momen-momen spektakuler di lapangan dan kemampuannya yang unik untuk menciptakan sejarah di lapangan menjadikannya salah satu striker terhebat di masanya.

Van Basten melakukan hal-hal luar biasa di AC Milan dan Timnas Belanda. Ia memiliki duet sehati Ruud Gullit yang tak kalah memesona. Keserbagunaan dan keuletan Gullit di sepertiga akhir membuat AC Milan menjadi tim ofensif yang mengerikan. Van Basten seringkali menikmati keruwetan yang dibuat Gullit di lini pertahanan lawan.

Ditambah Frank Rijkaard yang mendominasi lini tengah plus pemain-pemain seperti Franco Baresi dan Paolo Maldini membentuk tembok pertahanan yang sulit dijangkau, AC Milan asuhan Arrigo Sacchi memenangkan dua Piala Champions dan dua Scudetto.

Duo Basten-Gullit mencapai puncaknya pada tahun 1989, dengan AC Milan mengobrak-abrik pertahanan Real Madrid dan Steaua Bucharest dalam perjalanan menuju mahkota Eropa.

Ivan Zamorano dan Marcelo Salas
Kedua ujung tombak latino itu terpisah dunia baik secara generasi maupun gaya tetapi digabungkan untuk menghasilkan serangkaian momen gemilang bagi tim nasional mereka.

Ivan Zamorano sudah menjadi anggota mapan Timnas Chile ketika Marcelo Salas mencuat menjadi wonderkid pada tahun 1994. Zamorano segera membawa Marcelo Salas di bawah sayapnya dan keduanya bergabung untuk mendatangkan malapetaka di seantero Amerika Selatan.

Chile menjadi kekuatan baru di panggung sepak bola internasional, Zamorano dan Salas menjadi perwujudan dari setiap atribut berapi-api La Roja pada saat itu. Duo Amerika Selatan ini memainkan peran penting dalam perjalanan Piala Dunia 1998 Chile yang memesona dan memberi negara Amerika Selatan itu serangkaian momen yang tak terlupakan.

Gerd Muller dan Uli Hoeness
Penggemar sepak bola mengakui rekor produktivitas menakjubkan Gerd Muller bersama Bayern Munchen dan Timnas Jerman. Tapi ia tak bisa tajam tanpa bantuan Uli Hoeness.

Hoeness menjadi salah satu pemain sayap tercepat pada masanya dan kecepatannya bekerja dalam harmoni yang sempurna dengan naluri mencetak gol, Gerd Muller.

Keduanya menghabiskan hampir 10 tahun bersama di Bavaria dan memenangkan tiga gelar liga dan tiga Piala Eropa. Dengan tembakan Gerd Muller di semua silinder di area penalti dan Uli Hoeness menghancurkan lawan-lawannya di sayap, Bayern Munchen menjelma menjadi kekuatan Eropa yang kuat dan mendominasi sepak bola Jerman.

Dengan 359 gol yang menakjubkan dalam waktu kurang dari sepuluh musim untuk klub dan negara, Gerd Muller dan Uli Hoeness memanfaatkan hubungan mereka yang sangat baik dan mengukir warisan unik dalam sejarah Bayern Munchen.

Thierry Henry dan Dennis Bergkamp
Era keemasan Arsenal di awal tahun 2000-an ditandai dengan aksi beberapa pemain terbaik The Gunners yang melegenda di Premier League.

Prestasi spektakuler The Gunners di bawah asuhan Arsene Wenger ditandai dengan pencapaian sekelompok penyerang yang tangguh. Duet Thierry Henry dan Dennis Bergkamp yang terbaik di antara mereka.

Ketika Thierry Henry bergabung dengan Arsenal sebagai striker luar biasa berusia 20 tahun, Dennis Bergkamp sudah menjadi legenda hidup di klub. Kebijakan rotasi Arsene Wenger berarti bahwa dua favorit penggemar meluangkan waktu mereka untuk membangun hubungan yang efektif di lapangan.

Dennis Bergkamp tetap menjadi salah satu pemain paling kreatif dalam sejarah Liga Inggris dan visinya yang legendaris adalah ramuan sempurna untuk ledakan kecepatan eksplosif Thierry Henry di lapangan.

Kedua penyerang Arsenal itu memainkan peran penting dalam musim 'Invincibles' legendaris Arsene Wenger pada tahun 2004. Duo ini memenangkan dua gelar Premier League dan dua Piala FA bersama The Gunners dan menciptakan aura kejayaan di Highbury.

Ian Rush dan Kenny Dalglish
Liverpool selalu dikaitkan dengan striker legendaris selama bertahun-tahun dan era keemasan mereka di bawah Bob Paisley menghasilkan dua pembunuh bayaran terbaik dalam sejarah sepak bola Inggris.

Ian Rush dan Kenny Dalglish menjalin hubungan khusus dengan Anfield pada 1980-an dan telah menulis bab unik untuk diri mereka sendiri dalam cerita rakyat Merseyside secara turun menurun.

Kenny Dalglish adalah titik tumpu kreatif dari sisi Bob Paisley dan kemampuan bawaannya untuk menciptakan sihir di sepertiga akhir menghasilkan yang terbaik dari Ian Rush yang mematikan. Duet ternama Anfield ini memenangkan empat gelar liga dan dua Piala Eropa bersama Liverpool dan menjadikan klub Merseyside kekuatan kontinental yang amat tangguh.

Rush dan Dalglish adalah dua penyerang paling berbahaya di era mereka dan menandai salah satu era paling gemilang di Liverpool. Keduanya mengambil jalan yang berbeda setelah karier bermain mereka tetapi tetap menjadi duo paling menghancurkan dalam sejarah sepak bola Inggris.

Lionel Messi dan Luis Suarez
Lionel Messi, Luis Suarez, dan Neymar jadi trio mematikan Barcelona sebelum nama terakhir kemudian memutuskan pindah ke Paris Saint-Germain.

Sepeninggal Neymar, Messi dan Suarez menjalin kemitraan yang luar biasa di lapangan dan mendatangkan malapetaka buat lini pertahanan lawan di pentas La Liga.

Lionel Messi telah berubah menjadi pengaruh kreatif utama Barcelona di tahap akhir kariernya dan visinya yang patut dicontoh memberi Luis Suarez percikan yang dia butuhkan untuk menciptakan keajaiban bagi klub.

Messi juga mendapati dirinya menerima banyak peluang selama setahun karena kegigihan Suarez di lapangan, memungkinkan pemain Argentina itu melenggang melewati garis pertahanan lawan dengan mudah.

Lionel Messi dan Luis Suarez telah bergabung untuk menghasilkan 420 gol yang menakjubkan dalam enam tahun untuk Barcelona dan berbagi hubungan yang sangat baik baik di dalam maupun di luar lapangan. Kedua pemain Amerika Selatan itu sekarang bermain untuk rival La Liga tetapi tetap berteman sekalipun bersaing.

Pele dan Garrincha
ele dan Garrincha adalah dua pemain terhebat yang pernah menghiasi sepak bola. Kehadiran mereka di tim bertabur bintang Brasil membuat Selecao nyaris tak terkalahkan. Dua penyerang luar biasa adalah legenda permainan dan sementara kemampuan mereka melampaui dunia statistik, angka-angka tersebut memberikan gambaran yang menakjubkan tentang dampak mereka buat sepak bola Brasil.

Pele dan Garrincha memainkan 40 pertandingan bersama dalam warna nasional dan Selecao terkenal tidak pernah kalah dalam pertandingan dengan dua pemain hebat di lapangan.

Kemampuan Pele yang tak tertandingi untuk menemukan bagian belakang gawang sering membayangi kaki Garrincha yang memukau, tetapi pentingnya yang terakhir tidak hilang pada penggemar paling bersemangat permainan ini.

Dengan 44 gol dan dua Piala Dunia di antara mereka untuk Brasil, Pele dan Garrincha menjalin kemitraan yang tetap tak tertandingi di panggung internasional. Kedua legenda Selecao tidak dapat dimainkan di masa jayanya dan membuat Brasil identik dengan permainan yang indah ala Samba.

Alfredo Di Stefano dan Ferenc Puskas
Era kejayaan Real Madrid di tahun 1950-an memang memiliki akar kontroversial. Akan tetapi kualitas serangan hebat mereka tetap tidak perlu dipertanyakan lagi. Alfredo Di Stefano dan Ferenc Puskas tetap menjadi dua pencetak gol paling produktif dalam sejarah. Kemitraan mereka memberi Real Madrid landasan yang mereka butuhkan untuk menjadi klub paling sukses di Eropa.

Kedua pemain legendaris ini bermain bersama selama enam tahun di Real Madrid dan mencetak 302 gol yang menakjubkan dalam prosesnya. Final Piala Eropa 1962 menyaksikan momen mahkota keduanya saat Di Stefano dan Puskas membongkar Eintracht Frankfurt dalam perjalanan menuju kemenangan bersejarah 7-3.

Di Stefano, khususnya, adalah maestro Real Madrid pada saat itu dan memenangkan lima Piala Eropa bersama Los Blancos. Kehadiran Ferenc Puskas di klub membawa yang terbaik dari legenda Argentina dan memberikan Real Madrid status elite yang mereka miliki saat ini.

info main bola

 


MEJAEMAS Juventus, Cristiano Ronaldo, adalah salah satu pesepakbola tersohor di dunia. Popularitas pemain asal Portugal itu membuatnya menjadi salah satu sosok yang kerap diincar untuk dijadikan bintang iklan.

Cristiano Ronaldo pun menerima tawaran luar biasa besar dari Arab Saudi untuk menjadi wajah pariwisata salah satu negara Teluk Persia tersebut. Menurut laporan The Telegraph yang dikutip The Sun, Senin (22/2/2021), Arab Saudi akan membayar Cristiano Ronaldo sebesar 5,2 juta poundsterling (sekira Rp102 miliar) jika mau menerima tawaran tersebut.

Namun, laporan itu pun menyebutkan, bahwa CR7 -julukan Cristiano Ronaldo- menolak tawaran tersebut. Penolakan Cristiano Ronaldo kemungkinan besar berhubungan dengan beberapa kasus Hak Asasi Manusia (HAM) yang diduga berkaitan dengan Arab Saudi.

Salah satu kasus pelanggaran HAM yang diduga berkaitan dengan Arab Saudi adalah pembunuhan seorang jurnalis bernama Jamal Khashoggi. Pembunuhan itu membuat heboh dunia pada 2018 silam.

Jamal Khashoggi terakhir kali terlihat memasuki Konsulat Arab Saudi di Turki pada 2 Oktober 2018. Sejak saat itu, Jamal Khashoggi tidak pernah lagi terlihat.

Pejabat Turki meyakini tubuh Jamal Khashoggi telah dimutilasi dan dibuang. Jasad Jamal Khashoggi pun tidak ditemukan hingga kini.

Selain itu, ada kasus pelanggaran HAM lain yang diduga juga berkaitan dengan Arab Saudi. Hal itu membuat semua tindakan Arab Saudi mendapatkan sorotan dari publik internasional.

Beberapa pihak memperkirakan Arab Saudi sengaja menjadikan olahraga sebagai sarana untuk menyamarkan keluhan dunia internasional pada mereka. Pemerhati Hak Asasi Manusia dan Amnesti International merupakan dua organisasi yang kerap berselisih paham dengan Arab Saudi.

Sementara itu, beberapa acara olahraga besar yang sempat digelar di Arab Saudi adalah pertarungan Anthony Joshua kontra Andy Ruiz Jr jilid II pada 2019 dan Piala Super Spanyol pada 2020. Arab Saudi pun menjadi tuan rumah cadangan untuk Formula One (F1) 2021.

Meski beberapa pihak mengkritik Arab Saudi, salah satu negara Teluk Persia itu tidak menyerah untuk memperbaiki citranya di mata dunia internasional. Arab Saudi bahkan dikabarkan ingin menggaet rival abadi Cristiano Ronalo, Lionel Messi, untuk menjadi wajah pariwisata negaranya setelah gagal merekrut Cristiano Ronaldo.

Namun, La Pulga -julukan Lionel Messi- belum memberi jawaban atas tawaran Arab Saudi. Lionel Messi mungkin butuh waktu untuk memikirkan tawaran tersebut.

info main bola


info main bola 

MEJAEMAS -  Legenda Inter Milan, Roberto Boninsegna, membuat perbandingan performa Cristiano Ronaldo dan Romelu Lukaku. Boninsegna menilai Lukaku tengah onfire dan Ronaldo sudah hampir habis.

Laga Inter Milan vs Juventus akan digelar pada pekan ke-18 Serie A, Senin (17/1/2021) dini hari WIB. Duel di Giuseppe Meazza ini punya arti yang sangat penting bagi kedua klub.

Juventus berada dalam performa yang bagus, menang pada tiga laga terakhir. Juventus kini membidik posisi yang lebih baik di klasemen. Saat ini, Juventus berada di posisi keempat.

Inter Milan gagal menang pada dua laga terakhir. Inter terpaut tiga poin dari AC Milan yang berada di puncak klasemen. Inter mencoba bangkit dan kembali bersaing dengan Milan.

Lukaku Lebih Menentukan
Selain ambisi kedua klub bersaing di papan atas, duel Inter Milan vs Juventus juga menjadi panggung bagi Romelu Lukaku dan Cristiano Ronaldo. Keduanya bersaing untuk gelar top skor.

Ronaldo kini memimpin perolehan gol di Serie A dengan 15 gol. Sedangkan, Lukaku sudah mencetak 12 gol. Jumlah gol Lukaku sama dengan Ciro Immobile.

Boninsegna sangat terkesan dengan aksi Lukaku pada musim 2020/2021 ini. Dia bahkan melihat Lukaku jauh lebih menentukan dibanding Ronaldo.

"Satu-satunya pemain Inter Milan bisa merepotkan Fiorentinya adalah Lukaku. Mereka adalah duo yang cantik, Ronaldo dan Lukaku. Tapi, saya pikir Lukaku lebih menentukan," ucap Boninsegna dikutip dari Marca.

Ronaldo Sudah Habis
Boninsegna tidak menutup mata dengan performa apik Cristiano Ronaldo. Namun, pria yang juga pernah membela Juventus itu merasa Ronaldo tidak lagi menjadi pemain yang paling menentukan di Juventus.

"Lukaku lebih menentukan. Itu tidak bisa disangkal lagi. Ronaldo adalah pemain yang hebat, tetapi saya pikir dia sudah hampir habis," kata Boninsegna.

Ronaldo sendiri masih tampil sangat prima pada musim 2020/2021. Dia mencetak 15 gol hanya dari 13 laga di Serie A. Namun, usianya memang tidak lagi muda. Ronaldo bakal berusia 36 pada 5 Februari mendatang.

info main bola

 info main bola 

MEJAEMAS   -   Juventus mengalahkan Parma dengan skor 4-0 pada laga lanjutan Liga Italia 2020/2021, Minggu (20/12/2020) dini hari WIB.

Pada laga ini nama Cristiano Ronaldo kembali mencuat. Pasalnya ia membukukan dua gol. Lewat pencapaian hebat ini, pemain asal Portugal tersebut menyamai pencapaian 59 tahun yang lalu di Liga Italia.

Dia menyamai raihan Omar Sivori soal jumlah gol terbanyak pemain Liga Italia dalam hitungan satu tahun. Pada tahun 1961, Omar Sivori mencetak 33 gol atau sama dengan jumlah gol Cristiano Ronaldo sepanjang tahun 2020.

Menariknya seperti CR7, Omar Sivori juga memperkuat Juventus. Saat ini hanya ada dua pemain dengan jumlah gol lebih banyak dalam hitungan satu tahun pada ajang Liga Italia.

Adalah Gunnar Nordahl yang memiliki 36 gol pada tahun 1950. Lalu Felice Borel dengan torehan 41 gol di tahun 1933.

Cristiano Ronaldo bahkan masih punya kans untuk menyamai pencapaian Gunnar Nordahl. Pasalnya ia masih tampil sekali lagi pada tahun 2020, tepatnya saat Juventus menjamu Fiorentina hari Selasa (22/12/2020) nanti.

Pujian dari Andrea Pirlo
Usai pertandingan, pelatih Juventus, Andrea Pirlo memuji performa Cristiano Ronaldo. Dia turut senang dengan usaha yang diperlihatkan seluruh elemen dalam tim ketika bersua Parma.

"Malam ini adalah Juventus yang ingin saya lihat. Kami perlu memenangkan pertandingan ini, striker kami, Cristiano dan Alvaro (Morata) keduanya perlu kembali ke jalur mencetak gol," kata Andrea Pirlo.

"Kami perlu bekerja sebagai kolektif dan Aaron Ramsey juga memiliki permainan yang sangat bagus. Kami perlahan-lahan mencapai apa yang kami semua inginkan, bukan hanya saya, tetapi juga para pemain," tambahnya.

info main bola

 info main bola 

MEJAEMAS  -  Laga Barcelona vs Juventus berakhir bahagia untuk tim tamu. Juventus membalaskan dendam atas Barcelona, sedangkan Cristiano Ronaldo sukses mengalahkan Lionel Messi.

Laga Barcelona vs Juventus pada matchday ke-6 Grup H Liga Champions digelar di Camp Nou, Rabu (9/12/2020) dini hari WIB. Si Nyonya Tua tampil sebagai pemenangan dengan skor telak. Juventus menang 3-0 atas Barcelona.

Cristiano Ronaldo mencetak dua gol untuk Juventus, keduanya lewat eksekusi penalti. Sedangkan, satu gol lainnya dicetak Weston McKennie.

Juventus sukses membalas kekalahan 2-0 yang dialami pada duel di Turin. Selain itu, Juventus juga sukses menjadi juara Grup G karena unggul head to head dari Barcelona yang harus puas berada di posisi kedua.

Lantas, pelajaran apa saja yang bisa dipetik dari duel Barcelona vs Juventus?

Bapuk di Lini Pertahanan
Barcelona lagi-lagi menunjukkan bahwa lini pertahanan mereka bekerja dengan buruk. Klub asal Catalan kebobolan tiga gol yang semuanya terjadi karena kesalahan pemain.

Dua gol penalti terjadi karena pelanggaran yang tidak perlu. Lalu, gol Weston McKennie juga menunjukkan titik lemah Barcelona. McKennie bisa dengan bebas berada di kotak penalti tanpa pengawalan.

Clement Lenglet kembali tampil buruk. Akhir pekan lalu, dia membuat kesalahan fatal dan berujung pada gol kedua Cadiz. Kini, Clement Lenglet membuat Barcelona dihukum penalti.

Well, Barcelona butuh tenaga baru untuk memperbaiki pertahanan pada bursa transfer nanti.

Bagaimana Nasib Ronald Koeman?
Barcelona gagal menjadi juara grup dan untuk pertama kali kalah di Liga Champions musim 2020/2021. Dari kacamata itu, Barcelona mungkin tidak meraih hasil yang terlalu buruk.

Namun, jika diakumulasi dengan hasil di La Liga, maka capaian Barcelona juga tidak cukup bagus. Barcelona baru mendapat 14 poin dari 10 laga yang dimainkan di La Liga dan berada di posisi ke-9 klasemen.

Kini, nasib Ronald Koeman berada di ujung tanduk. Pelatih asal Belanda mungkin tidak akan dipecat dalam waktu dekat. Akan tetapi, pemilu presiden bakal membawa konsekuensi yang mungkin buruk bagi karir Ronald Koeman di Barcelona.

Duel Pjanic vs Arthur
Miralem Pjanic mendapat menit bermain lagi dari Ronald Koeman. Hanya saja, kini performa pemain asal Bosnia tidak cukup bagus. Dia gagal mendikte permainan dan membuat aksi-aksi yang menentukan.

Pjanic nampak masih berjuang untuk bisa menemukan performa terbaiknya bersama Barcelona.

Di kubu Juventus, ada nama Arthur Melo yang bermain cukup solid walau tidak menonjol. Perlu diingat, Arthur adalah pemain yang didapat Juventus setelah sepakat melepas Pjanic ke Barcelona.

Pada duel ini, Arthur lebih baik dari Pjanic. Arthur kembali ke Camp Nou dengan gemilang dan membuat mantan timnya mungkin menyesal melepasnya.

Susunan Pemain Barcelona
Barcelona membuat susunan pemain yang mengejutkan, terutama di lini depan. Martin Braithwaite yang beberapa laga terakhir tampil bagus harus memulai laga dengan duduk di bangku cadangan.

Duet Braithwaite dan Antoine Griezmann tengah onfire. Mereka menjadi pemain kunci di lini depan Barcelona saat menang atas Ferencvaros dan Dynamo Kiev pada duel sebelumnya.

Selain itu, tampilkan Pedri dan Trincao sejak menit awal juga cukup mengejutkan. Ssebab, masih ada Philippe Coutinho dalam daftar pemain. Trincao terbukti gagal tampil maksimal dan diganti pada awal babak kedua.

Ronaldo Kalahkan Lionel Messi
Cristiano Ronaldo harus absen saat Juventus kalah dari Barcelona dengan skor 2-0 di Turin. Saat itu, Ronaldo tidak bisa tampil karena terpapar Covid-19.

Ronaldo tak lagi absen saat Juventus melewat ke Camp Nou. Pemain 35 tahun menjadi motor serangan Juventus. Ronaldo pun tampil apik dengan mencetak dua gol. Keduanya dari eksekusi penalti.

Ronaldo seolah membalas kekalahan Juventus dari Barcelona dan Lionel Messi di Turin. Saat itu, Messi juga mencetak gol lewat eksekusi penalti. Namun, Messi hanya mencetak satu gol.

Ronaldo mengalahkan Messi dan Juventus pun berada di puncak klasemen.

info main bola

info main bola  

MEJAEMAS  -  Adil Rami mengakui bahwa Lionel Messi memang tak terhentikan akan tetapi ia jauh lebih terkesan dengan sosok Cristiano Ronaldo.

Rami pernah berkarir di Spanyol. Di sana ia memperkuat dua klub besar yakni Valencia dan Sevilla.

Selama di Spanyol, Rami tentu saja pernah berduel melawan Messi, sang superstar Barcelona. Begitu juga dengan Ronaldo saat masih di Real Madrid.

Saat itu Messi dan Ronaldo sedang dalam masa-masa primanya. Sulit untuk bisa menghentikan laju kedua superstar tersebut.

Messi Sulit Dihentikan
Adil Rami berbicara lebih dahulu soal kehebatan Lionel Messi. Ia mengatakan La Pulga sangat sulit dihentikan, bahkan cenderung mustahil.

Ia tak cuma jago berkelit menghindari terjangan lawan. Namun juga memiliki kelebihan dalam memberikan operan yang akurat pada rekan-rekannya.

“Lionel Messi, di atas lapangan, kami merasa tidak bisa berbuat apa-apa. Kami tidak bisa bertahan, ia selalu memiliki umpan yang tepat. Itu adalah sebuah hadiah," puji Rami pada RMC Sport.

Sangat Terkesan Pada Ronaldo
Adil Rami kemudian membahas Cristiano Ronaldo. Pria asal Prancis itu mengaku sangat terkesan pada CR7.

Ia kagum pada kerja keras yang didedikasikan oleh Ronaldo agar bisa sukses di atas lapangan. Rami pun menyamakan pria yang kini bermain di Juventus itu bak sebuah mesin.

“Tapi hal tentang Ronaldo yang membuat saya terkesan adalah volume kerja keras yang ia lakukan. Pertama kali saya melihatnya adalah ketika saya meninggalkan Frejus dan tiba di Lille. Mereka bermain di Liga Champions saat itu. Saya melihatnya dan saya seperti 'yang ini luar biasa!' Beberapa waktu kemudian, saya bertemu dengannya di La Liga ... sebuah mesin," pujinya.

“Setelah pertandingan, saya pergi makan bersama keluarga dan mereka bertanya pada saya 'jadi, [bagaimana rasanya melawan] Ronaldo?' Saya memberi tahu mereka bahwa saya terkejut melihat betapa tangguh dirinya, tak ada satu gram pun lemak!"

“Dalam beberapa pertandingan pertama, saya sedikit stres. Unai Emery mengatakan kepada saya untuk tidak memberinya ruang, untuk tetap berdiri dan memiliki pelindung karena ketika ia menendang bola, semuanya berakhir," tutur Rami.

Lionel Messi mulai bermain di tim senior Barcelona pada tahun 2004. Sementara Cristiano Ronaldo membela Real Madrid mulai tahun 2009. Adil Rami sendiri mendarat di Valencia pada tahun 2011 dan bermain di sana sampai tahun 2014. Ia kemudian membela Sevilla dari tahun 2015 hingga 2017.

info main bola

 info main bola 

MEJAEMAS  -  Cristiano Ronaldo tak henti-hentinya membukukan catatan luar biasa. Pemain 35 tahun itu baru saja sukses meraih 100 kemenangan bersama Portugal.

Milestone ini dibukukan Ronaldo kala mengantar negaranya menghajar Andorra tujuh gol tanpa balas dalam laga persahabatan internasional, Kamis (12/11/2020) dini hari WIB.

Dalam laga ini sendiri, Ronaldo turut mencatatkan namanya di papan skor ketika mencetak gol keenam timnya meski baru bermain sejak awal babak kedua.

Milestone Cristiano Ronaldo
Sejak menjalani debutnya bersama Portugal pada Agustus 2003 silam, Ronaldo hingga kini sudah mencatatkan 119 caps, 100 laga di antaranya disudahi dengan kemenangan.

Tak hanya itu, satu gol ke gawang Andorra membuat Ronaldo kini sudah mencetak 102 gol di level internasional. Artinya, CR7 tinggal membutuhkan delapan gol lagi untuk menjadi top skorer sepak bola internasional melewati 109 gol milik Ali Daei.

Satu gol ini mempertegas impresifnya Ronaldo sejak kembali bermain usai pulih dari Covid-19. Sebelumnya, CR7 mencetak tiga gol dan satu assist dalam tiga laga bersama Juventus.

Kebahagiaan Cristiano Ronaldo
Ronaldo pun tak bisa menyembunyikan kebahagiaan dirinya usai mencatatkan milestone 100 kemenangan di level internasional.

Ronaldo pun mengunggah beberapa foto di akun Twitter pribadinya, dilengkapi dengan caption berbunyi, "Senang bisa meraih satu catatan bersejarah lagi dengan warna negara kami! 100 kemenangan internasional!"

Portugal pun berharap Ronaldo bakal kembali mencetak gol kala Seleccao melakoni dua laga UEFA Nations League kontra Prancis dan Kroasia.

info main bola

 info main bola 

MEJAEMAS   - Juventus mendapatkan kabar buruk setelah megabintang mereka, Cristiano Ronaldo dinyatakan positif Covid-19. Menarik melihat bagaimana tim Andrea Pirlo tersebut 'hidup' tanpa sang bintang utama.

Cristiano Ronaldo dinyatakan positif virus corona ketika sedang bersama skuad timnas Portugal. Hasil tes swab yang dilakukan jelang pertandingan Portugal melawan Swedia, Selasa (13/10/2020) waktu setempat dinyatakan positif.

Dengan hasil tersebut, Cristiano Ronaldo pun dipulangkan dari skuad Portugal dan diminta untuk menjalani isolasi mandiri. Saat ini, Ronaldo sudah kembali ke Turin dan menjalani isolasi mandiri di klub.

Kabar buruk selanjutnya datang beberapa jam setelah Ronaldo. Kali ini Weston McKennie, gelandang asal Amerika Serikat, juga dinyatakan positif Covid-19.

Berdasarkan rilis resmi Juventus, mereka mengonfirmasi sang gelandang positif mengidap COVID-19.

"Juventus Football Club mengumumkan bahwa dalam pemeriksaan medis, Pemain kami Weston McKennie positif mengidap COVID-19," tulis pernyataan resmi Juventus.

Dengan kepastian itu, Cristiano Ronalado dan Weston McKennie pun harus menjalani isolasi mandiri dan diperkirakan bakal absen hingga 10-14 hari ke depan.

Menarik untuk melihat bagaimana pelatih Andrea Pirlo meracik formasi Juventus tanpa keberadaan Ronaldo dan McKennie. Berikut prediksi formasi dari redaksi Bola.net.

Formasi Juventus Bersama Andrea Pirlo
Di Serie A, Juventus sudah melakoni dua pertandingan, sebelum dinyatakan menang WO atas Napoli. Melawan Sampdoria dan AS Roma, pelatih Andrea Pirlo melakukan dua pendekatan formasi yang berbeda.

Di pertandingan pertama melawan Sampdoria, Pirlo memainkan formasi 3-4-1-2, di mana hasilnya menang 3-0. Sementara di laga kedua melawan AS Roma, formasi 4-4-2 jadi andalan sang pelatih dan hanya bermain imbang 2-2.

Pendekatan yang dilakukan Andrea Pirlo pun sebenarnya sama pada dua pertandingan itu. Kedua formasi bisa menjadi 4-4-2, pun sebaliknya menjadi 3-5-2 ketika diperlukan.

Lantas bakal seperti apa formasi Juventus tanpa Ronaldo dan McKennie yang di dua pertandingan pertama itu menjadi andalan Andrea Pirlo?

Formasi 4-4-2
Tanpa Ronaldo dan McKennie, formasi 4-4-2 bisa kembali diterapkan Pirlo. Posisi McKennie bisa diberikan kepada Rodrigo Bentancur, yang berperan sebagai box to box di lini tengah.

Bila Aaron Ramsey gagal pulih tepat waktu dari cedera yang ia dapat saat bersama timnas Wales, posisi sayap kiri bisa ditempati Juan Cuadrado yang di dua laga sebelumnya berperan sebagai wingback.

Formasi 4-3-3
Formasi lain yang bisa diterapkan oleh Andrea Pirlo adalah 4-3-3. Keberadaan pemain versatile di skuad Juventus akan sangat menguntungkan di kondisi seperti ini.

Di empat bek sejajar, Demiral bisa kembali masuk dalam starter setelah tampil bagus bersama timnas Turki untuk berduet dengan Leonardo Bonucci di jantung pertahanan. Sementara di kedua bek sayap bisa ditempat Danilo dan Juan Cuadrado.

Di lini tengah, nama Arthur, Bentancur, dan Rabiot bisa menjadi pilihan Pirlo. Ketiganya memiliki atribut yang hampir mirip, namun ketika diperlukan, ketiganya bisa saling meng-cover. Sementara di lini depan, trio Dybala, Morata, dan Kulusevski diharapkan bisa menjadi andalan untuk mengoyak gawang lawan.

Formasi 4-2-3-1
Ingin lebih stabil di lini tengah dan lini belakang, formasi 4-2-3-1 bisa menjadi pilihan. Bentancur dan Rabiot bisa menjadi andalan sebagai penyeimbang. Sementara di barisan bek, Danilo, Demiral, Bonucci, dan Frabotta bisa menjadi andalan. Demiral sendiri bisa lebih diunggulkan di formasi ini karena memiliki kecepatan yang lebih baik dibandingkan Chiellini.

Sedangkan di barisan penyerangan, trio Kulusevski, Dybala, dan Juan Cuadrado diharapkan menjadi penyuplai bola yang baik untuk Alvaro Morata yang dijadikan ujung tombak tunggal di depan.

Formasi 3-5-2 ini bisa jadi merupakan formasi paling ideal untuk diterapkan di Juventus saat ini. Tak akan banyak perubahan yang dilakukan Pirlo bila memakai formasi ini seperti sebelumnya.

Tanpa McKennie, satu posisi di lini tengah bisa ditempati Rodrigo Bentancur. Sementara posisi Cristiano Ronaldo bisa ditempati oleh Paulo Dybala yang dikabarkan sudah siap bermain setelah mengalami masalah pencernaan ketika bersama timnas Argentina.

Bagaimana Bolaneters, menurut kalian formasi apa yang paling cocok digunakan Andrea Pirlo bersama Juventus tanpa Cristiano Ronaldo dan Weston McKennie yang dinyatakan positif covid-19?

info main bola

info main bola 

MEJAEMAS   -  Bintang Juventus, Cristiano Ronaldo dikonfirmasi telah terpapar Covid-19 ketika membela timnas Portugal. Kabar tersebut bisa jadi bukan hanya membuat Juventus merugi, tapi juga diklaim berimbas pada Manchester United. Kok bisa?

Sebagaimana diketahui, Cristiano Ronaldo diumumkan oleh Federasi Sepak Bola Portugal terpapar Covid-19 dalam tes swab yang dilakukan dalam persiapan jelang timnas Portugal melawan Swedia. Dari hasil tes tersebut, Selasa (13/10/2020) waktu setempat, hanya Ronaldo yang hasilnya positif Covid-19.

Dengan hasil tersebut, Ronaldo pun terpaksa dipulangkan dari skuad Portugal dan harus menjalani isolasi mandiri. Kondisi Ronaldo sendiri disebut tak menunjukkan gejala apapun.

Melansir dari Record, tak akan ada penundaan pertandingan melawan Swedia karena hal ini. Duel UEFA Nations League ini akan tetap digelar sesuai jadwal, Kamis (15/10/2020) mulai pukul 01:45 WIB.

Nah, ternyata fakta bahwa Cristiano Ronaldo positif Covid-19 ini diklaim bisa membuat Manchester United kecipratan dampaknya. Kok bisa ya?

Karena Regulasi di Inggris
Sebagaimana disebutkan sebelumnya, Cristiano Ronaldo diumumkan terpapar Covid-19. Fakta bahwa Ronaldo saat diumumkan positif itu tengah membela timnas Portugal membuat Manchester United was-was. Kenapa?

Karena ada satu bintang Manchester United yang juga berada satu tim dengan Ronaldo di skuad Portugal. Pemain itu adalah Bruno Fernandes.

Mengapa Manchester United sampai was-was? Melansir dari Daily Star, ada aturan di Inggris yang menyebut bahwa siapa pun yang memiliki kontak langsung dengan seorang penderita Covid-19, harus melakukan isolasi mandiri selama 14 hari, alias dua minggu.

Dengan aturan tersebut, Bruno Fernandes yang selama satu minggu ini bersama Cristiano Ronaldo di skuad Portugal tak bisa memperkuat MU selama 14 hari.

Absen di Laga MU
Bila Bruno Fernandes harus menjalani isolasi mandiri setelah jeda internasional tengah pekan ini, maka Bruno tak bisa bermain di empat pertandingan Manchester United selanjutnya.

Artinya, Bruno Fernandes akan melewatkan pertandingan melawan Newcastle United akhir pekan ini, melawan PSG di laga pertama penyisihan grup Liga Champions, dan juga bisa absen melawan Chelsea serta melawan RB Leipzig.

Tentu saja kondisi ini membuat Manchester United ketar-ketir. Bukan hanya karena Bruno adalah penggawa inti andalan Ole Gunnar Solskjaer, namun juga karena Bruno adalah topskor tim sejauh ini.

Menarik untuk dilihat bagaimana Manchester United dan Ole Gunnar Solskjaer mengantisipasi absennya Bruno Fernandes ini. Pantau terus kabar terbaru dari Manchester United hanya di Bola.net.

Bukan Hanya MU
Selain Manchester United, ada beberapa klub Premier League yang juga bisa mendapatkan efek dari terpaparnya Cristiano Ronaldo.

Wolverhampton bisa kehilangan lima pemainnya karena juga membela timnas Portugal. Mereka adalah Joao Moutinho, Rui Patricio, Ruben Neves, Nelson Semedo dan Daniel Podence.

Selain itu, Liverpool juga bisa kehilangan Diogo Jota yang juga masuk dalam skuad Portugal. Begitu juga dengan Manchester City yang bisa kehilangan tiga pemainnya, Joao Cancelo, Ruben Dias, dan Bernardo Silva.

info main bola

 info main bola 

MEJAEMAS   -  Timnas Portugal membuat pengumuman yang mengejutkan. Sang megabintang, Cristiano Ronaldo dilaporkan positif Covid19 dan harus keluar dari skuad untuk laga melawan Swedia.

Ronaldo telah memainkan dua dari tiga laga timnas Portugal pada jeda internasional kali ini. Pemain 35 tahun itu tampil penuh pada duel melawan Prancis dan Spanyol.

Kedua laga berakhir dengan skor imbang 0-0. Sedianya, Ronaldo akan kembali turun berlaga. Portugal akan berjumpa Swedia pada laga di Stadion Jose Alvelade, Kamis (15/10/2020) dini hari WIB.

Hanya saja, Ronaldo dipastikan tidak akan tampil. Sang pemain harus menjalani isolasi mandiri dan perawatan karena Covid-19. Ronaldo paling tidak harus rehat hingga 10 hari ke depan.

Sempat Tolak Karantina
Juventus menerapkan karantina untuk skuad mereka pekan lalu, tepat sebelum jeda internasional. Langkah itu diambil Juventus usai ditemukannya dua kasus Covid-19 pada staff klub.

Seusai protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah Italia, Juventus harus menciptakan bubble alias 'gelembung' di satu lokasi. Akhirnya terpilihlah J Hotel, yang letaknya dekat dengan tempat latihan skuat Bianconeri, La Continassa.

Semua pemain Juve harus dikarantina. Namun seperti yang dikabarkan pekan lalu, ada tujuh pemain yang menolak diisolasi di J Hotel.

Dari tujuh pemain tersebut, Cristiano Ronaldo dikabarkan jadi yang pertama melanggar bubble skuat Juventus di J Hotel. Kabar ini diklaim oleh Gazzetta dello Sport.

Laporan itu menyebut bahwa Ronaldo tak setuju untuk bertahan di J Hotel selama beberapa hari. Sebab jika itu yang terjadi, maka ia tak akan bisa membela Timnas Portugal bermain melawan Spanyol di laga uji coba.

Ronaldo Positif Covid-19
Ronaldo datang ke timnas Portugal dalam kondisi yang baik. Dia sudah menjalani tes swab. Ronaldo kemudian bermain saat Selecao das Quinas berjumpa Spanyol dan Prancis.

Namun, Ronaldo dinyatakan positif Covid-19 pada Selasa (13/10/2020) malam WIB.

Kabar tersebut dikonfirmasi secara langsung oleh federasi sepak bola Portugal. Ronaldo pun sudah dilepas dari skuad Seleccao dan kini menjalani isolasi mandiri.

Ronaldo pun dipastikan tak akan bisa memperkuat Portugal dalam laga lanjutan UEFA Nations League melawan Swedia, Kamis (15/10/2020) dini hari WIB.

Ronaldo juga dipastikan tak akan bisa dimainkan oleh Juventus dalam laga menghadapi Crotone pada akhir pekan ini.

Peluang Ronaldo Main Lawan Barcelona
Ronaldo juga sudah hampir dipastikan akan absen kala Juventus mengawali petualangan mereka di Liga Champions musim ini dengan menghadapi Dynamo Kyiv tengah pekan depan.

Meski demikian, Football Italia menyebut Juventus berharap bahwa Ronaldo hanya akan absen dalam dua laga tersebut. Di Italia sendiri, periode karantina kini bisa dipersingkat menjadi 10 hari dari sebelumnya 14 hari.

Setelah menjalani isolasi selama 10 hari, Ronaldo akan menjalani tes swab lagi. Jika hasilnya negatif, maka pemain 35 tahun itu sudah diperbolehkan untuk mengakhiri isolasi.

Jika memang demikian, maka Ronaldo kemungkinan besar sudah bisa dimainkan kala Juventus berhadapan dengan Hellas Verona pada 25 Oktober mendatang.

Setelahnya, Ronaldo juga bisa memperkuat Juventus dalam laga akbar menghadapi tim raksasa Spanyol, Barcelona pada 28 Oktober mendatang.

30 Pemain di Serie A Positif Covid-19
Cristiano Ronaldo menjadi pemain ke-30 di Serie A musim 2020/2021 yang positif Covid-19. Jika menghitung, pemain yang sudah sembuh, staf, dan orang yang terlibat dalam sepak bola, maka jumlah kasus positif di Serie A makin banyak.

Kasus paling banyak terjadi pada skuat Genoa. Ada 14 pemain yang dinyatakan positif Covid-19. Beberapa pemain sempat tampil di laga melawan Napoli (27/9/2020) yang lalu.

Laga pekan ke-3 Serie A antara Genoa melawan Torino pun ditunda karena kasus ini. Sementara itu, Napoli tidak mendapat izin dari otoritas kesehatan lokal untuk pergi ke Turin guna memainkan laga melawan Juventus.

Berikut adalah daftar 30 pemain di Serie A musim 2020/2021 yang positof Covid-19:

*Atalanta: Marco Carnesecchi
*Genoa: Lasse Schone, Luca Pellegrini, Davide Zapacosta, Filippo Melegoni, Lukas Lerager, Francesco Cassata, Marko Pjaca, Davide Biraschi, Domenico Criscito, Valon Behrami, Petar Briek, Miha Zajc, Mattia Destro, Darian Males
*Inter Milan: Alessandro Bastoni, Milan Skriniar, Radja Nainggolan, Roberto Gagliardini, Ionut Radu, Ashley Young
*AC Milan: Leo Duarte, Matteo Gabbia
*Napoli: Piotr Zielinski, Eljif Elmas
*AS Roma: Amadou Diawara
*Spezia: Riccardo Marchizza
*Verona: Koray Gunter, Antonin Barak
*Juventus: Cristiano Ronaldo

info main bola


ROULETTE   -   Lionel Messi telah memilih bertahan di Barcelona. Secara tidak langsung, pemain 33 tahun telah menolak tantangan dari Cristiano Ronaldo untuk menyusulnya pindah ke Serie A.

Drama sepak bola terjadi dalam dua pekan terakhir. Lionel Messi membuat kejutan dengan meminta Barcelona melepasnya dengan status free transfer. Keputusan yang ditolak pihak klub.

Pada hari Rabu (2/9/2020) sempat ada pertemuan antara Jorge Messi, agen Lionel Messi, dengan Barcelona. Hasilnya: buntu. Pada akhirnya, La Pulga memilih bertahan lewat sebuah pernyataan di hari Sabtu (5/9/2020) dini hari WIB.

"Saya merasa sedih saat kecintaan saya terhadap klub dipertanyakan. Tidak peduli seberapa besar saya ingin pergi atau bertahan, kecintaan saya kepada Barca tidak berubah," ucap Lionel Messi dikutip dari Goal International.

Menolak Tantangan Ronaldo
Kecuali fans Barcelona, banyak yang menanti kepindahan Lionel Messi dari Barcelona. Banyak yang penasaran apakah Lionel Messi mampu berjaya di klub lain. Salah satunya Cristiano Ronaldo yang ingin Messi pindah ke Serie A.

"Saya ingin Messi datang ke Italia suatu hari nanti," kata Cristiano beberapa waktu lalu, dikutip dari Marca.

"Saya berharap dia menerima tantangan meninggalkan zona nyamannya seperti yang saya lakukan, tetapi jika dia bahagia di Barcelona maka saya menghormatinya."

"Saya pernah bermain di Inggris, Spanyol, Italia dan Portugal, tapi dia masih di Spanyol," sambung Ronaldo.

Tantangan Ronaldo nampaknya bakal bertepuk sebelah tangan. Sulit untuk melihat Lionel Messi pindah ke Serie A. Selain komitmen dengan Barcelona, beban gajinya juga sangat memberatkan bagi klub-klub Serie A.

Pemain yang Fantastis
Ronaldo pernah menjalani momen yang penuh rivalitas bersama Lionel Messi. Mereka bersaing dari segala aspek: jumlah gol, jumlah trofi, catatan rekor, gelar juara di level klub, hingga gelar juara di level timnas. Ronaldo mengakui bahwa Lionel Messi sosok yang luar biasa.

"Lionel Messi pemain yang fantastis dan pria yang hebat.


"Saya meninggalkan zona nyaman saya dan menerima tantangan ini di Turin dan saya telah menunjukkan bahwa saya masih pemain yang luar biasa," tutup pemain berusia 35 tahun tersebut.

MEJAEMAS   -   Kabar ketertarikan Juventus untuk striker Wolverhampton, Raul Jimenez, sepertinya tidak bisa dipandang remeh. Transfer ini sangat mungkin terwujud dalam usaha Juve membantu memaksimalkan potensi Cristiano Ronaldo.

Ya, Juve masih berusaha membentuk tim terbaik untuk membuat Ronaldo bermain dengan nyaman, dan dengan demikian bisa berujung pada kemenangan, bahkan trofi.

Musim ini mereka gagal total. Maurizio Sarri dipecat, Andrea Pirlo ditunjuk sebagai pengganti. Kabarnya, Pirlo mengusung proyek besar untuk merevolusi skuad Juve, tentu menyesuaikannya dengan kemampuan Ronaldo.

BACARAT  -   Masalah Juve
Situasi Juve ini tak luput dari perhatian mantan pelatih mereka, Fabio Capello. Menurutnya, Juve sekarang punya tugas besar untuk memperbaiki skuad.

Pihak klub tahu bahwa mereka harus merombak skuad besar-besaran, tapi kondisi finansial mereka tidak sebaik itu. Alhasil, Juve harus menjual beberapa nama terlebih dahulu sebelum membeli pemain.

"Masalah Juve adalah mereka harus menjual pemain dan melepas pemain, lalu setelahnya bisa kembali ke bursa transfer," buka Capello dikutip dari Sportskeeda.

Jimenez jadi Benzema
Lalu, perihal gosip transfer Jimenez, Capello paham betul alasan di baliknya. Dia tahu Ronaldo membutuhkan pemain seperti Karim Benzema di Real Madrid, yakni striker yang bisa membuka ruang dan meladeninya.

Jimenez, menurut Capello, punya gaya main yang mirip dengan Benzema. Karena itulah Juve berminat mendatangkannya, juga demi Ronaldo.

"Saya telah melihat Raul Jimenez, dia adalah pemain penting yang berkualitas." sambung Capello.


"Dia adalah pemain ideal untuk jadi pasangan Cristiano Ronaldo, sebab Ronaldo membutuhkan pemain seperti Benzema di Juventus. Raul Jimenez bisa melakukannya," tutupnya.


BACARAT  -   Sebuah kabar mengejutkan datang dari jurnalis asal Spanyol, Gulillem Balague. Dia menyebut Juventus menawarkan Cristiano Ronaldo ke Barcelona. Lalu, bagaimana kronik dari kabar tersebut?

Rumor Cristiano Ronaldo bakal meninggalkan Juventus semakin kencang setelah Si Nyonya Tua kandas di Liga Champions. Ronaldo lalu dikaitkan dengan PSG.

Balague mengatakan kepada BBC, agen Ronaldo, Jorge Mendes, sedang mencari klub baru untuk kliennya. Selain PSG, Real Madrid juga masuk daftar klub yang ditawarkan.

Menurut Balague, Mendes sudah bergerak sejak enam bulan terakhir atau sejak bursa transfer musim dingin.

"Alasan mengapa Cristiano Ronaldo dikaitkan dengan PSG (Paris Saint-Germain), bukan karena PSG berpikir untuk mendapatkannya. Itu karena Jorge Mendes telah diberi instruksi untuk menemukan tim untuk Ronaldo. Kami telah melihat ini dalam enam bulan terakhir, dia dikaitkan dengan Real Madrid," katanya.

Namun, Real Madrid ternyata menutup pintu. "Real Madrid berkata 'tidak ada peluang! Dia tidak akan kembali'," kata Mendes.

Menurut Mendes, Juventus keberatan untuk membayar gaji Cristiano Ronaldo walau sang bintang memberikan kontribusi.

"Sedrastis itu. Juventus ingin melepasnya karena masalah gaji. Agen lalu menawarkan Ronaldo ke mana-nama, mulai klub MLS hingga Barcelona.

Siapa yang Sanggup?
Pemain berusia 35 tahun itu menandatangani kontrak empat tahun dengan Juventus sejak musim panas 2018. Dia telah mencetak 65 gol dalam 89 penampilan.

Cristiano Ronaldo mengakhiri musim 2019-20 dengan 37 gol dari 46 laga di semua kompetisi. Menurut Balaque, Juventus akan sulit menjual Ronaldo karena faktor gaji.

"Saya tidak yakin apakah mereka bisa menyingkirkannya dengan mudah," katanya.

“Faktanya, dia masih mendapatkan bersih 23 juta euro, siapa yang akan sanggup membayarnya sekarang?"

PSG Paling Masuk Akal
PSG disebut sebagai klub yang paling masuk akal untuk menampung Ronaldo. Tentunya ini dilihat dari sisi finansial.

Ronaldo, dalam usia 35 tahun, masih menjadi satu di antara pemain terbaik di dunia. Itulah mengapa rumor kemungkinan transfer ke PSG tidak mengejutkan.


Desas-desus tersebut pertama kali dilaporkan oleh France Football pada pekan lalu setelah Juventus tersingkir dari 16 besar Liga Champions di tangan Lyon.

BACARAT Cristiano Ronaldo akan membuat Real Madrid bisa membalikkan defisit di leg pertama dalam pertandingan Liga Champions melawan Manchester City. Itu merupakan pendapat dari mantan striker City dan MadridEmmanuel Adebayor.
Los Blancos menelan kekalahan 2-1 di Santiago Bernabeu pada pertandingan leg pertama babak 16 besar pada akhir Februari. Pertemuan leg kedua kemudian harus ditunda karena pandemi virus corona.
Madrid tampil luar biasa ketika La Liga bergulir kembali pada bulan Juni. Los Blancos sama sekali belum tersentuh kekalahan.
Los Blancos mencatat 10 kemenangan dan sekali imbang. Hasil itu membawa Madrid mengalahkan Barcelona dalam perebutan gelar juara La Liga.
Kans Madrid
Adebayor mengatakan kalau tim asuhan Zinedine Zidane masih memiliki para pemain yang mampu membalikkan keadaan. Namun, kehadiran Ronaldo akan secara signifikan meningkatkan peluang mereka.
“Jika Anda mengajukan pertanyaan itu kepada saya dua tahun lalu, saya akan mengatakan ya [Madrid bisa membalikkan keadaan],” kata Adebayor kepada AS.
“Madrid akan menjadi favorit bersama Cristiano. Saat itu, mereka memiliki Cristiano, yang merupakan mesin gol. Dia bisa membuat perbedaan kapan saja dan dia akan memberi tim 50 gol musim ini.
“Mereka kalah leg pertama di kandang dan itu akan sangat sulit tanpa fans, melawan Manchester City, kota, cuaca tetapi itu bukan tidak mungkin.
“Madrid memiliki pemain dengan banyak pengalaman seperti Marcelo, [Karim] Benzema, [Thibaut] Courtois dan mereka terbiasa bermain di pertandingan besar seperti ini.”
Sulit Cari Pengganti Ronaldo
Adebayor yakin Madrid sekarang menyadari betapa sulitnya mengganti pemain seperti Ronaldo, yang menjadi pencetak gol terbanyak klub selama sembilan musim.
“Tanpa Cristiano, Madrid tahu merka kehilangan apa, tapi mungkin bukan apa yang bisa mereka menangkan jika dia masih di sana,” tambahnya.
“Saya pikir mungkin mereka berpikir mereka akan mendapatkan pemain lain seperti Ronaldo tetapi pemain seperti dia hanya datang sekali setiap 200 tahun.”
Pentingnya Benzema
Karim Benzema sekarang mengambil alih beban mencetak gol dari Ronaldo. Sang pemain sudah melampaui 20 gol di La Liga dalam dua musim terakhir.
Adebayor mengatakan striker Prancis itu mempunyai peran penting bagi Madrid. “Ketika Ronaldo pergi, dia harus mengambil tanggung jawab dan saya pikir dia melakukannya dengan sangat baik,” ujar Adebayor.
“Dia mencetak banyak gol, gol penting sehingga dia akan berbahaya, tidak diragukan lagi.”
info main bola Rayuan Arteta untuk Aubameyang: Bertahan dan Jadilah Legenda


MEJAEMAS  -   Bek Real Madrid Raphael Varane memberikan pujian kepada rekan setimnya Karim Benzema. Varane menyebut Benzema sebagai penyerang nomor 9 yang lengkap.

Benzema menjadi pemain kunci di lini depan Los Blancos setelah kepergian Cristiano Ronaldo. Ia mampu mengemban tugas sebagai juru gedor E Real.

Pemain asal Prancis itu mampu menunjukkan ketajamannya pada musim ini. Benzema berhasil mencetak 26 gol dari 47 penampilan di semua kompetisi.

Berkat ketajamannya itu, Benzema berhasil membantu Los Blancos menjadi juara La Liga 2019/2020. Itu merupakan gelar La Liga ke-34 dalam sepanjang sejarah mereka.

Puji Benzema
Performa Benzema bisa dibilang sedang bagus-bagusnya. Varane mengaku sangat terkesan dengan penampilan yang ditunjukkan oleh rekan senegaranya tersebut.

"Dia berada dalam performa terbaiknya. Saya tidak terkejut dengan kualitasnya. Semua orang mengenal mereka. Dia sangat percaya diri, dia salah satu yang terbaik. Dia pemimpin kami dalam serangan, dia membawa banyak hal kepada kami dan dia tidak hanya mencetak gol," kata Varane di situs resmi klub.

"Pergerakan dan kualitasnya memungkinkan kami untuk menciptakan serangan dan membantu tim. Dia pemain yang menggabungkan pengalaman, kualitas, dan fisik. Dia memberikan banyak assist dan menciptakan peluang. Dia adalah nomor sembilan yang sangat lengkap."

Peran Zidane
Varane juga tidak lupa memberikan pujian pada Zinedine Zidane. Menurutnya, Zidane sudah berhasil mengeluarkan performa terbaik para pemain Madrid termasuk dirinya.

"Zidane menyampaikan kepercayaan diri dan ketenangan. Ini penting karena itu menunjukkan bahwa pelatih ada di belakang saya dan dia juga memberi saya nasihat," lanjutnya.


"Dia mendorong saya untuk mengambil risiko dan bermain lebih tinggi di lapangan sehingga saya bisa mencoba untuk membuat lebih banyak umpan dan memungkinkan tim untuk bermain lebih menyerang."

BACARAT  -   Cristiano Ronaldo menjadi salah satu bintang dalam kesuksesan Juventus memenangi scudetto musim ini. Kesuksesan itu sendiri membuat Ronaldo tercatat kini sudah meraih tiga trofi liga di tiga negara berbeda.

Kesuksesan Cristiano Ronaldo itu pun mendapatkan apresiasi dari banyak pihak. Salah satunya dari FIFA, induk olahraga sepak bola tertinggi. Namun sayang, FIFA justru diklaim membuat blunder ketika menyebut Ronaldo sebagai satu-satunya pemain yang mampu memenangi liga di tiga negara berbeda.

Cristiano Ronaldo merayakan titel Serie A untuk kali kedua setelah Bianconeri mengalahkan Sampdoria 2-0 pada Senin (27/7/2020) dini hari WIB. Artinya, pemain berjuluk CR7 itu telah memenangi gelar liga di Italia, Spanyol (Real Madrid), dan Inggris (Manchester United) pada sepanjang kariernya.

FIFA mengklaim bintang Juventus berusia 35 tahun itu merupakan satu-satunya pemain yang mencatatkan torehan istimewa itu. Mereka kemudian memberikan ucapan selamat kepada Ronaldo melalui media sosial Twitter.

Namun, rekan setim Ronaldo, Danilo, dengan segera mengingatkan FIFA bahwa dirinya juga mengoleksi gelar liga di tiga negara tersebut.

"10 gol dalam 10 pertandingan sejak kembali bergulirnya Serie A membantu Cristiano menjadi juara liga di Inggris, Spanyol, dan Italia," tulis FIFA melalui cuitan di Twitter, yang belakangan dihapus.

"Tak pernah ada pemain lain yang memenangi tiga liga seperti itu. Apa pun negaranya tak masalah ketika Anda berasal dari planet lain," sambung FIFA.

Danilo merespons dengan emoji wajah yang sedang berpikir, mengingatkan FIFA bahwa data mereka salah. Ironisnya, Danilp adalah rekan setim Cristiano Ronaldo saat di Real Madrid maupun Juventus.

Sama-sama Sukses di Real Madrid
Ronaldo dan Danilo sama-sama menikmati kesuksesan bersama Real Madrid, baik di level domestik maupun Eropa. Selain mencicipi gelar La Liga, mereka juga bersama-sama sukses di Liga Champions.

Ronaldo melengkapi hattrick gelar juara liga karena sebelumnya pernah jadi kampiun di Inggris bersama Manchester United, di bawah asuhan Sir Alex Ferguson.

Danilo juga pernah menikmati gelar liga di Premier League. Dia mencatatkan back to back gelar Premier League bersama Manchester City.

Namun, Danilo gagal menemukan pijakan kuat di Manchester City dan memutuskan hijrah ke Juventus, sebagai bagian pertukaran pemain dengan Joao Cancelo.

Reaksi Netizen: Tak ada yang Peduli dengan Danilo
Reaksi Netizen: Danilo Malah Kena Semprot
Reaksi Netizen: FIFA Sedang Melucu
Reaksi Netizen: Danilo adalah Polisi yang Sedang Menginvestigasi FIFA yang Korupsi
Reaksi Netizen: Jangan Diambil Hati ya, Danilo
Reaksi Netizen: Kami adalah Pendukung Danilo

SICBO Juventus dipastikan mempertahankan Maurizio Sarri sebagai pelatih pada musim depan. Hal tersebut ditegaskan sang direktur, Fabio Paratici, di tengah derasnya kabar Juvenrus bakal melakukan pergantian pelatih.
Maurizio Sarri ditunjuk sebagai pelatih Juventus pada awal musim 2019/2020. Sebelumnya, Maurizio Sarri bertugas di Chelsea selama musim 2018/2019 dan mampu memberikan gelar Liga Europa.
Jalan manajer 61 tahun sebagai pelatih Juventus tidak bisa dibilang mudah. Pasalnya, pada beberapa fase, Juventus meraih hasil buruk. Salah satunya adalah kegagalan di ajang Supercoppa Italiana. Juventus kalah dari Lazio.
Belakangan, rumor bakal dipecatnya Maurizio Sarri makin kencang. Walau Juventus masih berada di jalur scudetto, beberapa hasil buruk yang didapat dinilai membuat posisi Sarri tidak aman.

Juventus Tetap Dilatih Maurizio Sarri

Sebelum menang atas Lazio, Selasa (21/7/2020) dini hari WIB, Juventus gagal menang pada tiga laga terakhir di Serie A. Mereka juga gagal juara di Coppa Italia. Kalah dari Napoli di laga final lewat babak adu penalti.
Desakan agar Maurizio Sarri dipecat pun menguat. Akan tetapi, Juventus memilih mempertahankan sang pelatih pada musim depan.
“Pembicaraannya ada di media. Saya sudah berada di sini selama 10 tahun [dan] pada dasarnya kami berada di puncak meja untuk sembilan di antaranya tanpa henti,” buka Fabio Paratici dikutip dari Sky Sports Italia.
“Kami memenangkan trofi bersama Max Allegri selama lima tahun, Serie A dan Piala Super. Namun, setiap kali setelah imbang, bahkan menang, kami selalu mengadakan pertemuan internal. Kami sudah terbiasa dengan spekulasi, kami menertawakannya.”
“Tanpa diragukan, Sarri akan menjadi pelatih Juventus musim depan,” kata Fabio Paratici.

Bagaimana dengan Ronaldo?

Cristiano Ronaldo menjadi pemain paling penting di Juventus. Dia harus terlibat dalam keputusan penting klub dari sisi teknis, termasuk dipertahankannya Maurizio Sarri. Lalu, apakah Ronaldo setuju Sarri tetap bertahan?
“Ada dialog dengan Cristiano Ronaldo, karena biasanya ada diskusi antara pelatih dan pemain. Dia sudah pasti bertahan dan dia terus melakukan yang terbaik untuk kami,” ucap Fabio Paratici.
Sarri masih kesulitan menemukan formula yang tepat di lini depan Juventus. Mantan pelatih Napoli itu belum juga mendapat kombinasi yang tepat di lini depan. Ronaldo dan Paulo Dybala sudah pasti menjadi pilihan, sedangkan satu nama lain belum pasti
info main bola Ole Gunnar Solskjaer: Gol Kedua Seharusnya Bisa Dihindari

SICBO Usia belum mampu menghentikan Cristiano Ronaldo untuk mencetak gol. Saat Juventus bertemu Lazio dalam laga pekan ke-34 Serie A, Selasa (21/7/2020) dinihari tadi, pemain asal Portugal itu berhasil mengantongi dua gol.
Kedua golnya tercipta masing-masing pada menit ke-51 dan 54. Setelah membobol gawang Lazio lewat eksekusi penalti, ia kembali mencetak gol dengan memanfaatkan umpan dari rekan setimnya, Paulo Dybala.
Dua gol Ronaldo membuat Juventus berhasil memenangkan pertandingan dengan skor tipis 2-1. Kemenangan itu penting, sebab Juventus bisa memperkokoh posisinya di klasemen dengan keunggulan delapan poin dari Inter Milan.
Ronaldo sendiri kian dekat dengan gelar Capocannoniere pertamanya. Sekarang ia sudah mencetak 30 gol, menyamai torehan Ciro Immobile yang menjebol gawang Juventus dari titik putih pada pertandingan kali ini.

Pujian Sarri untuk Ronaldo

Dua gol yang diciptakan Ronaldo membuat banyak orang terkesima, tak terkecuali sang pelatih, Maurizio Sarri. Eks nahkoda Chelsea tersebut memuji kualitas fisik Ronaldo yang luar biasa.
“Saat Cristiano Ronaldo mencium bau darah… dia luar biasa, karena bisa pulih dengan cepat di antara pertandingan. Itu bukan cuma fisik, namun juga psikis,” ungkap Sarri pasca pertandingan kepada Sky Sport Italia.
“Dia bisa menjadi sosorang yang menggunakan banyak tenaga dalam pertandingan, namun mengembalikannya setiap waktu. Dia adalah pemain kelas dunia mulai dari pikiran hingga kakinya,” lanjutnya.
Perlu diketahui bahwa Ronaldo belum pernah absen dalam delapan laga Serie A dengan jadwal yang sangat padat usai penundaan. Dari delapan pertandingan tersebut, Ronaldo hanya gagal mencetak gol sekali saja.

Belum Waktunya Beristirahat

Sekarang Ronaldo sudah mencetak 30 gol, kurang enam gol dari rekor terbanyak dalam satu musim yang dibukukan oleh Gonzalo Higuain di Napoli. Perlu diketahui bahwa saat itu Napoli diasuh oleh Maurizio Sarri.
Jika dimainkan dalam beberapa pertandingan berikutnya, Ronaldo mungkin saja akan memecahkan rekor tersebut. Sarri sendiri nampaknya belum ingin memberinya waktu beristirahat.
“Jika dia sudah menargetkan sesuatu, dia sangat sulit untuk dihentikan. Kami akan lihat apakah dia harus beristirahat di pekan-pekan berikutnya, namun kalau dia masih bugar, maka dia takkan membutuhkannya,” tandasnya.
Berikutnya, Juventus akan bermain menghadapi Udinese di pekan ke-35 Serie A hari Jumat (24/7/2020) mendatang. Laga tersebut akan berlangsung di markas Udinese, yakni Stadio Friuli
info main bola Ole Gunnar Solskjaer: Gol Kedua Seharusnya Bisa Dihindari
Welcome to My Blog

CONTACT US

MejaEmas Whatsapp : +6282298915740

Fans Page MejaEmas

Popular Post

- Copyright © Perang Situs Agen Judi Casino Baccarat Online dan Adu Bandar Bakarat Terpercaya -Mejaemas- Powered by marina365blogspot - Designed by Casino Online Betting -