Posted by : Agen Casino Mejaemas
Selasa, 05 Juni 2018
Ladies, Kenali 5 Penyebab Rasa Sakit di Sekitar Miss V saat Berhubungan Intim
Wanita sering mengalami rasa sakit ketika berhubungan intim. Rasa sakit tersebut sangat menyiksa ketika pasangan melakukan penetrasi yang mendalam. Banyak yang menduga hal tersebut adalah tanda-tanda menopause atau vulvodynia (rasa sakit di sekitar vulva).
Menurut dokter, ada beberapa penyebab mengapa Anda sering mengalami rasa sakit pada Miss V. Berikut penyebab-penyebabnya, sebagaimana melansir dari Health, Selasa (4/6/2018).
1. Pil KB
Pil pengontrol kehamilan bisa menyebabkan rasa sakit pada miss V karena mengurangi lubrikasi serta atrofi. Profesor dari George Washington University, Andrew Goldstein menuturkan, dua gejala tersebut lazim ditemui pada wanita pasca-menopause.
Menurutnya, formulasi pil pengontrol kehamilan yang diproduksi beberapa tahun terakhir memiliki kandungan estrogen yang sangat rendah serta tipe progestin yang dapat mengurangi hormon testosteron. Hal tersebut bukan berarti pil pengontrol kehamilan buruk, tetapi wanita perlu memahami dengan baik dampaknya secara seksual.
2. Perawatan kanker
Direktur San Diego Sexual Medicine, Irwin Goldstein menerangkan, perempuan yang mengalami kanker serviks atau vagina serta menjalani perawatan radiasi, akan mengalami rasa sakit yang tidak tertahankan di area kewanitaan. Hal yang sama juga dialami oleh perempuan penderita kanker payudara.
Sebab, tamofixen yang digunakan untuk mengobati kanker menghentikan kerja hormon estrogen. Akibatnya, sama seperti yang dialami perempuan pasca-menopause, akan terjadi kurangnya lubrikasi serta atrofi pada miss V.
3. Masalah pada kulit sekitar area kewanitaan
Masalah pada kulit juga bisa menjadi alasan lain dari rasa sakit tersebut. Gangguan seperti jahitan bekas melahirkan, penyakit dermatologi, bahkan herpes bisa mengakibatkan rasa sakit tak terperi. Irwin Goldstein mengatakan, seorang pasiennya pernah mengeluhkan sakit di bagian Miss V. Setelah diperiksa, ternyata ada rambut kemaluan yang tumbuh sedikit ke dalam sehingga klitoris terkena infeksi.
4. Kelainan fisik
Beberapa wanita rela menjalani operasi kelamin demi merapatkan kembali selaput dara. Namun, operasi tersebut mengandung risiko terjadinya vulvar vestibulitis syndrome (VVS). Jika selaput dara terlalu rapat, maka area terdepan dari miss V seharusnya tidak sakit. Tetapi, wanita yang memiliki VVS akan mengalami rasa sakit luar biasa jika area tertentu disentuh.
5. Vaginismus
Risiko lainnya dari operasi Miss V adalah terjadinya vaginismus atau pengetatan area kewanitaan serta otot pelvis. Akibatnya, penetrasi menjadi sangat sakit bahkan mustahil terjadi. Selain operasi, vaginismus juga bisa terjadi akibat pemerkosaan atau pelecehan seksual lainnya. Vaginismus bisa disembuhkan dengan cara terapi, tetapi harus terlebih dahulu ditemukan penyebabnya .
Posting By



