Ini Sederet Penyebab Miss V Sering Terasa Gatal
marina-365.net - Kesehatan organ intim perlu dijaga agar tak menimbulkan masalah saat berhubungan seksual dengan pasangan. Harus Anda tahu bahwa vagina memiliki cairan yang bersifat asam, yang menjaga vagina agar terbebas dari bakteri.
Sama seperti bagian tubuh lainnya, Miss V juga membutuhkan perhatian higienis. Dr. Sheryl A. Ross, MD atau yang dikenal dengan Dr. Sherry mengatakan bahwa kulit vagina rentan terhadap rasa gatal dan kering. Jika tubuh Anda terhidrasi dengan baik, maka bagian kulit luar vagina akan lembap dan terlumasi dengan baik.
Namun jika tidak, vagina Anda akan terasa gatal. Selain hal di atas, ada beberapa penyebab lain vagina sering terasa gatal. Dilansir dari Popsugar, Jumat, (9/2/2018), inilah beberapa penyebabnya:
Produk kecantikan yang beraroma
Tidak dipungkiri aroma menjadi salah satu faktor wanita memilih produk kecantikan tertentu. Tapi perlu Anda tahu, aroma yang terkandung dalam produk-produk tertentu justru dapat mengganggu keseimbangan pH sehingga menyebabkan vagina terasa gatal. Wewangian tersebut sering ditemukan dalam sabun yang harum, cairan busa untuk mandi, garam mandi, bedak, deterjen, pelembut kain, kondom, hingga tampon, dan krim atau salep yang dioleskan pada area Miss V.
Infeksi jamur
Infeksi ragi atau jamur adalah salah satu penyebab iritasi dan gatal paling umum pada vagina. Ahlo OB-GYN, Christine Sterling, MS mengatakan, salah satu cirinya adalah disertai dengan warna yang kemerahan dan putih. Jika Anda mengalami ini lebih dari tiga kali dalam setahun, maka sebaiknya periksakan ke dokter.
Krim cukur
Banyak wanita yang mendambakan bulu kemaluan yang rapi dan sempurna, sehingga melakukan waxing hingga cukur dengan krim tertentu. Namun menurut Dr. Sterling, pemindahan bulu kemaluan dapat menyebabkan abrasi mikro di kulit, yang meningkatkan risiko infeksi kulit dan rambut tumbuh ke dalam.
"Bahkan jika lecet ini tidak sampai terinfeksi, hal itu dapat menyebabkan pelepasan histamin di kulit yang menyebabkan gatal. Saya menganjurkan agar tidak mencukur dan mencabut bulu kemaluan," kata Dr. Sterling.
Alergen dan iritasi
Alergen dan iritasi adalah penyebab gatal yang sangat umum. Kulit vulva lebih rentan terhadap iritasi pada sabun, losion, dan pakaian daripada bagian tubuh lainnya. Anda bisa mengatasinya dengan menggunakan sabun dan losion bebas aroma pada vulva atau bagian eksternal organ seks.
Kondisi kulit
Kondisi vulva dan vagina Anda juga dapat dipengaruhi oleh kondisi kulit di bagian tubuh lain. Jika Anda memiliki ketombe dan masalah di kulit kepala, maka kemungkinan memiliki masalah di vagina lebih besar. Karena itu, cobalah rawat kulit Anda sebaik mungkin.
Posting By
