Marina365.net Depresi, kondisi psikis ini bisa saja berdampak pada risiko kematian penyakit kardiovaskluar. Sebuah penelitian menerangkan, kematian ini juga diakibatkan karena kadar kolesterol tinggi dan obesitas.
World Health Organization menyebutkan, terdapat 350 juta orang di dunia. Terkait dengan sebuah studi dalam jurnal Atherosclerosis, kardiovaskular terjadi karena depresi dan juga kadar kolesterol.
"Studi kami menunjukkan, risiko penyakit kardiovaskular yang fatal karena depresi hampir sama seperti yang disebabkan kadar kolesterol tinggi atau obesitas," kata Karl-Heinz Ladwig, profesor di Technical University of Munich (TUM) di Jerman.
Berdasarkan penelitian, depresi menyumbang hampir 15 persen dari kematian kardiovaskular. Ladwig menambahkan, hal tersebut sebanding dengan faktor risiko lain, seperti hiperkolesterolemia, obesitas, dan rokok. Faktor-faktor ini menyebabkan 8,4 - 21,4 persen kematian akibat penyakit kardiovaskular.
Dalam studi tersebut meibatkan 3.428 pasien pria berusia 45 - 74 tahun. Peneliti mengamati perkembangan mereka selama 10 tahun.
Mereka menganalisis hubungan antara depresi dan faktor risiko lainnya, seperti tembakau, kolesterol tinggi, obesitas, dan hipertensi. Mereka mengaitkan seberapa besar peran faktor-faktor tersebut memegang peran terhadap penyakit kardiovaskular.
Hasil mengungkapkan selain depresi, ternyata tekanan darah tinggi dan merokok berhubungan erat dengan risiko kematian penyakit kardiovaskular. Demikian dilansir dari Zeenews, Selasa (17/1/2017).
Sumber okezone.com
