![]() |
| HARI DOKTER NASIONAL: Penyebab Penyebaran Dokter di Indonesia Masih Belum Merata |
Namun kendalanya, penyebaran dokter di Tanah Air masih belum merata. Bahkan distribusinya terlihat jelas paling banyak berada di wilayah pulau Jawa dan Sumatera. Bagaimana hal itu bisa terjadi?
Menurut Prof. Dr. I. Oetama Marsis, SpOG, ketua umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI). Ketidakmerataan distribusi dokter di daerah terpencil itu disebabkan oleh tingkat kesejahteraan dokter yang masih kurang memadai.
"Itulah kegagalan pemerintah dalam melakukan distribusi. Sudah jadi kewajiban pemerintah untuk tidak menganggap dokter sebagai tenaga murah," ucapnya kepada Okezone di Jakarta, baru-baru ini.
Tak heran jika keadaannya demikian, banyak dokter yang tidak bersedia untuk dikirim ke daerah terpencil. Pasalnya, pemerintah pun belum dapat memecahkan kendala kesejahteraan dokter saat ini. "Untuk honorarium saja di daerah itu berkisar Rp5-Rp7,5 juta. Belum lagi dengan risiko pekerjaan di daerah terpencil seperti apa. Bagaimana menghidupi keluarga, menyekolahkan anaknya. Bicara kesiapan, sebenarnya dari awal dokter sudah siap tempur. Jika dikirim ke daerah tentu harus ada imbalan jasa yang wajar," tambahnya.
Perihal kesejahteraan dokter daerah yang masih sangat minim agaknya terbilang masuk akal. Mengingat di Indonesia sendiri, untuk jadi dokter tidaklah mudah. Karena, butuh biaya yang tidak sedikit dan pengorbanan waktu untuk sekolah kedokteran hingga menyandang gelar dokter.
Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia ini pun menyampaikan bahwa regulasi dokter di Vietnam sepertinya bisa jadi panutan. Pasalnya 14 tahun lalu di negara tersebut ada program kedokteran yang 100 persen dibiayai pemerintah dengan konsekuensi dokter yang terlahir dari program ini siap untuk dikirim ke daerah mana saja.
Mereka berfokus untuk mempersiapkan tenaga strategis (dokter umum). Dan hasilnya pun dapat dipetik belakangan ini karena dokter-dokter tersebut disebar ke daerah pelosok.
"Dengan sekolah gratis dan konsekuensinya. Mereka berhasil dengan program tersebut dengan mengirim dokter ke daerah pelosok. Buktinya angka kematian ibu di daerah menurun drastis dan skalanya lebih rendah. Hal itu menunjukkan bahwa istilah kesejahteraan dokter diperhatikan," pungkasnya.
Sumber okezone.com
