Posted by : Agen Casino Mejaemas
Kamis, 08 Oktober 2015
Pedagang China getok pelanggan Rp 5,8 juta cuma untuk udang goreng
Merdeka.com - Sebuah pemberitaan online menyebar di sosial
media China atas praktik culas pedagang restoran yang menjual udangnya
seharga 38 yuan per ekornya atau setara dengan Rp 80 ribu. Pelanggan
pada awalnya tidak menyadari bila harga untuk pesanan udangnya semahal
itu, pria bernama Zhu baru terkejut saat tagihan datang dengan jumlah
nominal total 2,700 yuan atau setara dengan Rp 5,8 juta untuk total bon
makanannya.
Zhu beserta keluarga memang memesan hidangan udang laut dengan jumlah 40 ekor udang goreng. Tanpa kecurigaan, Zhu yang hendak membayar dikejutkan dengan tagihan mencapai 1,520 yuan hanya untuk udangnya saja.
Zhu yang emosi langsung menunjuk pemilik Restaurant Shade Live Seafood and Barbecued Home-Cooked Dishes untuk pertanggung jawaban. Pemilik resto berkilah bila harga udang yang mahal dikarenakan udang tersebut sangat segar dan baru saja ditangkap dari laut.
Konflik yang sampai memanggil pihak kepolisian ini berakhir dengan kewajiban Zhu yang berujung pembayaran 2.000 yuan (setara dengan Rp 4,3 juta) sebagai pembayaran tagihan restonya.
Diketahui insiden ini menjadi kehebohan di media sosial China, Weibo. Netizen menilai bila pihak resto orang yang mata duitan dan culas, serta tidak adanya otoritas lokal yang mengawasi harga resro.
"Lain waktu jika ingin makan di daerah Qingdao sebaiknya tanya terlebih dulu harganya, berapa harga nasi perbutirnya atau mi per satunya," ujar netizen Yanchixias, seperti dikutip dari laman Shanghaiist, Rabu (7/10).
Zhu beserta keluarga memang memesan hidangan udang laut dengan jumlah 40 ekor udang goreng. Tanpa kecurigaan, Zhu yang hendak membayar dikejutkan dengan tagihan mencapai 1,520 yuan hanya untuk udangnya saja.
Zhu yang emosi langsung menunjuk pemilik Restaurant Shade Live Seafood and Barbecued Home-Cooked Dishes untuk pertanggung jawaban. Pemilik resto berkilah bila harga udang yang mahal dikarenakan udang tersebut sangat segar dan baru saja ditangkap dari laut.
Konflik yang sampai memanggil pihak kepolisian ini berakhir dengan kewajiban Zhu yang berujung pembayaran 2.000 yuan (setara dengan Rp 4,3 juta) sebagai pembayaran tagihan restonya.
Diketahui insiden ini menjadi kehebohan di media sosial China, Weibo. Netizen menilai bila pihak resto orang yang mata duitan dan culas, serta tidak adanya otoritas lokal yang mengawasi harga resro.
"Lain waktu jika ingin makan di daerah Qingdao sebaiknya tanya terlebih dulu harganya, berapa harga nasi perbutirnya atau mi per satunya," ujar netizen Yanchixias, seperti dikutip dari laman Shanghaiist, Rabu (7/10).
