www.marina365.net
- Asosiasi warga Malaysia-China (MCA) di Negara
Bagian Penang, Malaysia, menyerukan kepada pemerintah Negeri Jiran untuk
meminta ganti rugi kepada pemerintah Indonesia karena kabut asap.
Kantor berita
Bernama mengutip Ketua MCA Penang Chew Mei Fun yang mengatakan Malaysia
sudah menderita sejak lama akibat kabut asap Indonesia yang terjadi
saban tahun.
"Sungguh tak masuk akal mereka (Indonesia) tak bisa mengatasi masalah
ini. Saya pikir kita harus meminta ganti rugi. Anak-anak tak bisa
sekolah. Pada saat yang sama orang tak mau datang ke Malaysia. Bisnis
kita anjlok hingga 30 persen. Juga biaya berobat melonjak karena orang
banyak kena asap," kata dia kepada wartawan di George Town tadi malam,
seperti dilansir Channel News Asia, Senin (5/10).
Chew yang juga
menjabat sebagai Menteri Pembangunan Wanita, Keluarga, dan Komunitas,
juga menyarankan kepada orangtua dan guru untuk membatasi aktivitas
anak-anak di luar rumah.
Sekitar dua pekan lalu sejumlah sekolah
di lima negara bagian Malaysia terpaksa diliburkan karena kabut asap
kian pekat. Penutupan ini berjalan sampai batas belum ditentukan.
"Catatan
Index Polusi Udara Malaysia (API) mencatatkan angka 200, Semua sekolah
di Selangor, Kuala Lumpur, Putrajaya, Negeri Sembilan, dan Melaka akan
tutup hari ini," kata Menteri Pendidikan Malaysia Mahdzir Khalid.
Merujuk
indeks API, tingkat asap 0 hingga 50 adalah baik, 51 hingga 100 adalah
menengah, 101 hingga 200 dikatakan tidak sehat, 201 hingga 200 sangat
tidak sehat, dan 300 ke atas adalah berbahaya.
